Jumat Curhat Polres Sikka: Merawat Komunikasi, Menjawab Keresahan, Memperkuat Kamtibmas
Kegiatan Jumat Curhat Sat Binmas Polres Sikka di Kelurahan Kabor menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam menyerap aspirasi dan menjawab keresahan masyarakat. Keluhan terkait musik bising hingga tengah malam dan pembuangan sampah sembarangan menegaskan bahwa kamtibmas bukan semata tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, nyaman, dan harmonis.
Maumere, 16 Oktober 2026. Tribratanewssikka.con – Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu bermula dari perkara besar. Terkadang, sumber keresahan justru hadir di depan rumah sendiri: musik yang meraung hingga tengah malam dan sampah yang dibuang tanpa memedulikan lingkungan. Persoalan sederhana yang dibiarkan berlarut-larut dapat merusak kenyamanan, memicu perselisihan, bahkan menggerus keharmonisan antarwarga.

Persoalan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat Sat Binmas Polres Sikka bersama masyarakat RT 005/RW 005, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (16/10/2026), pukul 09.30 WITA.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tatap muka formalitas. Jumat Curhat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbicara terbuka, menyampaikan keresahan, sekaligus membangun komunikasi langsung dengan kepolisian mengenai persoalan nyata yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal.
Dalam dialog itu, seorang warga bernama Kamelus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia berterima kasih atas upaya kepolisian dalam membangun sinergi, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum. Namun, apresiasi tersebut juga disertai keluhan yang membutuhkan perhatian serius.
Musik keras hingga tengah malam dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi dua persoalan yang disuarakan warga. Keluhan tentang musik dengan volume tinggi hingga larut malam menyentuh persoalan mendasar dalam kehidupan bertetangga: hak untuk menikmati hiburan tidak boleh mengabaikan hak orang lain untuk beristirahat dengan tenang. Demikian pula dengan sampah yang dibuang sembarangan. Perilaku yang dianggap sepele oleh pelakunya dapat menjadi sumber ketidaknyamanan dan mencerminkan lemahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan bersama.
Pesannya jelas: menjaga kamtibmas bukan semata-mata urusan polisi. Ketertiban juga menuntut kesadaran setiap warga untuk menghormati sesama, menaati aturan, dan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas Polres Sikka turut memberikan edukasi mengenai peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dampak negatif minuman keras, serta sosialisasi KUHP dan KUHAP yang baru. Warga juga mendapatkan informasi mengenai layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana untuk menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan laporan.
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Melalui komunikasi dua arah, polisi dapat memahami persoalan yang berkembang di lingkungan warga, sementara masyarakat memperoleh kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Namun, esensi Jumat Curhat tidak berhenti pada mendengar dan mencatat keluhan. Aspirasi yang disampaikan masyarakat perlu menjadi perhatian dan, sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku, ditindaklanjuti melalui langkah yang tepat. Sebab, kepercayaan publik tumbuh bukan hanya karena polisi hadir, melainkan juga karena masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Bintibmas Aiptu Gabrielis Ivony Making, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, Kanit Binkamsa Aipda Julius Lu Langga, Kaur Mintu Sat Binmas Aipda Ridwan, Bamin Sat Binmas Bripka Vera Hehanussa dan Bripda Emanuel Rikardo, serta warga RT 005 Kelurahan Kabor.
Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Sikka mendorong penguatan sinergi antara Polri dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Warga pun menyampaikan terima kasih atas kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama menjaga kamtibmas. Jumat Curhat berakhir pada pukul 10.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang seberapa cepat polisi bertindak ketika masalah muncul, tetapi juga tentang seberapa kuat masyarakat dan kepolisian membangun kesadaran sebelum persoalan berkembang. Dari Kelurahan Kabor, pesan itu kembali ditegaskan: jangan menunggu konflik membesar untuk mulai peduli. Hormati waktu istirahat tetangga, jaga kebersihan lingkungan, dan jadikan kepedulian sebagai fondasi hidup bersama.
Karena lingkungan yang nyaman tidak lahir dari tuntutan semata, melainkan dari kesediaan setiap orang untuk menghormati hak orang lain. Di situlah kemitraan Polri dan masyarakat menemukan maknanya—hadir bukan sekadar untuk mendengar keluhan, tetapi mendorong tumbuhnya tanggung jawab bersama demi kamtibmas yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Jumat Curhat Polres Sikka: mendengar keresahan warga, memperkuat kemitraan, dan mengingatkan bahwa ketertiban dimulai dari diri sendiri. [Cm24]
"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"


