Menjaga Laut, Menjaga Nyawa: Sat Polairud Polres Sikka Polda NTT Kawal Keamanan dan SAR Nelayan
Situasi kamtibmas di wilayah perairan Kabupaten Sikka pada Rabu, 28 Januari 2026 terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan menonjol. Sat Polairud Polres Sikka tetap siaga melalui pelaksanaan operasi SAR hari keempat terhadap nelayan yang belum kembali melaut, serta aktif melakukan sambang dan pembinaan kepada masyarakat pesisir guna meningkatkan keselamatan, mencegah TPPO, dan menjaga kelestarian ekosistem laut.
Tribratanewssikka.com – Maumere, 28 Januari 2026. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sikka terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Kabupaten Sikka.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Sat Polairud Polres Sikka dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, tanpa adanya gangguan menonjol.
Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Kasat Polairud Polres Sikka kepada Dir Polairud Polda NTT dan Kapolres Sikka, hingga hari ini tidak ditemukan adanya tindak pidana, kecelakaan air maupun laut, serta aktivitas ilegal di wilayah perairan. Kegiatan patroli dan pemeriksaan kapal, patroli serta pengamanan pelabuhan, hingga pembinaan masyarakat perairan juga tercatat nihil pelanggaran.
Namun demikian, kesiapsiagaan personel Sat Polairud tetap terjaga penuh. Sejak pukul 08.00 WITA, anggota piket Sat Polairud Polres Sikka melanjutkan kegiatan Search and Rescue (SAR) gabungan hari keempat terhadap dua orang nelayan yang belum kembali dari melaut di perairan Paga. Operasi SAR ini dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat nelayan.
Tidak hanya fokus pada operasi SAR, Sat Polairud Polres Sikka juga aktif melaksanakan pendekatan humanis melalui kegiatan sambang pesisir. Pada pukul 11.00 WITA, anggota piket Sat Polairud menyambangi masyarakat nelayan di pesisir Paga, Kabupaten Sikka, guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Polairud menekankan pentingnya keselamatan saat melaut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan jiwa nelayan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta menggunakan alat keselamatan yang memadai.
Lebih jauh, Sat Polairud Polres Sikka mengajak masyarakat nelayan pesisir untuk turut berperan aktif membantu Polri dalam mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang kerap memanfaatkan kerentanan ekonomi dan minimnya informasi di wilayah pesisir. Kesadaran kolektif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kejahatan tersebut.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut, anggota Sat Polairud juga menegaskan larangan penggunaan bahan peledak, potasium, maupun racun dalam aktivitas penangkapan ikan. Praktik ilegal tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian nelayan di masa depan.
Kehadiran rutin Sat Polairud Polres Sikka di tengah masyarakat nelayan pesisir merupakan bagian dari strategi preventif Polri untuk menciptakan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan publik, serta menjaga wilayah perairan Sikka tetap bersih, tertib, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan Sat Polairud Polres Sikka pada hari ini berjalan aman, lancar, dan terkendali, mencerminkan kesiapan aparat dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perairan Kabupaten Sikka. [Cm24]


