“Seragam di Tengah Ladang: Polres Sikka dan Petani Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan”

Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT secara aktif memantau dan mengawal puluhan hektar lahan jagung di berbagai kecamatan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri dan kelompok tani berjalan baik, dengan kondisi tanaman yang tumbuh optimal serta estimasi panen pada Maret–April 2026. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Seragam di Tengah Ladang: Polres Sikka dan Petani Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan”
“Dari Kantor ke Ladang: Polres Sikka Polda NTT Kawal Puluhan Hektar Jagung, Ketahanan Pangan di Sikka Tak Sekadar Slogan”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 24 Februari 2026 – Komitmen mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan terus diwujudkan secara nyata oleh jajaran Polres Sikka. 

Melalui peran aktif para Bhabinkamtibmas di desa dan kelurahan binaan, pengawalan terhadap program tanam jagung dilakukan langsung di lapangan, menyentuh akar rumput dan memastikan keberlanjutan produksi pangan masyarakat.

Sejak pagi hingga sore hari, Senin (23/2/2026), para Bhabinkamtibmas bergerak serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sikka: Mego, Alok Barat, Koting, dan Alok Timur. Mereka tidak sekadar hadir sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai mitra petani—memantau pertumbuhan tanaman, mengecek kondisi lahan, serta memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai perencanaan.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat kedaulatan dan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung yang menjadi salah satu prioritas.

 

Di Desa Korobhera, Kecamatan Mego, BRIPKA Egidius Funan turun langsung ke kebun milik Kelompok Tani Tuke Laka. Lahan seluas kurang lebih 5 hektar itu telah ditanami jagung varietas hibrida JFR 71 sebanyak ±75 kilogram sejak Januari 2026.

 

Kelompok yang beranggotakan 12 orang tersebut menjadikan program ketahanan pangan sebagai agenda utama. Tanaman jagung yang kini memasuki fase pertumbuhan menunjukkan kondisi yang cukup baik dan terawat. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bentuk motivasi sekaligus pengawasan agar program berjalan konsisten dan berkelanjutan.

 

Di wilayah Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, AIPDA Hironimus Taji Werang memantau lahan Kelompok Tani Tati Nahing seluas ±7 hektar. Jagung hibrida JFR 71 sebanyak ±100 kilogram telah ditanam sejak 5 Januari 2026 dan diperkirakan akan dipanen pada April mendatang.

 

Tanaman tumbuh relatif merata, dengan perawatan rutin dari 12 anggota kelompok tani. Monitoring ini tidak hanya memastikan keamanan lahan, tetapi juga menjadi bentuk pendampingan moral agar petani tetap bersemangat menghadapi tantangan cuaca dan teknis budidaya.

 

Di Kecamatan Koting, pengawalan dilakukan pada dua kelompok tani berbeda. AIPTU I Kadek Budianto memantau Kelompok Tani Sinar Mentari di Desa Koting A. Lahan ±2 hektar yang ditanami bibit hibrida Jafran sebanyak 30 kilogram sejak 12 Januari 2026 kini berusia 1 bulan lebih. Jika tidak ada kendala, panen diperkirakan pertengahan Maret 2026. Lahan tersebut telah bersertifikat, menunjukkan kepastian legalitas dan keberlanjutan pengelolaan.

 

Sementara itu, BRIPKA I Nyoman Tri Sukrawan melakukan monitoring di Desa Koting C pada Kelompok Tani Matahari. Lahan ±0,5 hektar yang ditanami jagung lokal sejak 12 Desember 2025 kini telah berusia lebih dari dua bulan dan siap menuju masa panen pertengahan Maret. Meski luasnya tidak sebesar yang lain, semangat kelompok dengan 16 anggota ini mencerminkan optimisme petani lokal dalam mendukung kedaulatan pangan daerah.

 

Skala lebih besar terlihat di Desa Gong Bekor, Kecamatan Alok Timur. AIPDA Simson Pitang memantau dua kelompok tani sekaligus: Permanen dan Sudan Sogor. Poktan Permanen mengelola lahan ±15 hektar, sementara Sudan Sogor menggarap ±16 hektar. Keduanya mengombinasikan jagung hibrida Sumo Sakti dan jagung lokal, dengan total luasan mencapai lebih dari 30 hektar.

 

Besarnya luasan tersebut menjadikan wilayah ini salah satu penopang produksi jagung di Kabupaten Sikka. Kehadiran Bhabinkamtibmas memastikan bahwa proses budidaya berlangsung aman, tertib, dan terkoordinasi dengan baik.

 

Apa yang dilakukan jajaran Polda Nusa Tenggara Timur melalui Polres Sikka ini menunjukkan transformasi peran Polri yang semakin humanis dan solutif. Bhabinkamtibmas hadir bukan hanya sebagai penjaga kamtibmas, tetapi sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam program strategis nasional. Ketahanan pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan fondasi stabilitas sosial dan ekonomi.

 

Dengan mengawal proses tanam sejak awal, memantau perkembangan, hingga memastikan kesiapan panen, Polri ikut memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar tumbuh di tanah, berakar, dan berbuah.

 

Rangkaian kegiatan monitoring di berbagai kecamatan pada hari tersebut berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Tanaman jagung yang dipantau menunjukkan pertumbuhan yang baik dan diproyeksikan panen pada Maret hingga April 2026.

 

Sinergi antara aparat kepolisian Polres Sikka dan kelompok tani ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan adalah kerja bersama—dan di Sikka, kerja itu sedang berlangsung, dari ladang-ladang jagung yang hijau membentang hingga ke tingkat kebijakan nasional. [CM24]