Tragis di Persawahan Kuru, Petani Muda Magepanda Tewas Tersengat Arus Listrik Saat Isi Token
Korban M. M (31) meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat mengisi token listrik di sebuah rumah pondok dekat persawahan. Peristiwa tersebut merupakan musibah kecelakaan murni, tidak ditemukan unsur tindak pidana, dan pihak keluarga telah menerima kejadian serta menolak dilakukan autopsi.
Tribratanewssikka.com – Maumere, 23 Januari 2026. Suasana tenang di kawasan persawahan Kuru, Dusun Tanahbeta, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, mendadak berubah duka pada Kamis (22/1/2026) siang.

Seorang pria muda bernama M.M (31) ditemukan meninggal dunia secara tragis, diduga kuat akibat tersengat arus listrik saat hendak mengisi token listrik di sebuah rumah pondok yang berada tidak jauh dari lahan persawahannya.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA, ketika korban yang sejak pagi membajak sawah miliknya, beranjak menuju sebuah pondok di sekitar lokasi persawahan. Korban diketahui merupakan warga Dusun Magendero, Desa Magepanda, dan sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta sekaligus petani.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, sekitar pukul 09.00 WITA, korban terlebih dahulu berangkat ke sawah untuk membajak. Menjelang tengah hari, Y. R (59), yang merupakan ayah kandung korban, datang ke lokasi sawah untuk menyerahkan nomor token listrik.
Usai menerima nomor token tersebut, korban langsung menuju rumah pondok milik W. N (42) yang di dalamnya terdapat meteran listrik, dengan jarak kurang lebih 20 meter dari area persawahan.
Namun, nahas. Saat berada di dalam pondok dan ketika korban menekan tombol meteran listrik untuk mengisi token, tiba-tiba korban tersengat arus listrik dan terjatuh ke lantai dalam posisi terlentang. Dalam kondisi kritis, korban masih sempat memanggil ayahnya yang berada di sekitar lokasi.
Mendengar teriakan tersebut, sang ayah segera bergegas mendekati pondok. Ia mendapati anaknya tergeletak di lantai, sementara meteran listrik yang semula terpasang di dinding telah terlepas dan berada di atas paha kiri korban. Dalam kondisi sekarat, korban sempat mengucapkan kalimat yang menggetarkan hati, “Bapa, habis sudah saya, saya mati.”
Berupaya menyelamatkan nyawa anaknya, sang ayah mengambil sebatang kayu untuk menjauhkan aliran listrik dari tubuh korban. Namun upaya tersebut justru membuat sang ayah ikut tersengat arus listrik sehingga terpaksa melepaskan kayu dan berlari mencari bantuan warga sekitar.
Tak lama kemudian, sang ayah kembali ke lokasi bersama sejumlah warga. Sayangnya, saat itu korban telah dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Peristiwa tersebut sontak mengundang kepanikan dan duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.
Pihak keluarga kemudian menghubungi piket SPKT Polsek Alok untuk melaporkan kejadian tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Wakapolsek Alok Ipda Laurensius Laka bersama anggota Polsek Alok dan Tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin KBO Reskrim Polres Sikka Iptu I Nyoman Ariasa segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah TKP, mengamankan area kejadian, serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka di Dusun Magendero, Desa Magepanda. Diketahui, sebelum tim tiba di lokasi, TKP telah terlebih dahulu diamankan oleh Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E. bersama personel Pospam Ndete.
Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut murni merupakan musibah kecelakaan, dan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana. Keluarga korban pun telah menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan secara resmi membuat Surat Pernyataan Penolakan Autopsi.
Saat ini, jenazah M. M disemayamkan di rumah duka di Dusun Magendero, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar, yang masih tak menyangka kepergian korban secara mendadak dan tragis.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, khususnya di area persawahan dan rumah pondok yang memiliki instalasi sederhana, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. [Cm24]


