Saat Warga Tertimpa Musibah, Jajaran Polres Sikka Polda NTT Hadir Tinjau dan Koordinasikan Bantuan
Peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin, 9 Maret 2026 di Dusun Dobo, Desa Iantena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka mengakibatkan 9 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang hingga rusak berat. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp45.000.000. Saat ini situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, sementara Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa telah melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sikka guna penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 10 Maret 2026 – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Dusun Dobo, Desa Iantena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, pada Senin siang (9/3/2026).

Peristiwa alam tersebut menyebabkan sedikitnya sembilan unit rumah milik warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat.
Berdasarkan laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Iantena, kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA ketika hujan lebat disertai tiupan angin kencang melanda kawasan tersebut.
Kuatnya hembusan angin mengakibatkan sejumlah bagian rumah warga, terutama atap dan dinding rumah semi permanen, tidak mampu menahan terpaan angin sehingga mengalami kerusakan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Selasa pagi (10/3/2026) sekitar pukul 08.30 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Iantena langsung turun ke lokasi kejadian di RT 002/RW 001 Dusun Dobo untuk melakukan peninjauan serta pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak bencana.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak sembilan rumah warga mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kerusakan cukup berat pada bagian atap dan struktur bangunan. Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Adapun warga yang rumahnya terdampak antara lain Maria Dince (59), Wihelmus Wilem (56), Jupita (42), Agustina Ana (57), Maria Dona Ines (55), Ignasius Nong Trisman Koda (52), Markus Moan Tali (58), Maria Domitila (51), serta Ferdiana (60). Kesembilan warga tersebut merupakan petani yang berdomisili di Dusun Dobo, Desa Iantena.
Sebagian besar rumah yang terdampak merupakan rumah semi permanen yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Kerugian materiil yang dialami masing-masing korban diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta, sehingga total kerugian keseluruhan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Saat dilakukan peninjauan oleh Bhabinkamtibmas bersama aparat pemerintah desa, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Cuaca pada saat itu sudah berangsur cerah, meskipun angin kencang masih sesekali bertiup di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan masih berupaya membersihkan sisa-sisa material bangunan yang rusak sambil menunggu adanya bantuan. Berdasarkan informasi di lapangan, bantuan dari pemerintah baik tingkat desa maupun kabupaten belum diterima oleh para korban.
Sebagai langkah awal penanganan, Bhabinkamtibmas Desa Iantena bersama pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sikka guna melaporkan kondisi warga terdampak sekaligus mengupayakan bantuan bagi para korban.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara waktu menempati rumah keluarga terdekat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki periode cuaca yang tidak menentu. Warga diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi bangunan rumah serta mengutamakan keselamatan apabila terjadi hujan lebat dan angin kencang.
Sementara itu, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pemantauan situasi di wilayah Desa Iantena serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan terhadap warga terdampak dapat segera dilakukan. [Cm24]


