“Diterjang Longsor Pascagempa, Akses Rokirole–Nitunglea Palue Dibersihkan, Polres Sikka Turun Tangan”
Polres Sikka bersama masyarakat terus mempercepat pemulihan pascagempa melalui pengawalan dan pengamanan pembersihan material longsor yang menutup akses Desa Rokirole–Desa Nitunglea. Kegiatan berjalan aman dan lancar, serta akan dilanjutkan untuk memastikan jalur kembali terbuka dan aktivitas masyarakat segera normal.
Maumere, 20 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Upaya pemulihan akses transportasi warga pascagempa tektonik yang mengguncang wilayah Sikka terus dilakukan.

Di tengah kondisi medan yang masih dipenuhi material longsoran, jajaran Polres Sikka bergerak langsung mengawal dan mengamankan proses pembersihan badan jalan yang tertutup tanah, batu, dan pepohonan akibat longsor.

Pengawalan dan pengamanan terhadap unit excavator dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 13.30 Wita hingga 17.00 Wita, dengan sasaran pembersihan material longsor di wilayah Desa Rokirole, Dusun Awamale, hingga Dusun Nitung, Desa Nitunglea Kecamatan Palu'e Kabupaten Sikka.
Material longsoran tersebut menutupi badan jalan yang menjadi salah satu akses penghubung antara Desa Rokirole dan Desa Nitunglea. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas warga serta memperlambat akses terhadap kebutuhan dasar di tengah situasi pascabencana.
Kehadiran alat berat menjadi langkah penting untuk mempercepat proses normalisasi jalur tersebut. Namun, pekerjaan di lokasi bencana tidak semata-mata membutuhkan alat berat. Kondisi medan, material longsoran, serta kemungkinan adanya pergerakan tanah menuntut pengawasan dan pengamanan secara ketat agar proses pembersihan dapat berlangsung aman.
Dalam kegiatan tersebut, Waka Polres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K. hadir bersama Kasikum Polres Sikka AKP I Wayan Artawan, S.H., Kapolsek Nelle Iptu I Nyoman Sang Pawarta, KBO Samapta Ipda Paulus Wayan Keso, serta personel Polres Sikka yang tersprin dalam tanggap darurat bencana gempa bumi.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan personel kepolisian, kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat Desa Nitunglea. Kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan, khususnya dalam mendukung kelancaran pekerjaan alat berat sekaligus menjaga komunikasi dan koordinasi di lokasi terdampak.
Unit excavator yang digunakan dalam proses pembersihan dioperasikan oleh Kalistro Riberu. Sementara pengawalan dan pengamanan kegiatan dilaksanakan oleh Ka Subsektor Palue Aipda Yohanis F. Massar, Bintara Pol Subsektor Palue Bripka Yohanes Paulus Benu, serta Bhabinkamtibmas Desa Rokirole Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H.
Dengan alat berat mulai bekerja, material longsoran yang selama ini menutup badan jalan secara bertahap disingkirkan. Tanah, bebatuan, dan pepohonan yang menghambat jalur dibersihkan untuk membuka kembali akses yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada respons saat gempa terjadi. Setelah situasi darurat, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali bergerak. Jalan yang terbuka menjadi bagian penting dari proses itu—karena akses transportasi bukan sekadar jalur penghubung, tetapi juga urat nadi distribusi kebutuhan masyarakat, akses pelayanan, serta mobilitas warga.
Polres Sikka melalui personel yang diterjunkan dalam tanggap darurat terus memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan dengan mengedepankan faktor keamanan. Pengawalan terhadap alat berat dilakukan agar proses pembersihan dapat berlangsung tertib sekaligus meminimalkan risiko terhadap personel maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Pembersihan material longsor tersebut belum sepenuhnya selesai. Mengingat masih terdapat material yang menutup jalur menuju wilayah terdampak, pekerjaan akan dilanjutkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Perpanjangan pekerjaan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascagempa membutuhkan proses bertahap dan tidak dapat diselesaikan dalam satu kali pengerjaan. Medan yang sulit serta volume material longsoran menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Meski demikian, kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 17.00 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Tidak ada gangguan berarti selama proses pengawalan maupun pembersihan berlangsung.
Bagi masyarakat Desa Rokirole dan Desa Nitunglea, terbukanya kembali akses jalan bukan sekadar keberhasilan teknis memindahkan material longsoran. Lebih dari itu, setiap meter jalan yang berhasil dibersihkan adalah langkah untuk mengembalikan konektivitas warga yang sempat terganggu oleh bencana.
Di tengah jejak kerusakan yang ditinggalkan gempa, kerja bersama antara kepolisian, masyarakat, dan operator alat berat menjadi gambaran nyata bahwa pemulihan tidak hanya berbicara tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana seorang diri.
Polres Sikka memastikan pengamanan dan pendampingan di lokasi terus dilakukan seiring berlanjutnya proses pembersihan. Fokusnya jelas: membuka kembali akses, memastikan pekerjaan berjalan aman, dan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat pascagempa.
Polres Sikka — hadir di tengah masyarakat, bergerak saat bencana, dan mengawal setiap langkah pemulihan hingga akses warga kembali terbuka. [Cm24]


