Kapolres Sikka Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis, Tegaskan Pesan Humanis: “Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat”

Upacara serah terima jabatan Kasat Polairud, Kapolsek Waigete, dan Kapolsek Paga di Polres Sikka menjadi bagian dari penyegaran organisasi guna memperkuat pelayanan dan stabilitas kamtibmas. Kapolres Sikka menekankan kepada pejabat baru agar cepat beradaptasi, memperkuat sinergi dengan masyarakat dan unsur Forkopimcam, serta mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengabaikan ketegasan hukum, dengan pesan utama: “Jangan pernah menyakiti hati rakyat.”

Kapolres Sikka Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis, Tegaskan Pesan Humanis: “Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat”
Pejabat Baru Resmi Bertugas, Kapolres Sikka Titip Pesan Keras soal Pelayanan kepada Masyarakat

Tribratanewssikka.com - Maumere, 21 Mei 2026 — Dinamika organisasi di tubuh kepolisian kembali bergerak. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks serta kebutuhan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polres Sikka melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab) bagi tiga posisi strategis, yakni Kasat Polairud, Kapolsek Waigete, dan Kapolsek Paga, Kamis (21/5/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat di Aula P.A. Tiwon Polres Sikka, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 01, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka itu dipimpin langsung oleh AKBP Bambang Supeno, S.I.K., selaku Inspektur Upacara.

Tepat pukul 08.40 WITA, prosesi dimulai dalam balutan nuansa disiplin khas institusi kepolisian. Barisan peserta upacara yang terdiri dari perwira, personel Sat Polairud, Sat Samapta, Satlantas, staf gabungan, personel fungsi operasional hingga Bhayangkari tampak memenuhi aula dengan formasi tertib, menandai momentum penting estafet kepemimpinan di lingkungan Polres Sikka.

 

Mutasi jabatan kali ini bukan sekadar pergantian kursi struktural. Lebih dari itu, pergantian tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat soliditas internal, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menjawab tantangan keamanan di wilayah hukum Polres Sikka yang terus berkembang.

 

Prosesi sertijab berlangsung melalui tahapan formal yang sarat makna kelembagaan. Mulai dari penghormatan pasukan kepada inspektur upacara, pembacaan keputusan Kapolda NTT, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, sumpah jabatan, dan pakta integritas.

 

Pergantian pejabat tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda NTT Nomor: Kep/378/IV/2026 tertanggal 30 April 2026. Pada jabatan Kapolsek Waigete, I Wayan Artawan, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Waigete Polres Sikka, mendapat amanah baru sebagai Kasikum Polres Sikka. Posisi yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Muhammadong, yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud Polres Sikka.

 

Sementara itu, tongkat komando Kasat Polairud Polres Sikka resmi diserahterimakan kepada Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, yang sebelumnya menjabat Ps. Kasintel Air Subdit Gakkum Dit Polairud Polda NTT.

 

Di sektor wilayah selatan Kabupaten Sikka, jabatan Kapolsek Paga kini diemban oleh Hasan Sabon, menggantikan Alwan Dimas Saputra, yang memperoleh penugasan baru sebagai Ps. Panit 1 Unit 1 Subdit 2 Ditreskrimum Polda NTT.

 

Dalam amanatnya, Kapolres Sikka menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan sesuatu yang lumrah dalam institusi kepolisian. Menurutnya, rotasi jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran, pengembangan karier, sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kapolres di hadapan seluruh peserta upacara.

 

Pernyataan tersebut menjadi penekanan moral bahwa jabatan bukan sekadar simbol kewenangan, melainkan ruang pengabdian yang menuntut integritas, tanggung jawab, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat secara nyata.

 

Kepada pejabat lama, Kapolres menyampaikan apresiasi atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Sikka. Berbagai terobosan dalam menjaga stabilitas kamtibmas dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap situasi keamanan daerah yang tetap kondusif.

 

Namun sorotan utama amanat Kapolres tertuju kepada para pejabat baru. Dengan nada tegas namun penuh pesan humanis, Kapolres meminta agar para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik sosial masyarakat, serta memperkuat pola komunikasi dengan seluruh elemen daerah.

 

Khusus kepada Kasat Polairud yang baru, Kapolres memberikan perhatian serius terhadap pengawasan wilayah perairan. Ia meminta peningkatan patroli, penguatan sinergi bersama masyarakat pesisir, hingga antisipasi terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum di laut.

 

Sementara bagi Kapolsek Waigete dan Kapolsek Paga, pesan yang diberikan tidak kalah penting: mengenali peta kerawanan wilayah, memperkuat koordinasi dengan Forkopimcam, serta membangun komunikasi intensif bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama.

 

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, Kapolres juga menekankan pentingnya cooling system sebagai pendekatan menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kalimat paling kuat dalam amanat itu pun mencuri perhatian.

 

“Jangan pernah menyakiti hati rakyat. Hadirilah sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum,” pesan Kapolres.

 

Pesan tersebut menjadi semacam garis komando moral bagi seluruh pejabat baru di lingkungan Polres Sikka: bahwa pendekatan humanis bukan berarti lemah, dan ketegasan hukum tidak boleh menghilangkan rasa kemanusiaan.

 

Sertijab yang berlangsung sekitar 25 menit itu berakhir pada pukul 09.05 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Polres Sikka, perwira, kapolsek jajaran, hingga personel kepolisian dari berbagai satuan fungsi.

 

Di balik seremoni serah terima jabatan itu, terselip harapan besar publik: hadirnya kepemimpinan baru yang lebih responsif, profesional, dan mampu menjawab tantangan keamanan masyarakat secara presisi.

 

Sebab pada akhirnya, rotasi jabatan bukan semata pergantian nama di balik meja kerja—melainkan tentang bagaimana kepercayaan institusi diterjemahkan menjadi pengabdian nyata bagi rakyat. [Cm24]