Polairud Sikka Turun Tangan, 1.200 Fragmen Karang Ditanam di Teluk Maumere: Menjaga Laut, Menyelamatkan Masa Depan
Kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Teluk Maumere menjadi wujud nyata kolaborasi lintas pihak dalam menjaga ekosistem laut, dengan penanaman 1.200 fragmen karang sebagai langkah strategis memulihkan habitat biota dan menjamin keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Mei 2026 — Upaya menjaga kelestarian laut di Kabupaten Sikka kembali diperkuat melalui aksi nyata di perairan Teluk Maumere. Pada Sabtu (2/5/2026),

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sikka bersama Crew Kapal Patroli Marnit Sikka ambil bagian dalam kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang digelar di pesisir Pantai Budisun, Desa Wairbleler, Kecamatan Waegete.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA ini bukan sekadar seremoni lingkungan. Sebanyak 1.200 fragmen karang berhasil ditanam menggunakan 100 unit media spider, sebuah metode transplantasi yang terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan ekosistem terumbu karang yang rusak.
Aksi ini diselenggarakan oleh Yayasan Ararat Coral Gardener dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari personel Polairud, BKSDA Maumere, komunitas pecinta alam dari Universitas Nusa Nipa dan Muhammadiyah, hingga relawan lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi gambaran nyata bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama. Sejak pagi hari, suasana pesisir Pantai Budisun tampak sibuk.
Personel gabungan terlihat mempersiapkan media transplantasi dan mengikat fragmen karang dengan teliti pada rangka spider. Proses ini menjadi tahap krusial sebelum karang-karang tersebut “ditanam” kembali ke dasar laut.
Memasuki pukul 10.00 WITA, tim penyelam yang terdiri dari Crew Kapal Marnit Sikka dan komunitas diving mulai bergerak ke bawah permukaan laut. Dengan peralatan selam lengkap, mereka secara bertahap memasang media-media tersebut di titik-titik yang telah ditentukan. Di balik keheningan bawah laut, upaya penyelamatan ekosistem itu berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan dedikasi tinggi.
Kasat Polairud Polres Sikka IPTU Muhammadong dalam keterangannya menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir dan laut.
“Terumbu karang memiliki peran vital sebagai habitat biota laut serta sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi langsung dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam.
Teluk Maumere sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi di Nusa Tenggara Timur. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tekanan lingkungan seperti perubahan iklim, aktivitas manusia, dan kerusakan habitat telah menjadi ancaman serius bagi kelangsungan terumbu karang di wilayah tersebut.
Karena itu, langkah rehabilitasi seperti yang dilakukan di Pantai Budisun menjadi sangat penting. Selain memulihkan ekosistem, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut sebagai warisan bersama.
Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Di balik lelah yang menyertai, tersimpan harapan besar—bahwa fragmen-fragmen karang yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi benteng kehidupan laut di masa depan.
Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, aksi kecil namun konsisten seperti ini menjadi penanda bahwa harapan itu masih ada—dan sedang diperjuangkan, satu fragmen karang dalam satu waktu. [Cm24]


