Seng Pertama, Harapan Baru: Kapolres Sikka Tandai Renovasi Gereja St. Nikolaus Daranatar”

Kegiatan pengatapan atap renovasi Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar berlangsung aman, tertib, dan penuh makna sebagai wujud kebersamaan antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Kehadiran Kapolres Sikka dalam pemasangan seng pertama secara simbolis menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan rumah ibadah sekaligus mempererat sinergitas dan hubungan harmonis dengan masyarakat.

Seng Pertama, Harapan Baru: Kapolres Sikka Tandai Renovasi Gereja St. Nikolaus Daranatar”
Saat Adat dan Iman Bertemu: Kapolres Sikka Tandai Pengatapan Gereja St. Nikolaus Daranatar”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 19 Mei 2026. Di tengah semangat kebersamaan dan gotong royong membangun rumah ibadah, suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, pada Selasa (19/5/2026). 

Sejak pagi hari, umat bersama tokoh masyarakat telah berkumpul menyambut momentum penting dalam tahapan renovasi pembangunan gereja, yakni pelaksanaan pengatapan atap Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar yang ditandai secara simbolis oleh Kapolres Sikka.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA itu menjadi simbol nyata sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan sekaligus mendukung pembangunan fasilitas keagamaan di wilayah pedesaan. 

Kehadiran Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno di tengah umat Daranatar tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam menopang pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.

 

Setibanya di Kapela Daranatar sekitar pukul 09.00 WITA, Kapolres Sikka disambut penuh kehangatan oleh warga dan para tokoh masyarakat setempat. Kehadiran orang nomor satu di jajaran kepolisian wilayah Kabupaten Sikka itu turut didampingi Pastor Paroki Wairita RD Kanisius Mbani, Kapolsek Waigete I Wayan Artawan, tokoh adat, tokoh masyarakat Dusun Daranatar, serta umat Katolik yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Momentum sakral mulai terasa ketika memasuki pukul 10.45 WITA. Di tengah suasana yang sarat nilai budaya lokal, prosesi adat dilaksanakan oleh tokoh adat setempat, Bapak Johanes. Seremonial adat tersebut menjadi penanda penghormatan terhadap tradisi leluhur yang tetap dijaga di tengah perkembangan pembangunan fisik. 

 

Balutan nilai adat dan spiritualitas berpadu harmonis, memperlihatkan bagaimana masyarakat Daranatar menjaga identitas budaya sembari membangun masa depan tempat ibadah mereka.

 

Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 11.10 WITA ketika Kapolres Sikka secara simbolis melakukan pengatapan seng pertama pada bangunan Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar. 

 

Prosesi sederhana namun penuh makna itu disambut antusias warga yang menyaksikan secara langsung tahap penting renovasi gereja mereka. 

 

Simbolisasi pemasangan atap tersebut bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan menjadi representasi harapan umat terhadap hadirnya rumah ibadah yang lebih layak, kokoh, dan nyaman sebagai pusat pembinaan iman serta ruang persatuan masyarakat.

 

Bagi warga Dusun Daranatar, pembangunan gereja bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, melainkan tentang merawat kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial antarumat. 

 

Karena itu, kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan kemasyarakatan seperti ini dinilai memberi energi positif sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat keamanan dengan masyarakat di akar rumput.

 

Kapolres Sikka melalui kehadirannya juga memperlihatkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir dalam tugas-tugas penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah dipandang sebagai bentuk penguatan nilai toleransi, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Setelah prosesi simbolis selesai, sekitar pukul 11.30 WITA Kapolres Sikka meninggalkan lokasi Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar untuk kembali ke Mapolres Sikka. Situasi di lokasi tetap terpantau aman dengan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap proses renovasi gereja yang sedang berjalan.

 

Pelaksanaan pengatapan seng pertama Gereja Stasi Santo Nikolaus Daranatar pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pembangunan. Di balik dentingan alat kerja dan semangat gotong royong warga, tersimpan harapan besar akan lahirnya rumah ibadah yang tidak hanya berdiri kokoh secara fisik, tetapi juga menjadi tiang penyangga kehidupan spiritual dan persaudaraan umat di Dusun Daranatar, Kecamatan Waigete. [Cm24]