Bullying Bukan Candaan: Pesan Keras Polres Sikka Polda NTT di Hadapan Pelajar SMP St. Mikhael Brai”
Kegiatan apel bendera dan sosialisasi bullying oleh Sat Binmas Polres Sikka berjalan aman dan lancar serta mendapat respons positif dari para pelajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran siswa untuk menjauhi bullying, bijak bermedia sosial, disiplin, serta berperilaku positif sebagai bekal membentuk karakter dan masa depan yang lebih baik.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 26 Januari 2026 – Upaya Polres Sikka dalam membangun karakter generasi muda terus digencarkan. Salah satunya melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Pada Senin pagi, 26 Januari 2026, jajaran Sat Binmas Polres Sikka hadir langsung di tengah para pelajar SMP Katolik St. Mikhael Brai, Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, untuk memimpin apel bendera sekaligus memberikan sosialisasi tentang bahaya bullying dan pentingnya etika bermedia sosial.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.15 Wita tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Sikka, AKP Donatus Paru, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah disambut antusias oleh para pelajar dan pihak sekolah, sebagai bentuk sinergi nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berkarakter.
Dalam amanatnya, AKP Donatus Paru menekankan bahwa bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, merupakan perilaku yang dapat berdampak serius terhadap kondisi mental dan masa depan korban.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial harus disikapi dengan bijak, karena setiap unggahan, komentar, maupun pesan digital meninggalkan jejak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Adik-adik harus memahami bahwa dunia digital bukan ruang bebas tanpa aturan. Apa yang disampaikan hari ini bisa berdampak panjang di masa depan, karena jejak digital tidak pernah benar-benar hilang,” tegasnya di hadapan para pelajar.
Lebih lanjut, Kasat Binmas juga mengajak para siswa untuk menanamkan disiplin sejak dini sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, dan mampu bersaing di masa depan. Disiplin, menurutnya, bukan sekadar patuh terhadap aturan sekolah, tetapi juga mencerminkan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diimbau untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat, serta menjaga persatuan dan kesatuan. AKP Donatus Paru menegaskan bahwa menjauhi perbuatan tercela bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga demi menjaga keharmonisan sosial dan masa depan yang lebih baik.
“Kunci keberhasilan adik-adik ada pada fokus belajar dan keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan positif. Itu adalah proses pembentukan karakter, mental, dan kepribadian yang akan menentukan arah hidup ke depan,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif dan persuasif. Para pelajar tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian, menunjukkan penerimaan yang baik terhadap materi dan pesan-pesan yang disampaikan.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut antara lain Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Sikka Polikarpus Arifin, Kanit Bintibmas Aiptu Gabrielis Ivoni Making, Kanit Binkamsa Aipda Julius Langga, Kanit Binpolmas Aipda Maria Avelina, serta sejumlah personel Sat Binmas lainnya. Seluruh kegiatan didukung dengan satu unit kendaraan dinas Sat Binmas Polres Sikka.
Rangkaian apel dan sosialisasi berakhir pada pukul 08.00 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai mitra edukatif dalam membangun budaya disiplin, anti-kekerasan, dan bermedia sosial yang sehat.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi benteng awal bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik. [Cm24]


