Pengamanan Maksimal, Maumere Tunjukkan Kesiapan Terima Wisatawan Internasional

Kedatangan Kapal Pesiar Asing M.Y Paspaley Pearl di Pelabuhan L. Say Maumere berjalan aman, tertib, dan lancar. Rangkaian kegiatan wisata budaya di Kabupaten Sikka terlaksana sesuai rencana dengan pengamanan terpadu lintas instansi. Kunjungan ini menjadi momentum positif dalam memperkuat citra Maumere sebagai destinasi wisata internasional sekaligus mendorong promosi budaya serta perekonomian masyarakat lokal.

Pengamanan Maksimal, Maumere Tunjukkan Kesiapan Terima Wisatawan Internasional
Kapal Pesiar Asing M.Y Paspaley Pearl Sandar di Pelabuhan L. Say Maumere, Wisatawan Nikmati Pesona Budaya Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere — Pelabuhan L. Say Maumere kembali menjadi gerbang persinggahan wisata internasional. Pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, sekitar pukul 06.45 WITA, sebuah kapal pesiar asing M.Y Paspaley Pearl resmi sandar di Pelabuhan L. Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membawa rombongan wisatawan mancanegara untuk menikmati kekayaan budaya dan destinasi unggulan daerah.

Kapal berbendera asing tersebut dinakhodai oleh Kapten Claudiu Gelu Dunose, berkebangsaan Marshall Island, dengan rute pelayaran sebelumnya dari Riung, Kabupaten Ngada. Kedatangan kapal ini menandai kembali aktifnya jalur kunjungan wisata bahari internasional di wilayah Maumere dan sekitarnya.

 

Proses sandarnya kapal berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan terpadu. Kedatangan M.Y Paspaley Pearl disambut langsung oleh sejumlah pejabat dan instansi terkait, di antaranya General Manager PT Pelindo Maumere Angga Prabawa, S.E., Kepala KSOP Maumere Ryan Partigor Hutabarat, Kepala Cabang PT Pelni Maumere Apul Gerfasius Naibaho, S.H., serta petugas dari Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pelindo, Pelni, KP3 Laut, dan TNI AL Maumere.

 

Setelah kapal bersandar, pada pukul 07.05 WITA dilakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian terhadap para wisatawan mancanegara dan kru kapal oleh Petugas Imigrasi Kelas II TPI Maumere. Pemeriksaan ini dilaksanakan secara terpadu bersama petugas Syahbandar, PT Pelni Maumere, serta Karantina Kesehatan Pelabuhan guna memastikan seluruh prosedur keimigrasian dan kesehatan berjalan sesuai ketentuan.

 

Berdasarkan data manifest terbaru, sebanyak 10 orang wisatawan mancanegara turun dari kapal pada pukul 08.00 WITA. Para wisatawan kemudian diarahkan menuju satu unit bus yang telah disiapkan panitia untuk mengikuti rangkaian kegiatan wisata budaya di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Sanggar Budaya Lepo Lorun di Desa Dokar, Kecamatan Nita. Di lokasi ini, para wisatawan disambut secara adat sebagai tamu kehormatan kampung. Berbagai pertunjukan seni tradisional turut ditampilkan, mulai dari tarian adat, nyanyian daerah, hingga musik tradisional, yang mencerminkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat Sikka. Selain itu, hasil kerajinan tangan dan souvenir lokal juga dipamerkan dan ditawarkan kepada wisatawan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

 

Rombongan selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Taman Doa Nilo di Desa Wuluwutik, Kecamatan Nita, sebuah destinasi wisata religi yang menawarkan suasana hening dan panorama alam yang asri. Kunjungan ini memberikan pengalaman spiritual sekaligus memperkenalkan sisi religius dan kearifan lokal masyarakat Sikka kepada wisatawan mancanegara.

 

Tidak hanya itu, rombongan wisatawan juga dijadwalkan mengunjungi Rumah Apung Wuring Laut yang terletak di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Destinasi ini dikenal sebagai ikon wisata bahari berbasis permukiman pesisir yang unik, sekaligus menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Maumere yang harmonis dengan laut.

 

Seluruh rangkaian kegiatan wisata budaya tersebut berlangsung selama satu hari. Diperkirakan pada pukul 12.20 WITA, rombongan wisatawan kembali ke Pelabuhan L. Say Maumere. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WITA, Kapal M.Y Paspaley Pearl dijadwalkan meninggalkan Pelabuhan L. Say Maumere untuk melanjutkan pelayaran menuju Lamakera, Lewoleba, Kabupaten Lembata.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh Pospol KP3 Laut di bawah pimpinan AIPTU P. N. B. Harving bersama lima personel, didukung oleh Lanal Maumere, KSOP Maumere, KKP Maumere, PT Pelni Maumere, serta Petugas Imigrasi.

 

Kedatangan Kapal Pesiar Asing M.Y Paspaley Pearl ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Kabupaten Sikka, tetapi juga menunjukkan kesiapan daerah dalam menerima kunjungan wisata internasional secara aman, tertib, dan berstandar. Diharapkan, kunjungan ini dapat semakin memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Sikka ke kancah global, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. [CM24