Tak Kenal Lelah dan Waktu, Polres Sikka Terus Bergerak: Bantuan Tiba, Logistik Mengalir untuk Korban Gempa Flores

Rangkaian penerimaan, pemindahan, penyimpanan, dan pengamanan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Flores di Kabupaten Sikka berjalan aman, lancar, dan kondusif. Sinergi personel Polres Sikka bersama unsur terkait memastikan bantuan, termasuk 16 ton logistik dari pesawat A400M, dapat diamankan dan dipersiapkan untuk segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Tak Kenal Lelah dan Waktu, Polres Sikka Terus Bergerak: Bantuan Tiba, Logistik Mengalir untuk Korban Gempa Flores
Tak Kenal Waktu, Polres Sikka Terus Bergerak: Mengawal Bantuan, Menggerakkan Logistik, Menyapa Korban Gempa Flores

Maumere, 4 September 2026. Tribratanewssikka.com— Operasi kemanusiaan di Kabupaten Sikka bergerak dalam satu irama. Sejak bantuan logistik tiba melalui pesawat TNI AU A400M di Bandara Frans Seda Maumere, aparat bersama unsur terkait langsung mengerahkan personel dan kendaraan untuk memastikan setiap bantuan tidak berhenti di landasan, tetapi benar-benar sampai ke tempat penyimpanan dan selanjutnya dapat didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

Sebanyak 16 ton barang bantuan kemanusiaan yang diangkut menggunakan pesawat TNI AU A400M dibongkar dari pesawat dan dipindahkan ke 10 unit kendaraan R6. Proses pemindahan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WITA, sebelum seluruh logistik diamankan menuju tempat penyimpanan bantuan kemanusiaan di kawasan Bandara Frans Seda.

Tidak ada ruang untuk kelengahan. Di tengah situasi pascagempa yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan, pengamanan logistik menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan. Setiap ton bantuan memiliki arti bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

 

Memasuki Jumat, 4 September 2026, pengamanan dan pendistribusian bantuan terus berlanjut. Di Kantor BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar Nomor 28, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Polres Sikka menggelar apel pengecekan personel yang ditugaskan mengamankan proses pendistribusian logistik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

 

Apel yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin oleh PA Posko, Ipda Marhasyim. Dari 17 personel yang tercantum dalam Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/343/VIII/Ops.2.1./2026, sebanyak 16 personel hadir, sementara satu personel melaksanakan tugas lain, yakni Bripka Vian Dasilva yang mendampingi tamu Propam Polda NTT.

 

Pengecekan personel tersebut bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menjadi penanda bahwa pengamanan bantuan kemanusiaan dilakukan secara terukur, dengan kekuatan personel dipastikan sebelum distribusi bergerak.

 

Pada waktu yang hampir bersamaan, BPBD Sikka juga menerima tambahan bantuan logistik dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa. Bantuan yang diterima terdiri atas 875 kilogram beras, 55 dus mi instan, 55 papan telur, serta 55 liter minyak goreng kemasan satu liter.

 

Penerimaan bantuan tersebut dipimpin Kepala Pelaksana Penerimaan dan Pendistribusian Barang Bantuan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, ST, MT, M.Sc. Pengamanan kegiatan dilakukan personel Polres Sikka berdasarkan surat perintah yang sama, sebagai bagian dari rangkaian pengamanan operasi bantuan logistik.

 

Usai diterima, bantuan kemudian diangkut menggunakan kendaraan pick-up untuk diamankan di Gudang 3 Cosik. Seluruh proses penerimaan dan pemindahan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.

 

Sementara itu, dari sisi pengamanan logistik di Bandara Frans Seda, kesiapsiagaan juga diperketat. Apel pengecekan personel Satuan Tugas Bantuan Logistik digelar sejak pukul 08.00 WITA di Bandara Frans Seda Maumere.

 

Dari total 47 personel yang tercantum dalam penugasan, sebanyak 32 personel hadir, sedangkan 15 personel tidak hadir karena berbagai alasan. Sebanyak 11 personel berada dalam status Palue/izin istirahat, sementara empat personel dilaporkan sakit, yakni Aptu Sopian Mutaqim, Aipda Julius Lu Langga, Aipda Hamka, dan Aipda Viktor Paskalis Kame.

 

Angka-angka tersebut menggambarkan besarnya kekuatan yang disiapkan untuk menopang operasi bantuan kemanusiaan di wilayah Sikka. Di satu sisi, puluhan personel harus memastikan keamanan logistik di titik kedatangan. Di sisi lain, personel juga disiagakan untuk mengawal proses penerimaan, penyimpanan hingga pendistribusian bantuan.

 

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan satu hal penting: bantuan kemanusiaan bukan hanya soal mendatangkan barang, tetapi juga memastikan barang tersebut aman, tercatat, tersimpan dan siap bergerak menuju masyarakat yang membutuhkan.

 

Dari landasan Bandara Frans Seda hingga gudang penyimpanan dan Posko BPBD Sikka, rantai pengamanan dibangun berlapis. Logistik yang datang dalam jumlah besar harus melewati proses pembongkaran, pemindahan, pengamanan, penerimaan dan penyimpanan sebelum didistribusikan.

 

Di tengah kepedihan warga akibat gempa Flores, kelancaran rantai tersebut menjadi pertaruhan. Sebab bagi masyarakat terdampak bencana, bantuan bukan sekadar angka dalam daftar logistik. Bantuan adalah kebutuhan hidup yang harus tiba tepat waktu. Hingga seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan, proses pengamanan, penerimaan dan pemindahan bantuan berlangsung aman, lancar dan kondusif.

 

Operasi kemanusiaan pun terus bergerak. Dari pesawat A400M yang menurunkan 16 ton bantuan, kendaraan-kendaraan yang mengangkutnya, hingga personel yang berdiri di garis pengamanan—semuanya bermuara pada satu tujuan: memastikan bantuan untuk korban gempa Flores tidak tersendat sebelum mencapai tangan mereka yang membutuhkan. [Cm24]