Dari Pelabuhan Laurens Say, Kasie Propam Polres Sikka Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih Tanpa Celah Kecurangan

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner/spanduk QR Yanduan Propam Polri oleh Unit Propam Polres Sikka di Pelabuhan Laurens Say Maumere berjalan aman dan lancar, serta bertujuan meningkatkan pengawasan masyarakat guna mencegah praktik kecurangan dalam Rekrutmen Terpadu Polri T.A. 2026 melalui mekanisme pelaporan yang transparan dan mudah diakses.

Dari Pelabuhan Laurens Say, Kasie Propam Polres Sikka Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih Tanpa Celah Kecurangan
Cegah Praktik Curang Rekrutmen Polri 2026, Propam Polres Sikka Gencar Sosialisasi QR Yanduan di Pelabuhan Laurens Say

Tribaratanewssikka.com - Maumere, 2 April 2026 – Dalam upaya memperkuat transparansi dan mencegah praktik kecurangan dalam proses penerimaan anggota Polri, Unit Propam Polres Sikka menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan banner dan spanduk QR Yanduan Propam Polri di kawasan strategis Pelabuhan Laut Laurens Say Maumere, Kamis (02/04/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus Somba Say, didampingi Kanit Paminal AIPTU Dwi Risdianto bersama personel Propam lainnya. Pelabuhan Laurens Say dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena merupakan salah satu titik mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di Kabupaten Sikka.

 

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya memasang banner dan spanduk berisi QR Yanduan Propam Polri, tetapi juga aktif memberikan edukasi dan himbauan secara langsung kepada masyarakat. 

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan proses Rekrutmen Terpadu Tahun Anggaran 2026 berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan.

 

AKP Fransiskus Somba Say menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya proses rekrutmen anggota Polri. Ia mengingatkan agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

 

“Apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta uang atau menawarkan bantuan tidak resmi, itu adalah bentuk pelanggaran. Kami minta masyarakat segera melaporkannya melalui QR Yanduan Propam Polri,” tegasnya di sela-sela kegiatan.

 

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam proses seleksi. Menurutnya, kehadiran QR Yanduan merupakan salah satu inovasi pengawasan berbasis digital yang memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan secara cepat, mudah, dan terjamin kerahasiaannya.

 

“Jika ditemukan hal-hal yang tidak wajar dalam rekrutmen terpadu Polri, jangan ragu untuk melapor. Sistem ini kami siapkan agar semua proses berjalan jujur dan adil,” tambahnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat antusias menerima informasi yang disampaikan. Beberapa warga bahkan langsung mencoba memindai QR code yang terpasang pada spanduk untuk mengetahui mekanisme pelaporan yang tersedia.

 

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Kasi Propam, Kanit Paminal, Kanit Provost, serta anggota Propam Polres Sikka. Kehadiran mereka di lapangan sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap potensi praktik-praktik yang dapat mencederai integritas institusi Polri.

 

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner tersebut berlangsung dengan aman dan lancar, serta berakhir pada pukul 09.30 WITA. Dokumentasi kegiatan turut dihimpun sebagai bagian dari laporan pelaksanaan tugas.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan publik, khususnya dalam proses rekrutmen anggota Polri. 

 

Sosialisasi QR Yanduan diharapkan menjadi benteng awal dalam mencegah praktik kecurangan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan rekrutmen yang bersih dan transparan. [Cm24]