Belasan Dapur SPPG Bergerak Serentak, Program MBG Sikka Sentuh Sekolah hingga Posyandu

Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka terus berjalan masif dan terorganisir dengan melibatkan 17 dapur SPPG yang mendistribusikan ribuan porsi makanan sehat kepada pelajar, tenaga pendidik serta kelompok rentan di berbagai kecamatan. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Belasan Dapur SPPG Bergerak Serentak, Program MBG Sikka Sentuh Sekolah hingga Posyandu
Belasan Dapur SPPG Bergerak Serentak, Ribuan Porsi MBG Mengalir ke Sekolah dan Posyandu di Kabupaten Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 8 Mei 2026. Program Makan Bergizi Gratis terus diperluas di Kabupaten Sikka dengan melibatkan 17 dapur SPPG yang mendistribusikan ribuan porsi makanan sehat kepada pelajar, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka terus menunjukkan geliat positif dan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan serta pemenuhan gizi masyarakat. 

 

Pada Kamis, 07 Mei 2026, sejak pukul 08.30 Wita, kegiatan monitoring pendistribusian MBG dilaksanakan di sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan pendistribusian tersebut menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik di tingkat PAUD hingga SMA/SMK, tenaga pendidik, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang terdaftar pada Posyandu.

 

Sebanyak 17 dapur SPPG yang telah memperoleh rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) turut ambil bagian dalam pendistribusian makanan bergizi tersebut. Ribuan porsi makanan sehat didistribusikan secara serentak di sejumlah kecamatan seperti Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Nita, Koting hingga Lela.

 

Di Kecamatan Alok, lima dapur SPPG aktif melayani ribuan penerima manfaat. Dapur SPPG Kota Uneng 01 mendistribusikan sebanyak 2.245 porsi kepada sekolah-sekolah dan Posyandu dengan menu nasi putih, ayam kecap, tumis labu siam dan kacang panjang, tempe goreng tepung serta buah jeruk.

 

Sementara itu, Dapur SPPG Kota Uneng 02 menyalurkan 2.363 porsi dengan sajian ayam goreng, tahu kecap dan tumis sayur bergizi kepada siswa dan masyarakat penerima manfaat di wilayah Kota Uneng dan sekitarnya.

 

Distribusi juga dilakukan oleh Dapur SPPG Kota Uneng 03 yang melayani 2.355 penerima manfaat, termasuk siswa SMAK Frateran Maumere dan SMAN 1 Maumere. Menu yang disiapkan terdiri dari nasi putih, ayam kecap, nugget tempe, tumis buncis dan buah jeruk.

 

Tak kalah besar, Dapur SPPG Kota Uneng 04 menyalurkan 2.758 porsi makanan bergizi ke berbagai sekolah umum, SLB dan Posyandu. Sedangkan Dapur SPPG Kota Uneng 05 mendistribusikan 2.591 porsi dengan menu khas nasi jagung dan ikan bumbu kuning yang menjadi daya tarik tersendiri dalam pemenuhan gizi lokal.

 

Di Kecamatan Alok Timur, aktivitas distribusi berlangsung di tiga dapur utama yakni SPPG Waioti, Nangameting 01 dan Nangameting 02 dengan total ribuan porsi yang menjangkau sekolah-sekolah negeri maupun swasta serta Posyandu di wilayah tersebut.

 

Dapur SPPG Waioti sendiri menyalurkan 2.549 porsi makanan bergizi dengan menu nasi merah, sambal goreng daging sapi, tempe goreng dan aneka sayuran sehat. Sementara Dapur Nangameting 01 dan 02 masing-masing mendistribusikan 2.102 dan 1.824 porsi kepada para pelajar dan masyarakat penerima manfaat.

 

Untuk wilayah Kecamatan Alok Barat, Dapur SPPG Wailiti sementara belum melakukan pendistribusian karena adanya penghentian sementara operasional guna perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Di Kecamatan Kangae, Dapur SPPG Tanaduen menjadi salah satu dapur dengan jumlah distribusi terbesar yakni mencapai 3.064 porsi makanan bergizi yang menyasar puluhan sekolah dan Posyandu. Menu yang disiapkan berupa nasi merah, ayam goreng, tempe goreng serta tumis sawi dan wortel.

 

Sedangkan Dapur SPPG Watuliwung menyalurkan 2.850 porsi dengan menu nasi beras hitam, sambal goreng daging sapi dan capcay sayuran kepada para siswa dan kelompok rentan.

 

Aktivitas serupa juga berlangsung di Kecamatan Kewapante melalui Dapur SPPG Waiara yang mendistribusikan 3.483 porsi, menjadikannya salah satu dapur dengan cakupan penerima manfaat terbesar di Kabupaten Sikka.

 

Di Kecamatan Nita, Dapur SPPG Nita menyalurkan 2.797 porsi makanan sehat kepada sekolah-sekolah dan Posyandu dengan menu ayam goreng, tempe goreng dan tumis sayuran.

 

Sementara itu, Kecamatan Koting mencatat distribusi sebanyak 2.579 porsi melalui Dapur SPPG Koting yang menjangkau puluhan sekolah, PAUD dan Posyandu di wilayah tersebut.

 

Program MBG juga menyentuh wilayah Kecamatan Lela melalui Dapur SPPG Lela yang tetap aktif melakukan distribusi kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah sekolah dan Posyandu.

 

Secara umum, pelaksanaan pendistribusian MBG di wilayah Kabupaten Sikka berlangsung aman, tertib dan lancar. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan. [Cm24]