Peristiwa Tragis di Doreng, Polres Sikka Polda NTT Turun Tangani Petani Tewas Tertimpa Pohon

Korban A.N. (59) ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, diduga akibat tertimpa pohon kemiri yang tumbang. Kejadian tersebut murni merupakan musibah, telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, dan keluarga korban menerima peristiwa tersebut serta menolak dilakukan autopsi. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh Polsek Bola sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa Tragis di Doreng, Polres Sikka Polda NTT Turun Tangani Petani Tewas Tertimpa Pohon
Petani di Doreng Tewas Tertimpa Pohon Kemiri, Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Miliknya

Tribratanewssikka.com – Maumere, 24 Januari 2026. Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, pada Jumat sore (23/1/2026). Seorang petani setempat berinisial A.N. (59) ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya setelah diduga tertimpa pohon kemiri yang tumbang.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 Wita, setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak berangkat ke kebun pada siang hari. Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 12.00 Wita, korban berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke kebun dengan tujuan memberi makan hewan peliharaannya berupa babi dan anjing.

 

Namun hingga sore hari, korban tak juga kembali. Merasa khawatir, keluarga bersama sejumlah warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menyusuri area kebun korban yang berjarak kurang lebih 20 meter dari badan jalan raya.

 

Setibanya di lokasi kebun, para saksi dikejutkan oleh pemandangan sebuah pohon kemiri berukuran besar yang tumbang. Saat mendekati pohon tersebut sambil memanggil nama korban, para saksi menemukan korban dalam kondisi telungkup di bawah batang pohon, dengan tubuh tertimpa reruntuhan kayu dan dahan kemiri.

 

Melihat kondisi korban, para saksi bersama warga sekitar segera melakukan upaya evakuasi secara manual dengan menggunakan parang untuk memotong dahan-dahan pohon yang menimpa tubuh korban. Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian mengingat kondisi cuaca yang mulai memburuk.

 

Sekitar pukul 19.30 Wita, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dibawa menggunakan mobil pikap menuju rumah duka yang terletak di Dusun Kahagoleng untuk disemayamkan.

 

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga korban segera melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Wogalirit serta Kanit Reskrim Polsek Bola melalui sambungan telepon seluler. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Bola kemudian berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sikka guna melakukan penanganan lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).

 

Namun demikian, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tim identifikasi belum dapat segera turun ke TKP pada hari yang sama. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan akan dilakukan pada Sabtu (24/1/2026).

 

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyampaikan kesediaannya untuk membuat surat pernyataan penolakan autopsi, yang akan ditandatangani saat pihak Polsek Bola melaksanakan kegiatan di TKP.

 

Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal berupa pendataan saksi serta pengamanan situasi di sekitar lokasi kejadian.

 

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, S.M, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian tersebut dan memastikan bahwa penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. [Cm24]