Lansia 80 Tahun Hilang di Tadalado, Polsek Nita Polres Sikka Lakukan Pencarian
Pencarian terhadap Maria Wisang (80), warga Desa Tadalado, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, yang belum kembali ke rumah sejak 24 September 2026, pada hari pertama belum membuahkan hasil. Jajaran Polsek Nita bersama keluarga telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, namun keberadaan Maria belum ditemukan. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada 1 Oktober 2026, disertai koordinasi dengan pihak keluarga dan Kantor SAR Maumere. Dukungan serta informasi dari masyarakat sangat diharapkan untuk membantu mempercepat ditemukannya Maria Wisang dalam keadaan selamat.
Maumere, 30 September 2026. Tribratanewessikka.com — Suasana di kawasan Kebun Kampung Riigete, Desa Tadalado, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Rabu (30/9/2026), dipenuhi ketegangan dan harapan. Sejumlah personel kepolisian bersama keluarga korban menyisir kawasan yang diduga menjadi salah satu titik terakhir keberadaan Maria Wisang, perempuan lanjut usia berusia 80 tahun yang hingga kini belum kembali ke rumah.

Pencarian tersebut merupakan upaya hari pertama yang dilakukan jajaran Polsek Nita setelah Maria dilaporkan tidak kunjung pulang sejak meninggalkan rumah pada 24 September 2026.

Sejak pagi, pencarian dipusatkan di sekitar wilayah Kebun Kampung Riigete. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, dipimpin langsung oleh Wakapolsek Nita AIPTU Robertus A. Djaitalsa, bersama Kanit Intel Polsek Nita, Kanit Reskrim Polsek Nita dan sejumlah anggota.
Pencarian turut didampingi pihak keluarga. Mereka menyisir lokasi yang diketahui berkaitan dengan keberadaan terakhir Maria, termasuk kawasan yang disebut pernah dilihat oleh cucunya. Namun, hingga pencarian dihentikan pada pukul 15.30 WITA, keberadaan Maria Wisang belum berhasil ditemukan.
Maria Wisang merupakan warga Riigete RT 010/RW 004, Desa Tadalado, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Perempuan kelahiran Riit, 7 Juni 1946, tersebut sehari-hari menjalani aktivitas sebagai petani dan ibu rumah tangga. Keterangan dari keluarga menyebutkan, Maria meninggalkan rumah pada 24 September 2026 sekitar pukul 08.00 WITA.
Kepergiannya saat itu bukan untuk perjalanan jauh. Maria disebut keluar rumah untuk mengikat kambing. Aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kesehariannya.
Namun, waktu terus berjalan. Maria tidak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga pun semakin besar hingga akhirnya pencarian dilakukan bersama masyarakat dan kemudian melibatkan jajaran kepolisian.
Hilangnya seorang perempuan berusia 80 tahun tentu bukan perkara sederhana. Usia lanjut membuat pencarian harus dilakukan secara cermat, terutama dengan memperhatikan berbagai kemungkinan lokasi yang dapat dijangkau korban sebelum akhirnya tidak diketahui keberadaannya.
Dalam upaya menemukan Maria, keluarga menyampaikan sejumlah ciri yang dapat menjadi petunjuk bagi masyarakat. Saat terakhir terlihat meninggalkan rumah, Maria mengenakan baju berwarna kuning dan sarung Maumere berwarna hitam putih. Secara fisik, Maria memiliki tubuh gemuk dan pendek, dengan sebagian rambutnya telah berwarna putih. Maria juga diketahui membawa tas berbahan karung plastik yang berisi sirih pinang.
Ciri-ciri tersebut kini menjadi informasi penting yang diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali Maria apabila menemukan seseorang dengan karakteristik serupa di sekitar wilayah Desa Tadalado maupun kawasan lainnya.
Keluarga berharap informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Maria dapat segera disampaikan kepada keluarga, pemerintah setempat, maupun kepolisian.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Nita bergerak melakukan penyisiran. Wakapolsek Nita Aiptu Robertus A. Djaitalsa bersama Kanit Intel, Kanit Reskrim dan anggota Polsek Nita menyusuri kawasan di sekitar lokasi terakhir Maria terlihat oleh cucunya.
Penyisiran dilakukan dengan menyisir area yang dinilai berkaitan dengan jalur atau lokasi yang kemungkinan dilalui Maria. Namun, pencarian hari pertama belum memberikan titik terang. Tidak ditemukan keberadaan Maria di lokasi yang telah disisir hingga kegiatan pencarian berakhir pada pukul 15.30 WITA.
Meski demikian, penghentian pencarian pada hari pertama bukan berarti upaya untuk menemukan Maria berhenti. Pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, Wakapolsek Nita mengimbau pihak keluarga agar segera membuat laporan resmi ke Polsek Nita terkait kejadian tersebut.
Langkah administratif dan pelaporan resmi dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dalam proses pencarian serta memungkinkan seluruh unsur terkait mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing. Keluarga juga diimbau untuk segera menginformasikan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Maumere.
Koordinasi dengan unsur pencarian dan pertolongan diharapkan dapat memperluas upaya pencarian sehingga tidak hanya bertumpu pada penyisiran yang dilakukan secara terbatas oleh keluarga maupun masyarakat.
Enam hari telah berlalu sejak Maria Wisang meninggalkan rumah. Bagi keluarga, rentang waktu tersebut tentu menjadi penantian yang tidak mudah. Setiap informasi menjadi harapan, sementara setiap lokasi yang disisir menjadi bagian dari ikhtiar untuk menemukan anggota keluarga mereka. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting.
Warga yang mengetahui keberadaan Maria atau melihat perempuan dengan ciri-ciri tubuh gemuk dan pendek, rambut sebagian memutih, mengenakan baju kuning dan sarung Maumere hitam putih, serta membawa tas berbahan karung plastik berisi sirih pinang, diharapkan segera memberikan informasi kepada keluarga atau aparat terdekat. Informasi tersebut sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian. Pihak keluarga juga terus berharap agar Maria dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Pencarian hari pertama yang dilakukan jajaran Polsek Nita bersama keluarga menjadi langkah awal dalam upaya menemukan Maria Wisang. Hasil pencarian hingga sore hari memang belum memberikan titik terang. Namun, pencarian akan kembali dilanjutkan pada 1 Oktober 2026, dengan koordinasi lebih lanjut bersama pihak keluarga dan unsur terkait.
Kasus ini sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat dan kerja bersama ketika seorang warga, terlebih warga lanjut usia, dilaporkan tidak kembali ke rumah.
Di tengah belum ditemukannya Maria, harapan keluarga masih tetap menyala. Setiap langkah penyisiran, setiap informasi dari warga, dan setiap koordinasi antarinstansi menjadi bagian dari upaya untuk menjawab satu pertanyaan yang hingga kini belum terjawab: Di mana Maria Wisang berada? Pencarian masih berlanjut. [ Cm24]


