Polres Sikka Jadi Motor Ketahanan Pangan, 6.500 Tomat Servo Ditanam di Magepanda
Kegiatan penanaman 6.500 tomat servo di Desa Woda Mude menjadi wujud nyata sinergi Polri dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Meski menghadapi kendala hama dan keterbatasan sarana, kegiatan berjalan aman, mendapat respon positif warga, serta diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 5 Mei 2026 – Komitmen Polres Sikka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di tingkat desa. Bhabinkamtibmas Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, AIPTU Didit Yulianto, turun langsung mendampingi kegiatan penanaman simbolis hortikultura berupa tomat servo di lahan BUMDes “Semangat Baru”, Jumat (1/5/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Kolibewa ini menjadi bagian dari upaya strategis mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis masyarakat desa. Di atas lahan seluas kurang lebih seperempat hektare, sebanyak 6.500 bibit tomat servo ditanam sebagai langkah awal pengembangan pekarangan bergizi yang produktif.
Tidak sekadar seremoni, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat mencerminkan peran aktif Polri sebagai penggerak sekaligus pendamping pembangunan di sektor pertanian. AIPTU Didit Yulianto secara langsung melakukan monitoring sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar mampu mengelola lahan secara optimal, efektif, dan ramah lingkungan.
“Program ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana masyarakat mampu mandiri secara pangan dan meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan lahan yang ada,” ungkapnya di sela kegiatan.
Lahan yang digunakan merupakan milik warga yang dikontrak oleh BUMDes Desa Woda Mude, dengan status kepemilikan bersertifikat. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, digunakan pupuk NPK dan Urea sebanyak 50 kilogram, serta penyemprotan Antrakol sebagai langkah preventif terhadap serangan penyakit tanaman.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur penting di tingkat desa dan kecamatan, antara lain Kepala Desa Woda Mude, Kepala BUMDes, Ketua BPD, Bhabinsa, serta Ketua BPP Kecamatan Magepanda. Sinergi lintas sektor ini memperkuat upaya bersama dalam mendorong keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Respon positif datang dari masyarakat setempat. Warga menyambut baik kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra dalam pembangunan. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Namun demikian, di balik semangat tersebut, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi para petani. Keterbatasan obat pembasmi hama, khususnya untuk mengatasi serangan pada daun dan buah, menjadi tantangan utama. Selain itu, tanaman tomat juga mulai terdampak hama karat daun yang berpotensi mengganggu produktivitas jika tidak segera ditangani.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, kegiatan penanaman ini tetap berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi energi positif dalam membangun kemandirian desa, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Langkah kecil dari Desa Woda Mude ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional sejatinya dibangun dari desa—dari lahan-lahan sederhana yang dikelola dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama. [Cm24]


