Semangat Literasi Menggema di Wailiti Sikka, Bhabinkamtibmas Hadir Kawal Edukasi Generasi Muda

Kegiatan kunjungan Bunda Literasi di SDI Wailiti berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme, serta berhasil mendorong semangat membaca siswa melalui program literasi 30 menit dan bantuan buku, dengan dukungan sinergis antara pemerintah, tokoh literasi, dan kehadiran Polri.

Semangat Literasi Menggema di Wailiti Sikka, Bhabinkamtibmas Hadir Kawal Edukasi Generasi Muda
Dari Wailiti Sikka untuk Masa Depan: Literasi Digaungkan, Generasi Sikka Mulai Ditempa”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 5 Mei 2026 – Upaya membangun budaya membaca sejak dini kembali digaungkan di Kabupaten Sikka. Selasa pagi (05/05/2026), suasana di SDI Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, tampak berbeda dari biasanya. 

Denting tarian penyambutan dan sapaan adat membuka sebuah momentum penting: kunjungan Bunda Literasi Kabupaten Sikka bersama rombongan Tim Literasi yang membawa misi besar—menyalakan semangat membaca di kalangan generasi muda.

Di tengah semarak kegiatan tersebut, kehadiran aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, AIPDA Hironimus Taji Werang, menjadi penegas bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut mengawal kemajuan sumber daya manusia melalui dunia pendidikan.

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Sikka selaku Bunda Literasi, Ny. Fiska Sambuari Kago, SH, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales, S.Sos., M.Th, Sekcam Alok Barat Herlin Lado Powo, Lurah Wolomarang Lusia Maurice, SE, serta tokoh literasi sekaligus pendiri Pondok Baca Kabor, Yohanes Kia Nunang. 

 

Turut hadir pula para guru, staf kelurahan, serta siswa-siswi SDI Wailiti yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Acara berlangsung khidmat namun sarat makna. 

 

Setelah doa bersama dan sambutan dari Kepala Sekolah SDI Wailiti, Bunda Literasi Kabupaten Sikka secara resmi membuka kegiatan dengan penekanan kuat pada pentingnya budaya membaca. 

 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa gerakan literasi bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

 

“Minat baca harus dibangun, dipupuk, dan dijaga. Anak-anak kita adalah masa depan Sikka. Dari buku, mereka mengenal dunia,” demikian pesan yang menggaung dalam kegiatan tersebut.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sikka, yakni Gerakan Membaca 30 Menit. Puluhan siswa tampak larut dalam buku bacaan yang dibagikan, menciptakan suasana hening yang penuh makna—hening yang menandakan tumbuhnya rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

 

Tak hanya itu, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan buku bacaan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka serta kontribusi dari Pondok Baca Kabor. 

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkaya literasi di lingkungan pendidikan dasar.

 

Pendiri Pondok Baca Kabor, Yohanes Kia Nunang, bahkan turut memandu langsung sesi membaca, menghadirkan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan bagi para siswa. Kegiatan ini tidak sekadar membagikan buku, tetapi juga menanamkan pengalaman membaca yang membekas.

 

Di balik seluruh rangkaian kegiatan, pengamanan berjalan optimal. Kehadiran Bhabinkamtibmas memastikan seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat pun terlihat nyata, mencerminkan kolaborasi yang solid dalam membangun daerah dari sektor pendidikan.

 

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.30 WITA tersebut meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya sebagai agenda kunjungan, tetapi sebagai gerakan nyata yang menyentuh akar persoalan—rendahnya minat baca—dengan pendekatan humanis dan berkelanjutan.

 

Di Wailiti, pagi itu, buku bukan sekadar lembaran kertas. Ia menjadi jendela masa depan. Dan di sanalah, harapan tentang generasi Sikka yang lebih cerdas dan berdaya mulai ditulis—halaman demi halaman. [Cm24]