Ratusan Penumpang Membludak, Aparat Gabungan Pastikan Kedatangan KM Dharma Rucitra VII Aman dan Lancar

Kegiatan pengamanan kedatangan KM Dharma Rucitra VII di Pelabuhan Laurens Say Maumere pada Senin (18/5/2026) berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Sinergi personel gabungan dari KP3 Laut, Lanal, KSOP, KKP, serta Karantina berhasil memastikan kelancaran proses bongkar muat 412 penumpang dan puluhan kendaraan tanpa kendala, sekaligus menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif di kawasan pelabuhan.

Ratusan Penumpang Membludak, Aparat Gabungan Pastikan Kedatangan KM Dharma Rucitra VII Aman dan Lancar
Pengamanan Ketat Kedatangan KM Dharma Rucitra VII di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Ratusan Penumpang dan Puluhan Kendaraan Tiba Aman

Tribratanewssikka.com - Maumere, 18 Mei 2026 – Aktivitas di kawasan Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kabupaten Sikka, tampak lebih sibuk dari biasanya pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Kapal penumpang KM Dharma Rucitra VII dengan voyage S18 yang melayani rute Surabaya – Labuan Bajo – Maumere sandar dengan aman di dermaga pelabuhan sekitar pukul 08.00 WITA, membawa ratusan penumpang serta puluhan kendaraan yang menjadi denyut mobilitas masyarakat lintas wilayah.

Di tengah padatnya arus kedatangan, aparat keamanan bergerak cepat memastikan seluruh rangkaian aktivitas pelabuhan berlangsung tanpa hambatan. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Pos Pengamanan KP3 Laut bersama unsur lintas instansi, mulai dari TNI AL, KSOP, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), hingga Karantina Hewan dan Tumbuhan. Kehadiran aparat di setiap titik strategis pelabuhan menjadi langkah antisipatif untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran proses bongkar muat penumpang maupun kendaraan.

Data manifes mencatat, KM Dharma Rucitra VII mengangkut total 412 penumpang, terdiri dari penumpang kelas ekonomi tidur dan ekonomi duduk. Pada kategori ekonomi tidur tercatat sebanyak 253 penumpang dewasa, 17 anak-anak, dan 3 bayi, sementara kelas ekonomi duduk mengangkut 52 penumpang dewasa, 2 anak-anak, dan 1 bayi. Selain itu, terdapat 84 awak kendaraan yang turut berada dalam pelayaran tersebut, menandakan tingginya mobilitas logistik dan transportasi antarwilayah melalui jalur laut.

 

Tak hanya membawa penumpang, kapal milik armada pelayaran nasional itu juga mengangkut sejumlah kendaraan dengan berbagai kategori golongan. Tercatat 15 unit kendaraan Golongan IIA, 1 unit Golongan IIB, 8 unit Golongan IIIA disertai 12 penumpang, 4 unit Golongan IIIB, 8 unit Golongan IVB, serta 40 unit kendaraan Golongan VB. Besarnya volume kendaraan yang tiba di Maumere menunjukkan peran vital transportasi laut sebagai jalur distribusi utama kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Flores.

 

Dalam pelaksanaan pengamanan, Pos Pam KP3 Laut menerjunkan enam personel yang dipimpin langsung oleh AIPTU P.N.B. Harving selaku Kepala Pos. Sejumlah personel turut dikerahkan untuk memperkuat pengamanan, yakni AIPDA Ida Bagus Gede Juliana, BRIPKA Hasani H. Husen, BRIPKA Arnold B. Ludassos, S.H., BRIGPOL M. Idrus, dan BRIGPOL Ronaldo L.N. Rodriguez. Pengamanan juga diperkuat oleh dua personel Lanal Maumere, empat personel KSOP, dua petugas KKP Maumere, serta dua personel Karantina Hewan dan Tumbuhan, membentuk koordinasi lintas sektoral yang solid dalam menjaga stabilitas kawasan pelabuhan.

 

Di sisi operasional kapal, aktivitas pelayanan dipimpin oleh petugas kapal dan operator lapangan yang memastikan proses embarkasi serta bongkar muat berjalan sesuai prosedur. Personel operasional yang bertugas di antaranya D1 Iwan Prasetyo, S.T., petugas P1 Vandi dan Rendo, petugas P2 Antok dan Busli, serta LJS Adit.

 

Proses bongkar muat berlangsung tertib hingga selesai pada pukul 10.00 WITA. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun hambatan berarti selama proses kedatangan berlangsung. Situasi di kawasan pelabuhan tetap terkendali, dengan aktivitas penumpang dan distribusi kendaraan berjalan lancar di bawah pengawasan aparat.

 

Kehadiran aparat gabungan dalam pengamanan kedatangan KM Dharma Rucitra VII tidak sekadar menjadi rutinitas pengawasan pelabuhan, tetapi juga bagian dari komitmen menjaga rasa aman masyarakat di pintu masuk utama Kabupaten Sikka. Di tengah meningkatnya aktivitas transportasi laut, kesiapsiagaan personel menjadi elemen penting dalam memastikan mobilitas manusia dan barang tetap berlangsung aman, tertib, serta bebas dari potensi gangguan kamtibmas.

 

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan dalam situasi yang aman dan kondusif, pengamanan kedatangan KM Dharma Rucitra VII kembali menegaskan bahwa sinergitas antarinstansi di Pelabuhan Laurens Say Maumere berjalan efektif, menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pelayanan transportasi laut di wilayah timur Indonesia. [Cm24]