Bantuan Kemanusiaan Gempa Flores Menembus Paga dan Tanawawo Sikka, Solidaritas Lintas Sektor Ringankan Beban Warga Terdampak
Penyaluran bantuan kemanusiaan di Paga dan Tanawawo bukan sekadar aksi sosial, melainkan cermin kuatnya solidaritas lintas sektor. Ketika dunia usaha, organisasi profesi, pemerintah, dan kepolisian bergandengan tangan, bantuan tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok bagi warga terdampak, tetapi juga menyalakan kembali harapan di tengah situasi pascabencana
Maumere, 11 September 2026. Tribratanewssikka.com — Di tengah kepedihan warga yang masih bergulat dengan dampak gempa bumi Flores, solidaritas kembali hadir bukan sekadar dalam kata-kata, tetapi diwujudkan melalui bantuan nyata.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sikka bersama Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maumere menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Paga dan Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka.

Penyaluran bantuan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, di Aula Kantor Camat Paga, Desa Paga, Kecamatan Paga. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 11.40 WITA.
Bantuan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa bencana tidak boleh hanya menyisakan duka, tetapi juga harus menghidupkan kembali semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan itu menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kekuatan bersama. Pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, hingga kepolisian bergerak dalam satu kepedulian yang sama: memastikan masyarakat yang terdampak tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Ketua Kadin Sikka, Hayanto Jayapura, bersama koordinator Apindo dan perwakilan KPP Pratama Maumere tiba di Kantor Camat Paga sekitar pukul 10.00 WITA. Kedatangan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan penyerahan bantuan yang kemudian diteruskan kepada masyarakat di dua wilayah terdampak.
Sekitar pukul 10.10 WITA, Hayanto Jayapura menyampaikan pesan terkait penyaluran bantuan. Selanjutnya, Camat Paga Marianus M.B. Keraf, S.STP., M.A.P., menyampaikan sambutan, disusul Camat Tanawawo Yohanis Oriwis Ngaga Seso, S.Sos.
Momentum kemudian berlanjut pada penyerahan bantuan sosial kemanusiaan kepada Camat Paga dan Camat Tanawawo untuk diteruskan kepada warga yang terdampak gempa bumi.
Bantuan yang disalurkan berasal dari sejumlah pihak dengan jenis dan jumlah yang berbeda. IKPI memberikan bantuan berupa 40 sak beras kemasan 5 kilogram dan 50 buah terpal. Sementara Apindo menyalurkan 25 dus mi instan. Adapun KPP Pratama Maumere memberikan bantuan berupa 890 kilogram beras.
Jika dilihat dari jenisnya, bantuan tersebut memang sederhana. Namun bagi masyarakat yang sedang berhadapan dengan situasi sulit akibat bencana, kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan terpal memiliki arti yang jauh lebih besar.
Bantuan itu bukan sekadar barang yang berpindah tangan. Di dalamnya terdapat pesan bahwa masyarakat terdampak masih diperhatikan, masih memiliki saudara, dan tidak dibiarkan berjalan sendiri menghadapi masa pemulihan.
Setelah menerima bantuan, Camat Paga Marianus M.B. Keraf bersama Ketua Kadin Sikka Hayanto Jayapura, perwakilan IKPI, KPP Pratama Maumere, serta tim koordinator bantuan kemanusiaan dari Apindo langsung bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di Desa Maulo'o, Kecamatan Paga.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa bantuan tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Bantuan langsung diarahkan kepada masyarakat yang menjadi sasaran, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.
Di wilayah lain, Camat Tanawawo Yohanis Oriwis Ngaga Seso bersama Penjabat Kepala Desa Renggarasi, Kanit Binmas Polsek Paga Aiptu F. Lister, S.H., dan Bhabinkamtibmas Bripka Firmianus Weki bergerak menuju Kecamatan Tanawawo untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, dan kepolisian dalam merespons persoalan kemanusiaan.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana, kehadiran berbagai elemen tersebut bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan dukungan moral dalam proses pemulihan.
Polri melalui jajaran Polsek Paga turut mengambil bagian dalam memastikan kegiatan berjalan tertib. Kanit Binmas Polsek Paga Aiptu F. Lister, S.H., dan Bhabinkamtibmas Bripka Firmianus Weki turut mendampingi proses penyaluran bantuan, sementara kegiatan dimonitor oleh Kanit Intelkam Polsek Paga Aipda Jainudin Kasim.
Sinergi tersebut menjadi penting karena pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah menguatkan kembali kehidupan sosial masyarakat, membangkitkan rasa percaya diri warga, serta memastikan mereka merasakan kehadiran negara dan kepedulian sesama.
Bencana memang mampu merobohkan bangunan dalam sekejap. Namun, kepedulian dan gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk membangun kembali harapan.
Dari Paga hingga Tanawawo, bantuan yang disalurkan menjadi pesan sederhana namun kuat: di tengah bencana, solidaritas tidak boleh ikut runtuh.
Kadin Sikka, IKPI, Apindo, KPP Pratama Maumere, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan jajaran kepolisian telah memperlihatkan bahwa kepedulian akan memiliki daya yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi proses pemulihan pascagempa bumi Flores.[Cm24]


