Dari Gelora Samador hingga Sejumlah Lokasi Pengungsian, Wapres Gibran Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa Sikka
Kunjungan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Sikka menegaskan kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap korban gempa. Peninjauan langsung hingga Gelora Samador, SDI Wairklau, Pelabuhan L. Say dan Nangahure menjadi langkah nyata memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi serta penanganan bencana berjalan cepat, terpadu dan tepat sasaran.
Maumere, 20 Agustus 2025. Tribratanewssikka.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi pengungsian korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan secara langsung kondisi para korban sekaligus melihat dari dekat kesiapan pemerintah dalam menangani kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Kehadiran Wakil Presiden di tengah masyarakat terdampak bukan sekadar agenda seremonial. Di balik kunjungan tersebut, pemerintah pusat ingin memastikan bahwa penanganan pascabencana berjalan secara nyata, terukur dan menyentuh kebutuhan paling mendasar para pengungsi.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Wapres RI bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 16.25 Wita dan langsung bergerak meninjau kondisi para pengungsi yang berada di sejumlah titik posko.
Dengan melihat langsung situasi di lapangan, Wapres mengecek berbagai fasilitas penunjang kehidupan pengungsi, termasuk dapur umum, MCK serta sarana pelayanan dasar lainnya. Peninjauan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya berbicara mengenai penanganan bencana dari ruang rapat, tetapi berupaya melihat langsung bagaimana masyarakat menjalani kehidupan di tengah situasi darurat.
Kunjungan Wapres juga menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kabupaten Sikka yang sedang menghadapi dampak bencana. Kehadiran pejabat negara di tengah pengungsi sekaligus memberikan pesan bahwa korban bencana tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi sejumlah pejabat dan rombongan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Mutakbar, Paspampres beserta Walpri Wapres, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta sejumlah staf dan awak media.
Tidak hanya berhenti di Gelora Samador, rangkaian kunjungan Wakil Presiden juga menyasar sejumlah lokasi pengungsian lainnya, termasuk SDI Wairklau, Pelabuhan L. Say, dan kawasan Nangahure. Peninjauan ke beberapa titik tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi akibat bencana.
Dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Wapres melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak. Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa distribusi bantuan, pelayanan dasar, tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan perhatian.
Kehadiran rombongan pemerintah pusat di berbagai titik pengungsian juga memperlihatkan sinergi lintas institusi dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait lainnya bergerak bersama untuk memastikan situasi tetap terkendali serta kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara cepat.
Setelah meninjau kondisi pengungsi di Gelora Samador, pada sekitar pukul 17.15 Wita, Wakil Presiden memimpin rapat tertutup. Rapat tersebut diikuti oleh Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., Kapolda NTT Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., serta Menko PMK Pratikno.
Rapat tersebut menjadi bagian strategis dari rangkaian kunjungan Wapres. Setelah melihat langsung kondisi pengungsi dan berbagai fasilitas di lapangan, informasi serta temuan yang diperoleh menjadi bahan penting untuk dibahas bersama para pemangku kepentingan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sekitar pukul 17.40 Wita, rapat tertutup tersebut selesai. Wapres RI bersama rombongan kemudian meninggalkan Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere. Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berakhir sekitar pukul 17.45 Wita dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Dalam konteks penanganan bencana, kunjungan Wakil Presiden ke Sikka memberikan pesan yang kuat: negara hadir bukan hanya melalui bantuan yang dikirimkan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Peninjauan ke Gelora Samador, SDI Wairklau, Pelabuhan L. Say hingga Nangahure menjadi gambaran bahwa penanganan korban gempa membutuhkan perhatian menyeluruh. Para pengungsi tidak hanya membutuhkan tempat berlindung, tetapi juga kepastian terhadap kebutuhan pangan, sanitasi, kesehatan, keamanan, serta keberlanjutan kehidupan mereka selama masa tanggap darurat.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih dibayangi dampak bencana, kehadiran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi kekuatan penting untuk menjaga agar proses penanganan berjalan terkoordinasi. Pemerintah dituntut bergerak cepat, sementara masyarakat membutuhkan kepastian bahwa keselamatan dan kebutuhan mereka menjadi prioritas.
Kunjungan Wapres Gibran di Kabupaten Sikka akhirnya bukan sekadar perjalanan melihat lokasi bencana. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa kondisi masyarakat terdampak harus dilihat dengan mata sendiri, didengar secara langsung dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret. [Cm24]


