“Di Balik Seragam, Ada Kepedulian: Polres Sikka Kawal Ketahanan Pangan Hingga Pelosok Desa”
Kehadiran aktif Bhabinkamtibmas di tengah petani menjadi bukti nyata sinergi antara Polres Sikka dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dari pemantauan hingga pendampingan, langkah kecil di ladang telah menjadi kontribusi besar bagi masa depan pangan bangsa.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 30 Maret 2026. Komitmen terhadap ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi wacana di tingkat pusat, tetapi benar-benar diwujudkan hingga ke pelosok desa.

Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka menunjukkan peran aktifnya dengan turun langsung ke lahan pertanian milik warga dan kelompok tani, memastikan program strategis pemerintah berjalan nyata dan berkelanjutan.

Di bawah terik matahari dan hamparan ladang hijau yang mulai tumbuh, kehadiran polisi bukan sekadar simbol keamanan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Seperti yang terlihat pada Rabu, 25 Maret 2026, saat Bhabinkamtibmas Desa Watutedang, AIPDA Rofinus Feko, menyambangi kebun milik Ignatius Thomas di Dusun Ililewa, Kecamatan Lela. Lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi itu ditanami jagung hibrida secara mandiri sejak 7 Maret 2026.
Tanaman jagung yang kini berusia lebih dari dua minggu tampak tumbuh merata, menjadi harapan baru bagi pemilik lahan. Dengan estimasi panen pada akhir Juni 2026, lahan tersebut menjadi bagian dari denyut program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah. Meski berstatus belum bersertifikat, semangat pengelolaan mandiri oleh pemilik lahan menjadi bukti bahwa kemandirian pangan dapat tumbuh dari bawah.
Di hari yang berbeda, Senin, 30 Maret 2026, aktivitas serupa terlihat di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Bhabinkamtibmas AIPDA Hironimus Taji Werang bersama Kanit Binmas Polsek Alok AIPDA Yunus Lukman turun langsung memantau lahan Kelompok Tani Tati Nahing. Di lahan yang luasnya mencapai antara 0,5 hingga 1,5 hektare tersebut, jagung varietas hibrida JFR 71 telah ditanam sejak Januari 2026.
Kelompok tani yang dipimpin oleh Fredy Adrianu dengan 12 anggota ini menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi mereka. Program ketahanan pangan bukan hanya menjadi instruksi, tetapi telah menjelma sebagai gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dan aparat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas petani memberikan rasa aman sekaligus dorongan moral agar para petani tetap konsisten mengelola lahan mereka.
Tak kalah penting, pada Sabtu, 28 Maret 2026, Bhabinkamtibmas Desa Werang, AIPDA Wilfridus A. Majuk, S.H., melakukan pengecekan di lahan Kelompok Tani Ranot Detun di Kecamatan Waiblama. Dengan luas lahan mencapai 2.000 meter persegi dan melibatkan 25 anggota kelompok, tanaman jagung hibrida jenis BISI 2 yang ditanam sejak Desember 2025 kini telah berusia 62 hari.
Tanaman yang tumbuh subur ini diproyeksikan segera memasuki masa panen, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani dan aparat mampu menghasilkan progres nyata dalam mendukung ketersediaan pangan lokal. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan harapan program pemerintah.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan wajah baru Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga bertransformasi menjadi penggerak pembangunan, khususnya dalam sektor pertanian yang menjadi fondasi utama ketahanan pangan.
Dengan pendekatan humanis dan keterlibatan langsung di lapangan, Polres Sikka menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan juga berarti menjaga ketersediaan pangan. Sebab, dari ladang-ladang sederhana di desa, masa depan ketahanan bangsa sedang ditanam dan dirawat.
Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa didampingi serta diperhatikan dalam perjuangan mereka mengelola lahan.[Cm24]


