Bangun Generasi Berkarakter, Polres Sikka Polda NTT Gaungkan Anti-Bullying dan Bijak Bermedsos
Kegiatan apel bendera dan sosialisasi anti-bullying yang dipimpin Kasat Binmas Polres Sikka di SMK dan SMP Cerdas Bangsa Waiara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui himbauan tentang bijak bermedia sosial, disiplin, pencegahan bullying, serta kewaspadaan terhadap tindak pidana, diharapkan para pelajar mampu membentuk karakter yang positif, menjaga persatuan, serta menjadi pelopor
Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026 – Upaya membangun karakter generasi muda yang disiplin, cerdas, dan berintegritas terus dilakukan oleh jajaran Polres Sikka. Pada Senin pagi (23/02/2026) pukul 07.15 Wita, Satuan Binmas Polres Sikka melaksanakan kegiatan menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam apel bendera bersama yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di SMK dan SMP Cerdas Bangsa, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sikka, AKP Donatus Paru. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran hukum serta karakter pelajar sejak dini.
Sejak awal pelaksanaan upacara, suasana berlangsung khidmat dan tertib. Ratusan pelajar mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, didampingi para guru dan staf sekolah. Kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan sekolah bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, melainkan membawa pesan moral dan edukatif yang kuat bagi generasi muda.
Dalam amanatnya, Kasat Binmas menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap jejak digital yang ditinggalkan tidak akan pernah benar-benar hilang dan dapat berdampak hukum apabila disalahgunakan. Para pelajar diimbau untuk berpikir sebelum bertindak, menyaring sebelum berbagi, serta menjadikan media sosial sebagai sarana yang positif dan produktif.
Selain itu, aspek kedisiplinan juga menjadi sorotan utama. Disampaikan bahwa disiplin merupakan fondasi dasar dalam membentuk pribadi yang tangguh, berdedikasi, serta mampu bersaing di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Pelajar diajak untuk mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru, serta menjaga sikap dan perilaku di lingkungan sosial.
Tak kalah penting, sosialisasi juga menyinggung kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian. Para siswa diingatkan untuk menjaga barang-barang berharga seperti telepon genggam dan perhiasan agar tidak memancing niat pelaku kejahatan. Kesadaran menjaga diri dan lingkungan menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Isu bullying menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Kasat Binmas menegaskan bahwa tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial, merupakan perilaku yang tidak dapat ditoleransi. Para pelajar diajak untuk menjadikan ikrar pelajar sebagai pedoman dalam bertindak serta membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan memperkuat persatuan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Fokuslah pada kegiatan belajar, isi waktu dengan aktivitas positif, dan bangun karakter yang kuat agar mampu menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan daerah,” pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kaurmintu AIPDA Ridwan, Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep Puri Koles, S.H., Bintara Sat Binmas BRIPKA Vera Hehanusa, serta para guru SMK dan SMP Cerdas Bangsa Waiara. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 08.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi tertanam menjadi nilai yang dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.
Langkah preventif seperti ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Dimulai dari lingkungan sekolah, ditanamkan sejak usia dini, demi terciptanya generasi yang berkarakter, beretika, dan bebas dari praktik bullying. [CM24]


