Dari Sekolah hingga Posyandu, Program MBG di Sikka Jangkau 39.640 Penerima Manfaat
Program pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada Sabtu, 09 Mei 2026 berjalan aman, lancar dan tepat sasaran. Sebanyak 39.640 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan melalui 13 SPPG aktif kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan tenaga pendidik di berbagai kecamatan tanpa ditemukan kendala berarti selama proses distribusi.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 9 Mei 2026. Kabupaten Sikka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional melalui pendistribusian puluhan ribu porsi makanan bergizi kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta tenaga pendidik di berbagai wilayah pada Sabtu, 09 Mei 2026.
Sejak pukul 08.30 Wita, kegiatan pendistribusian MBG mulai berlangsung di sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka.
Program ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan strategis Pemerintah Pusat sebagai bagian dari program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi usia sekolah dan kelompok rentan.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, pendistribusian dilakukan kepada tiga kelompok sasaran utama yakni peserta didik mulai tingkat PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil dan ibu menyusui melalui Posyandu, serta balita dan tenaga pendidik.
Sebanyak 17 SPPG telah memperoleh rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), namun pada hari ini yang aktif beroperasi sebanyak 13 SPPG. Satu SPPG di wilayah Wailiti, Kecamatan Alok Barat, untuk sementara menghentikan operasional karena sedang melakukan perbaikan Instalasi Pembuangan Akhir Limbah (IPAL), sementara tiga SPPG lainnya masih dalam masa libur operasional.
Distribusi terbesar tercatat di beberapa wilayah strategis seperti Kecamatan Kewapante melalui Dapur SPPG Waiara yang menyalurkan sebanyak 3.484 porsi penerima manfaat, Kecamatan Kangae melalui Dapur SPPG Tanaduen sebanyak 3.064 porsi, serta Kecamatan Lela dengan total distribusi mencapai 2.922 porsi.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Alok menjadi salah satu pusat distribusi terbesar dengan lima dapur SPPG aktif yang melayani ribuan penerima manfaat dari sekolah-sekolah, PAUD, hingga Posyandu di kawasan Kota Uneng dan sekitarnya.
Menu makanan yang disajikan juga bervariasi dan memenuhi standar gizi seimbang, terdiri dari nasi putih maupun nasi merah, lauk hewani seperti ayam goreng, ikan rica, telur, dan daging sapi, dipadukan dengan tempe, tahu, sayuran segar, serta buah-buahan seperti pepaya, pisang, jeruk, dan semangka.
Pendistribusian dilakukan menggunakan mekanisme penyajian makanan basah dan kering sesuai petunjuk pusat pelayanan MBG, dengan komposisi utama berupa nasi, lauk pauk, sayur-sayuran dan buah sebagai sumber nutrisi lengkap bagi penerima manfaat.
Hasil monitoring juga menunjukkan bahwa seluruh proses penyaluran berjalan aman, tertib dan lancar. Hingga saat ini belum ditemukan kendala berarti baik dalam proses produksi, distribusi maupun penerimaan makanan oleh masyarakat dan peserta didik.
Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sikka pada hari ini mencapai 39.640 porsi.
Angka tersebut menunjukkan tingginya cakupan pelayanan sekaligus besarnya dukungan lintas sektor terhadap program peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Sikka.
Kegiatan monitoring turut dilaksanakan oleh Personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka guna memastikan seluruh tahapan distribusi berjalan sesuai prosedur serta tepat sasaran. [Cm24]


