Latpra Ops Ketupat Turangga 2026 Digelar, Polres Sikka Siap Kawal Keamanan Lebaran
Pelaksanaan Latpra Ops Operasi Ketupat Turangga 2026 Polres Sikka menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme personel dalam menghadapi pengamanan Hari Raya Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, seluruh personel memperoleh pemahaman yang sama terkait rencana operasi, pola pengamanan, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2026 di wilayah Kabupaten Sikka dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 Maret 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Sikka menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Operasi Ketupat Turangga 2026 sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pengamanan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (12/03/2026) di Ruang Rapat Satya Haprabu Polres Sikka dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Sikka Kompol Mareselus Yugo Amboro, S.I.K.

Latpra Ops ini turut didampingi oleh Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E. serta diikuti oleh 54 personel Polres Sikka yang tergabung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2026, sebuah operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kabag Ops Polres Sikka yang memaparkan secara rinci skema, strategi, serta sistem pelaksanaan operasi kepada pimpinan dan seluruh personel yang terlibat. Dalam pemaparannya, Kabag Ops menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap pola pengamanan, pembagian tugas, serta langkah-langkah taktis yang akan diterapkan selama operasi berlangsung.
Usai pemaparan tersebut, Wakapolres Sikka Kompol Mareselus Yugo Amboro secara resmi membuka kegiatan Latpra Ops sekaligus membacakan Amanat Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam rangka Latpra Operasi Ketupat Turangga 2026 yang disampaikan dari Kupang pada 10 Maret 2026.
Dalam amanat tersebut, Kapolda NTT menegaskan bahwa Latihan Pra Operasi merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan operasi kepolisian. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel memiliki persepsi dan pemahaman yang sama terkait tujuan, sasaran, serta cara bertindak dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Kapolda juga menekankan bahwa Latpra Ops bertujuan untuk meningkatkan kesiapan personel secara menyeluruh, baik dari sisi mental, fisik, teknis maupun taktis, sehingga para anggota dapat menjalankan tugas pengamanan dengan profesional dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, melalui kegiatan ini seluruh personel diharapkan mampu memahami secara mendalam Rencana Operasi (Renops) yang meliputi pola pengamanan, pembagian tugas, rantai komando, serta prosedur tetap yang harus dijalankan selama operasi berlangsung.
Kapolda NTT juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul selama pelaksanaan Operasi Ketupat, seperti peningkatan mobilitas masyarakat, kepadatan arus lalu lintas, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Oleh karena itu diperlukan kesiapan personel dalam mengidentifikasi setiap potensi ancaman, hambatan, maupun gangguan yang mungkin terjadi, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan secara tepat dan cepat,” demikian salah satu penekanan dalam amanat tersebut.
Lebih lanjut, Kapolda NTT menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergitas antar satuan fungsi maupun instansi terkait, sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan optimal.
Melalui pembekalan serta simulasi yang diberikan dalam kegiatan Latpra Ops ini, diharapkan pula dapat meminimalisir kesalahan prosedur di lapangan, sehingga setiap personel mampu menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam amanatnya, Kapolda NTT juga memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh peserta Latpra Ops. Di antaranya agar seluruh personel mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab, serta benar-benar memahami setiap materi yang diberikan sebagai bekal utama dalam pelaksanaan tugas operasi.
Selain itu, seluruh anggota juga diminta untuk menguasai Rencana Operasi secara menyeluruh, meningkatkan profesionalisme dan disiplin, serta selalu melaksanakan tugas sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Kapolda NTT juga menekankan agar dalam setiap tindakan di lapangan, personel Polri tetap mengedepankan sikap humanis dan persuasif, dengan tetap menjunjung tinggi hukum, etika, serta hak asasi manusia.
Tidak kalah penting, seluruh personel diingatkan untuk menjaga soliditas, kekompakan, serta sinergitas dengan instansi terkait demi kelancaran pelaksanaan operasi.
Selain itu, anggota juga diminta untuk selalu waspada dan responsif terhadap perkembangan situasi, serta mampu mengambil langkah antisipatif dan preventif secara tepat apabila terjadi potensi gangguan keamanan.
Kapolda juga mengingatkan agar seluruh personel selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas, mengingat pelaksanaan Operasi Ketupat biasanya berlangsung dalam intensitas kegiatan yang tinggi.
Di akhir amanatnya, Kapolda NTT menegaskan kembali pentingnya menjaga nama baik institusi Polri, dengan menjunjung tinggi profesionalisme serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Latihan Pra Operasi secara resmi saya nyatakan dibuka,” demikian penegasan dalam penutup amanat tersebut.
Kegiatan Latpra Ops Operasi Ketupat Turangga 2026 di Polres Sikka berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel yang terlibat dapat memiliki kesiapan yang optimal dalam melaksanakan tugas pengamanan, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kabupaten Sikka dapat tetap terjaga dengan aman, nyaman, dan kondusif. [Cm24]


