Angin Kencang Terjang Tana Wawo, Polres Sikka Polda NTT Turun Tangan Bersihkan Jalan dan Data Warga Terdampak
Bencana hidrometeorologi berupa angin kencang yang melanda Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga dan infrastruktur jalan. Polres Sikka melalui Polsek Paga telah bergerak cepat melakukan pembersihan jalan, pendataan korban, serta himbauan keselamatan kepada masyarakat. Hingga saat ini bencana masih berlangsung, akses komunikasi dan listrik terputus, serta warga terdampak sangat membutuhkan penanganan dan bantuan segera dari instansi terkait.
Tribratanewssikka.com – Maumere.,Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Sikka. Hantaman angin kencang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Tana Wawo sejak Rabu hingga Jumat (21–23 Januari 2026) mengakibatkan kerusakan serius pada rumah warga serta mengganggu akses jalan poros kecamatan.

Merespons situasi darurat tersebut, Polres Sikka melalui Polsek Paga bergerak cepat melakukan pembersihan jalan, pemantauan lapangan, pendataan dampak bencana, serta himbauan keselamatan kepada masyarakat, Jumat (23/1/2026), sejak pukul 09.00 WITA hingga 18.00 WITA.
Kegiatan ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di Desa Renggarasi dan Desa Bu Watuweti, Kecamatan Tana Wawo. Angin kencang disertai hujan lebat menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang dan menutup jalan poros kecamatan, tepatnya dari Dusun Wolofeo hingga Dusun Lambalena. Personel kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pembersihan agar akses transportasi dan mobilitas warga dapat kembali normal.
Selain pembersihan jalan, petugas juga melakukan pengamatan langsung ke titik-titik rumah warga yang mengalami kerusakan, sekaligus menghimpun data kerugian material dan kondisi korban terdampak.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Bahkan, sebagian besar di antaranya mengalami rusak total dan tidak lagi layak huni.
Di Dusun Wolofeo, Desa Renggarasi, rumah milik Wenseslaus Apolo roboh pada Kamis malam (22/1) sekitar pukul 19.00 WITA. Rumah berukuran 4x5 meter tersebut hancur diterjang angin, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta. Beruntung, rumah dalam kondisi kosong saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Tak berselang lama, di Dusun Lambalena, rumah milik Maria Mare turut mengalami nasib serupa. Rumah berukuran 4x6 meter itu rusak total dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta. Pemilik rumah kini terpaksa mengungsi ke rumah keluarga.
Di lokasi yang sama, dapur milik Fransiskus Mode juga roboh akibat angin kencang yang terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, dengan kerugian material mencapai Rp5 juta.
Sementara itu, dampak paling mengkhawatirkan terjadi di Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti. Rumah milik Stevanus David roboh saat masih ditempati penghuninya. Lima orang penghuni rumah sempat tertimpa atap bangunan, namun berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga sekitar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta, dan keluarga tersebut kini mengungsi ke rumah kerabat.
Selain itu, rumah milik Jonosius Rangga yang saat kejadian dalam kondisi kosong karena pemiliknya merantau ke Kalimantan, juga mengalami rusak total. Sedangkan rumah panggung milik Fernandes Bona mengalami kerusakan pada bagian atap, memaksa tiga penghuni rumah untuk sementara tinggal di rumah tetangga.
Di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem, personel Polsek Paga juga secara aktif memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah, menghindari aktivitas di luar ruangan, serta selalu mengutamakan keselamatan jiwa.
Polisi turut berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Dinas Sosial, guna mendorong percepatan penanganan serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak, mengingat hingga saat ini sebagian besar korban belum menerima bantuan.
Hingga laporan ini disampaikan, bencana hidrometeorologi masih berlangsung di Kecamatan Tana Wawo. Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya jaringan komunikasi dan aliran listrik, sehingga menyulitkan proses pendataan lanjutan di desa-desa lain yang juga terdampak.
Polres Sikka memastikan pendataan akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya pada Sabtu (24/1/2026), apabila kondisi cuaca memungkinkan.
“Polri hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom, terutama saat masyarakat menghadapi situasi bencana,” tegas pihak Polres Sikka.
Situasi akan terus dipantau, dan setiap perkembangan terbaru akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut. [Cm24]


