“Sinergi Sinergi Polres Sikka dan Petani Berbuah: Panen Jagung Hibrida Wairkoja Dongkrak Ekonomi Petani Sikka"
Kegiatan panen jagung hibrida BISI 18 di Desa Wairkoja berjalan aman, lancar, dan menghasilkan produksi yang baik. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan, meskipun masih terdapat kendala cuaca yang mempengaruhi proses panen dan pengeringan. Secara keseluruhan, hasil panen memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Tribratanewssikka.com - Maunere, 24 Maret 2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus menunjukkan hasil nyata di wilayah Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Hal ini terlihat dari keberhasilan panen jagung hibrida jenis BISI 18 yang dilaksanakan di Dusun Wairlong, Desa Wairkoja, pada Senin (23/3/2026) pagi.

Kegiatan panen yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola oleh BUMDes Subur Makmur Desa Wairkoja. Panen ini turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Wairkoja AIPDA Dami Daty bersama Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep P. Koles, S.H., sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian masyarakat.
Berlokasi di lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi atau 0,8 hektare, jagung hibrida BISI 18 yang ditanam sejak 3 Desember 2025 tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari hasil panen, produktivitas jagung diperkirakan mencapai sekitar 18,99 ton per hektare dalam kondisi tongkol basah.
Capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara signifikan.
Kegiatan panen berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Kelompok Tani Dusun Wairlong yang terdiri dari para petani lokal terlihat kompak dan aktif dalam setiap proses panen. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di tingkat desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Wairkoja, Wilfridus, Direktur BUMDes Kalektus, Ketua BUMDes sekaligus Ketua Kelompok Tani Wairlong Ursula Lukut, serta sejumlah anggota kelompok tani dan masyarakat setempat.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas pengamanan, namun juga menjadi bentuk pendampingan dan motivasi bagi masyarakat agar terus produktif dalam mengelola sektor pertanian. Peran aktif Bhabinkamtibmas dinilai mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, para petani masih dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama faktor cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan proses panen harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca, sekaligus menjadi tantangan dalam proses pengeringan hasil panen.
Jagung yang telah dipanen harus segera dijemur agar kualitas tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang optimal. Namun, intensitas hujan yang tinggi kerap menghambat proses tersebut, sehingga diperlukan strategi penanganan pascapanen yang lebih efektif.
Terlepas dari kendala yang ada, hasil panen jagung kali ini tetap memberikan harapan besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Produksi yang melimpah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan kelompok tani serta mendukung ketersediaan pangan di daerah.
Secara keseluruhan, kegiatan panen berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan ini menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan, pemerintah desa, hingga masyarakat, merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Program seperti ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Sikka. [Cm24]


