Propam Bergerak, Pelanggaran Dibidik: Polres Sikka Perketat Disiplin Internal Leawa Ops Gaktibplin
Pelaksanaan Operasi Gaktibplin oleh Propam Polres Sikka di bawah pimpinan AKP Fransiskus Somba Say menjadi langkah tegas dan preventif dalam menekan pelanggaran disiplin personel, memperkuat pengawasan internal, serta menjaga marwah institusi Polri. Melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap anggota Polres dan Polsek jajaran, Polres Sikka menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia Polri yang disiplin, profesional, berintegritas, dan tetap dipercaya masyarakat.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 18 Mei 2026 — Komitmen menjaga kehormatan institusi dan memperketat disiplin internal kembali ditegaskan jajaran Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka. Di bawah komando Kasie Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus Somba Say, operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) digelar secara menyeluruh terhadap seluruh personel Polres Sikka hingga anggota Polsek jajaran, Senin (18/5/2026), di lapangan apel Markas Komando Polres Sikka.
Bukan sekadar agenda rutin atau formalitas belaka, operasi ini hadir sebagai pesan tegas bahwa tidak ada ruang toleransi terhadap pelanggaran disiplin di tubuh Polri. Di tengah ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap profesionalisme aparat penegak hukum, Propam tampil di garda terdepan memastikan setiap personel tetap berjalan pada rel aturan, etika, dan tanggung jawab profesi.
Sejak pagi hari, suasana lapangan apel Mapolres Sikka tampak berbeda. Seluruh personel, baik anggota Polres maupun Polsek jajaran, mengikuti rangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara detail dan terukur. Dengan pengawasan langsung Kasie Propam bersama anggota Propam, pemeriksaan dilakukan menyasar berbagai aspek kedisiplinan personel, mulai dari sikap tampang, kerapian penggunaan seragam dinas, kelengkapan administrasi pribadi, identitas anggota, surat-surat kendaraan, hingga kepatuhan terhadap standar operasional dan aturan internal kepolisian.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Bagi institusi sebesar Polri, disiplin bukan hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan pondasi moral yang menentukan wajah pelayanan kepolisian di mata masyarakat. Ketika disiplin mulai longgar, maka kepercayaan publik perlahan ikut tergerus. Karena itu, pengawasan internal menjadi instrumen penting untuk mencegah sejak dini munculnya pelanggaran yang berpotensi mencoreng nama baik institusi.
AKP Fransiskus Somba Say menegaskan bahwa pelaksanaan Gaktibplin merupakan bentuk pengawasan preventif sekaligus pengingat bagi seluruh personel bahwa tanggung jawab sebagai anggota Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan internal yang melekat dalam kehidupan kedinasan sehari-hari.
Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran terhadap pelanggaran sekecil apa pun. Sebab, pelanggaran kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi persoalan besar yang berdampak pada turunnya integritas lembaga. Karena itu, Propam hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pengingat moral agar setiap anggota tetap menjaga profesionalisme dan kehormatan seragam yang dikenakan.
“Disiplin adalah cermin profesionalisme anggota Polri. Ketika anggota disiplin, maka pelayanan kepada masyarakat berjalan baik, kepercayaan publik meningkat, dan institusi akan tetap berdiri dengan kehormatannya,” menjadi semangat yang terus dibangun dalam pengawasan internal di lingkungan Polres Sikka.
Operasi Gaktibplin ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia Polri agar tetap adaptif, profesional, dan berintegritas di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks. Sebagai aparat penegak hukum, anggota Polri dituntut tidak hanya tegas kepada masyarakat dalam menegakkan aturan, tetapi juga tegas terhadap dirinya sendiri dalam mematuhi setiap regulasi institusi.
Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan keseriusan Polres Sikka dalam membangun budaya organisasi yang sehat—budaya yang menempatkan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab sebagai nilai utama pengabdian. Tidak cukup hanya hadir dan menjalankan tugas, setiap personel dituntut menjaga etika, penampilan, sikap, serta keteladanan di tengah masyarakat.
Di balik ketegasan pemeriksaan itu, terselip satu pesan besar: marwah institusi Polri adalah harga mati yang harus dijaga bersama. Sebab, citra kepolisian tidak hanya dibangun oleh kebijakan besar atau operasi lapangan, tetapi juga oleh kedisiplinan sederhana setiap anggota dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dengan digelarnya Operasi Gaktibplin secara konsisten dan berkelanjutan, Polres Sikka berharap mampu menekan angka pelanggaran internal, memperkuat pengawasan personel, sekaligus melahirkan anggota Polri yang semakin presisi, humanis, profesional, dan dipercaya masyarakat. [Cm24]


