Dua Kendaraan Bergerak, Bantuan Logistik Polres Sikka Menyasar Empat Wilayah

Polres Sikka terus bergerak memastikan bantuan logistik tidak berhenti di gudang, tetapi segera didistribusikan kepada masyarakat melalui wilayah Polsek Nelle, Kewapante, Waigete dan Pospol Nebe. Kegiatan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif.

Dua Kendaraan Bergerak, Bantuan Logistik Polres Sikka Menyasar Empat Wilayah
Tak Kenal Waktu, Polres Sikka Bergerak: Bantuan Logistik Dikirim untuk Warga di Wilayah Sikka

Maumere, 5 September 2026. Tribratanewssikka.com — Ketika bantuan dibutuhkan, waktu bukan alasan untuk berhenti bergerak. Pesan itu kembali ditunjukkan jajaran Polres Sikka dengan menggerakkan personel dan logistik bantuan untuk menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah hukum Polres Sikka.

Sabtu (5/9/2026) pagi, sejak pukul 09.00 Wita, Gedung P.A. Tiwon Polres Sikka menjadi titik awal pergerakan. Personel yang tergabung dalam Posko Siaga Gudang Logistik Bantuan Polres Sikka terlebih dahulu mengikuti apel persiapan sebelum bantuan diberangkatkan ke lapangan.

Apel dipimpin Kabag SDM Polres Sikka selaku Padal Posko Siaga Gudang Logistik, AKP Susanto, S.E., didampingi Pa Posko Siaga Gudang Logistik, IPDA Leonardus Tunga, S.M. Personel yang telah disprinkan dalam tugas siaga posko hadir untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan sesuai rencana.

 

Tak berhenti pada apel, personel langsung bergerak. Bantuan logistik dipersiapkan, dimuat, dan didroping ke dalam dua unit kendaraan roda empat (R4) untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah yang menjadi sasaran. Empat titik menjadi tujuan pergerakan bantuan tersebut, yakni Polsek Nelle, Polsek Kewapante, Polsek Waigete, serta Pospol Nebe.

 

Yang diberangkatkan bukan sekadar barang. Di balik setiap pasang sepatu, seragam dan tas sekolah, ada kebutuhan anak-anak yang harus dipenuhi agar mereka tetap memiliki perlengkapan untuk bersekolah.

 

Dalam pendistribusian kali ini, tercatat 68 pasang sepatu sekolah, 79 stel seragam sekolah, serta 84 tas sekolah dikeluarkan dari gudang penyimpanan untuk disalurkan ke wilayah hukum Polres Sikka.

 

Sementara itu, stok bantuan yang masih tersimpan juga cukup signifikan. Untuk sepatu sekolah, masih tersedia 103 pasang, terdiri atas ukuran 36 sebanyak 6 pasang, ukuran 37 sebanyak 31 pasang, ukuran 38 sebanyak 41 pasang, ukuran 39 sebanyak 13 pasang, ukuran 41 sebanyak 3 pasang, ukuran 42 sebanyak 1 pasang, ukuran 43 sebanyak 4 pasang dan ukuran 44 sebanyak 4 pasang.

 

Untuk seragam sekolah, tersisa 98 stel, dengan rincian SMP perempuan 13 stel, SMA perempuan 33 stel, SD laki-laki 10 stel, SMP laki-laki 19 stel dan SMA laki-laki 23 stel. Sedangkan tas sekolah masih tersisa 13 pcs.

 

Pergerakan logistik tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tidak berhenti di gudang. Bantuan harus bergerak, menjangkau wilayah, dan pada akhirnya diterima oleh mereka yang membutuhkan.

 

Dari gudang menuju kendaraan, dari kendaraan menuju wilayah sasaran—setiap tahapan dikawal dan dipersiapkan agar distribusi berlangsung tertib dan tepat sasaran.

 

Bagi Polres Sikka, kerja kemanusiaan tidak cukup hanya dengan memastikan bantuan tersedia. Yang lebih penting adalah memastikan bantuan itu bergerak sampai ke tangan masyarakat.

 

Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi berlangsung aman, lancar dan tertib.over  Tidak ada hambatan berarti dalam proses persiapan maupun pendistribusian bantuan.

 

Dari Gedung P.A. Tiwon pagi itu, pesan yang dikirim cukup jelas: ketika masyarakat membutuhkan, Polres Sikka tidak menunggu—personel bergerak, logistik diberangkatkan, dan bantuan terus disalurkan. [Cm24]