Usai Menuntaskan Agenda di Maumere, Wapres Gibran Bertolak ke Labuan Bajo Temui Warga Terdampak Gempa Flores

Keberangkatan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama 52 orang rombongan dari Maumere menuju Labuan Bajo berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian pergerakan sejak penginapan hingga pesawat lepas landas dari Bandara Frans Seda pada pukul 07.29 WITA berjalan sesuai rencana tanpa adanya gangguan menonjol.

Usai Menuntaskan Agenda di Maumere, Wapres Gibran Bertolak ke Labuan Bajo Temui Warga Terdampak Gempa Flores
Dari Maumere ke Labuan Bajo, Wapres Gibran Bergerak Menyapa Warga Terdampak Gempa Flores

Maumere, 21 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, B.Sc., resmi meninggalkan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026) pagi. Setelah menjalani seluruh agenda kunjungan di Maumere, Wapres bersama rombongan bertolak dari Bandara Frans Seda Maumere menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Keberangkatan orang nomor dua di Republik Indonesia tersebut berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan terkendali. Tidak ada gangguan menonjol yang mewarnai rangkaian pergerakan Wapres sejak meninggalkan tempat penginapan hingga pesawat yang ditumpanginya mengudara meninggalkan wilayah Kabupaten Sikka.

 

Rangkaian keberangkatan dimulai sejak pukul 06.45 WITA. Wapres Gibran bersama rombongan meninggalkan Penginapan Lopo Bispu Keuskupan Maumere menuju Bandara Frans Seda Maumere.

 

Pergerakan rombongan berlangsung dengan pengamanan yang terkoordinasi. Setiap tahapan keberangkatan berjalan sesuai dengan rangkaian yang telah dipersiapkan, sehingga perjalanan dari lokasi penginapan menuju bandara dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

 

Sekitar 25 menit kemudian, tepat pukul 07.10 WITA, Wapres beserta rombongan tiba di Bandara Frans Seda Maumere. Setibanya di kawasan bandara, Wapres langsung menuju pesawat yang telah disiapkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo.

 

Keberangkatan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kunjungan Wapres Gibran di Kabupaten Sikka. Aktivitas di lingkungan bandara berlangsung dalam situasi kondusif, dengan seluruh unsur terkait menjalankan tugas dan fungsi masing-masing secara terkoordinasi.

 

Tidak berselang lama, pada pukul 07.29 WITA, pesawat Republik Indonesia tipe PK-PJJ yang membawa Wakil Presiden RI bersama rombongan resmi take off dari Bandara Frans Seda Maumere.

 

Pesawat tersebut kemudian melanjutkan penerbangan menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai tujuan berikutnya dalam rangkaian perjalanan Wakil Presiden RI di wilayah Nusa Tenggara Timur.

 

Dalam keberangkatan dari Maumere tersebut, Wapres Gibran didampingi rombongan yang terdiri atas unsur kementerian, Sekretariat Wakil Presiden, protokol, pengamanan, staf pendukung, tenaga kesehatan, dokumentasi, media hingga unsur lainnya.

 

Di antara rombongan tersebut terdapat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Mutakbar, Staf Khusus Wapres Tina Talisa, Wakil Sespri Wapres M. Haris Perdana, Kepala Biro Protokol Yan Hadikusuma, Kepala Biro Pers Media Robi Junia, serta unsur pengamanan dan pendamping Wakil Presiden.

 

Turut berada dalam rombongan jajaran pengamanan, antara lain Karopam Marsma TNI Ali Pasaribu, Wadan Paspampres Brigjen TNI Samson Sitohang, Ajudan Wapres Kombes Pol Ruruh Wicaksono, serta personel pendukung lainnya.

 

Selain unsur pejabat dan pengamanan, rombongan juga diperkuat staf protokol, staf perjalanan, tim kreatif, editor, fotografer, videografer, penulis berita, tenaga medis, hingga sejumlah awak media dan mahasiswa. Secara keseluruhan, terdapat 52 orang dalam rombongan yang ikut meninggalkan Maumere bersama Wapres menuju Labuan Bajo.

 

Kelancaran keberangkatan Wapres tidak terlepas dari kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan dan pengawalan rangkaian kegiatan. Koordinasi antarpersonel dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap tahapan pergerakan berlangsung aman dan sesuai dengan prosedur.

 

Sejak keberangkatan dari tempat penginapan, perjalanan menuju bandara berlangsung dalam situasi kondusif. Setibanya di Bandara Frans Seda, proses menuju pesawat juga berjalan tertib hingga akhirnya pesawat dapat diberangkatkan sesuai rangkaian yang telah ditentukan.

 

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pengamanan kunjungan pejabat negara di wilayah Kabupaten Sikka berlangsung dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik. Setiap potensi gangguan diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat mengganggu jalannya agenda kenegaraan.

 

Hingga pesawat meninggalkan wilayah udara Maumere, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.

 

Pukul 07.29 WITA menjadi titik akhir rangkaian keberadaan Wakil Presiden RI di Maumere. Pesawat Republik Indonesia PK-PJJ yang membawa Wapres Gibran dan rombongan mengudara meninggalkan Bandara Frans Seda menuju Labuan Bajo.

 

Keberangkatan berlangsung mulus tanpa adanya hambatan maupun kejadian menonjol. Seluruh rangkaian sejak Wapres meninggalkan Penginapan Lopo Bisfu Keuskupan Maumere, tiba di bandara, hingga pesawat lepas landas berjalan sesuai rencana.

 

Bagi Kabupaten Sikka, keberangkatan tersebut bukan sekadar perpindahan lokasi seorang pejabat negara, tetapi menjadi penutup dari sebuah rangkaian agenda kenegaraan yang menuntut kesiapan tinggi dari seluruh unsur pengamanan dan pendukung.

 

Dengan pesawat yang telah mengudara menuju Labuan Bajo, seluruh rangkaian kunjungan Wakil Presiden RI di Kabupaten Sikka dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan lancar.

 

Tidak ada insiden menonjol. Tidak ada gangguan berarti. Yang tersisa adalah catatan bahwa seluruh tahapan pengamanan, pengawalan, dan pelayanan selama keberadaan Wakil Presiden RI di Maumere dapat dilaksanakan secara terukur, tertib, dan terkendali.

 

Maumere pun melepas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama rombongan dengan aman, sebelum perjalanan kenegaraan berlanjut menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat. [Cm24]