Dari Pekarangan Warga ke Ketahanan Pangan Nasional, Jajaran Polres Sikka Pantau Lahan Hortikultura di Hokor
Kegiatan pemantauan lahan hortikultura oleh Bhabinkamtibmas Desa Hokor bersama PPL dan kelompok tani bertujuan mendukung program ketahanan pangan pemerintah serta memastikan perkembangan tanaman warga berjalan baik. Selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 13 Maret 2026 – Upaya mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Salah satunya melalui peran aktif Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, BRIPKA Herybertus Fahik, yang pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 12.00 WITA, melaksanakan kegiatan pemantauan lahan hortikultura milik warga di RT 012/RW 005, Dusun Pomat, Desa Hokor.
Lahan yang dipantau tersebut merupakan milik Mama Rosa Delima, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “Pesoniur” yang aktif mengembangkan tanaman hortikultura sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Herybertus Fahik melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan serta perkembangan tanaman yang ditanam oleh pemilik lahan bersama kelompok tani setempat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan hortikultura tersebut memiliki luas sekitar 15 x 25 meter persegi dengan status lahan belum bersertifikat.
Di atas lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan konsumsi tinggi bagi masyarakat, di antaranya lombok (cabai), semangka, dan blewah. Tanaman tersebut diketahui mulai ditanam pada 2 Maret 2026 dan hingga saat ini telah berumur sekitar 14 hari, dengan kondisi pertumbuhan yang terpantau baik.
Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
Kegiatan pemantauan tersebut turut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Hokor, Fransiskus Moa, serta Ketua Kelompok Tani Ketapang Mandiri, Agustinus, bersama sejumlah anggota kelompok tani yang selama ini aktif mengelola dan mengembangkan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian masyarakat ini mendapat respons positif dari para petani, karena selain memberikan rasa aman, juga menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dapat terus terjalin dengan baik sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai. [Cm24]


