Baling-Baling Lepas di Tengah Laut, Dua Nelayan Paga Hilang, Operasi SAR Dilakukan
Dua nelayan asal Kecamatan Paga dilaporkan hilang di perairan selatan Kabupaten Sikka setelah perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan baling-baling saat melaut. Polres Sikka bersama Tim SAR gabungan telah menggelar operasi pencarian terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait, sementara upaya pencegahan terus dilakukan melalui imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir. Operasi SAR masih berlangsung hingga korban ditemukan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 27 Januari 2026 – Perairan selatan Kabupaten Sikka kembali menjadi perhatian serius aparat dan tim penyelamat. Dua orang nelayan asal Kecamatan Paga dilaporkan hilang di laut setelah perahu yang mereka gunakan mengalami gangguan teknis saat melaut mencari ikan di rumpon. Hingga Senin (26/1/2026) sore, keduanya belum ditemukan dan Operasi SAR terpadu resmi digelar melibatkan berbagai unsur.

Peristiwa ini bermula pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, ketika dua nelayan masing-masing bernama Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31) berangkat melaut menggunakan perahu nelayan bermesin 35 PK. Keduanya menuju rumpon yang berjarak sekitar lima mil laut dari bibir pantai di perairan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Namun, harapan kembali dengan hasil tangkapan berubah menjadi kecemasan. Sekitar pukul 18.30 WITA, korban sempat menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa baling-baling mesin perahu terlepas, menyebabkan perahu tidak dapat beroperasi secara normal di tengah laut. Sejak komunikasi terakhir tersebut, kontak dengan korban terputus.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh keluarga bersama masyarakat pesisir setempat, namun hingga keesokan harinya hasil masih nihil. Atas kondisi tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat, yang selanjutnya diteruskan sebagai laporan resmi kecelakaan laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Sikka melalui Sat Polairud bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere serta berbagai unsur terkait. Berdasarkan data awal, lokasi kejadian berada di Perairan Paga, Kecamatan Paga, dengan koordinat 8°51'4.73" LS – 122°03'46.8" BT, atau sekitar 46 kilometer dari titik acuan darat dengan radial 208,8 derajat.
Pada Senin (26/1/2026) pukul 10.05 WITA, koordinasi lintas instansi resmi dilakukan untuk melaksanakan Operasi SAR terpadu. Selang lima menit kemudian, tim rescue Kansar Maumere sebanyak lima personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan truk personel dengan membawa rubber boat serta peralatan SAR air dan medis. Tim diperkirakan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.10 WITA.
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan, antara lain: Kansar Maumere, Sat Polairud Polres Sikka, Ditpolairud Polda NTT, Polsek Paga, Lanal Maumere, Kodim 1603 Sikka, Keluarga korban dan masyarakat setempat.
Kedua korban hingga saat ini masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Tidak terdapat laporan korban selamat maupun korban meninggal dunia. Perahu yang digunakan korban memiliki ciri warna biru, putih, dan merah, dengan mesin tempel 35 PK.
Dari sisi kondisi alam, cuaca di wilayah perairan Paga dilaporkan berawan, dengan kecepatan angin berkisar 5–10 knot dan arah angin bertiup dari utara ke selatan. Meski relatif kondusif, faktor arus dan kondisi laut tetap menjadi tantangan dalam pelaksanaan pencarian.
Seiring dengan pelaksanaan Operasi SAR, Sat Polairud Polres Sikka juga terus meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan Polmas dan sambang di wilayah pesisir. Pada hari yang sama, personel Polairud memberikan imbauan kamtibmas kepada buruh pelabuhan, nahkoda, serta anak buah kapal nelayan di Pelabuhan Wuring, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, melengkapi alat keselamatan, serta tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak bersahabat.
Selain itu, nelayan juga diingatkan untuk tidak menggunakan alat tangkap ilegal dan merusak lingkungan, seperti bom ikan dan potasium, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat di laut.
Polres Sikka menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga kedua korban ditemukan. Aparat juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses pencarian dengan memberikan informasi yang akurat kepada petugas di lapangan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran nelayan merupakan tanggung jawab bersama, dan kesiapsiagaan di laut harus selalu menjadi prioritas utama, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kerap berubah secara ekstrem. [CM24]


