Lawan Tantangan Kemarau, Polres Sikka Dampingi Petani Wujudkan Ketahanan Pangan
Kegiatan Polisi Peduli Pangan yang dilaksanakan Kabag SDM Polres Sikka bersama tim merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani dan optimalisasi lahan pekarangan. Meski terkendala menurunnya debit air akibat musim kemarau, pengelolaan lahan tetap berlanjut sebagai upaya mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maumere, 29 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com– Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan terus diwujudkan melalui langkah nyata di tengah masyarakat. Kali ini, Kabag SDM Polres Sikka, AKP Susanto, S.E., bersama tim turun langsung mengunjungi lahan pekarangan milik petani mandiri, Elias Aliando, di Jalan Don Slipi, Wailiti, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung pukul 13.25 hingga 14.30 WITA tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Quick Wins 1.13 Polri Peduli Pangan, dengan fokus pada pendampingan petani dan optimalisasi pemanfaatan pekarangan maupun lahan tidur agar menjadi lahan produktif yang mampu menunjang kebutuhan pangan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, AKP Susanto bersama tim meninjau langsung pengelolaan lahan sekaligus berdialog dengan Elias Aliando dan keluarganya mengenai perkembangan tanaman, keberlanjutan penanaman, serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Berbagai tanaman hortikultura, seperti terong, bayam, dan sayur-sayuran lainnya, menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan untuk menghasilkan pangan secara mandiri. Langkah ini menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada program berskala besar, tetapi juga dapat dibangun dari pekarangan rumah yang dikelola secara konsisten.
Melalui komunikasi langsung dengan petani, Polri berupaya memastikan bahwa pendampingan tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha taninya.
Di balik upaya mengoptimalkan lahan, kondisi cuaca kemarau masih menjadi tantangan. Menurunnya debit air sumur menyebabkan ketersediaan air untuk penyiraman terbatas, sehingga jumlah tanaman yang dapat dibudidayakan belum maksimal.
Kendati demikian, pengelolaan lahan tetap berjalan. Elias Aliando berencana meningkatkan penanaman ketika kondisi cuaca membaik dan curah hujan meningkat, sehingga ketersediaan air dapat kembali menunjang produktivitas lahan.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan ketekunan, pengelolaan sumber daya yang tepat, serta dukungan berkelanjutan terhadap petani. Persoalan air menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar lahan produktif dapat memberikan hasil optimal.
Melalui Program Polisi Peduli Pangan, Polres Sikka mendorong masyarakat agar semakin aktif memanfaatkan potensi lahan yang tersedia. Pekarangan yang dikelola secara produktif diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menumbuhkan budaya bertani secara berkelanjutan.
Pendampingan seperti ini juga membuka ruang komunikasi antara Polri dan masyarakat untuk mengidentifikasi kendala serta mencari langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasubbag Watpers Polres Sikka, IPDA Nur Akis Lewa; Kanit Binmas Polsek Alok, AIPDA Yunus Lukman; serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Wailiti, AIPDA Hironimus Tajiwerang. Kegiatan berakhir pada pukul 14.30 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif.
Dari pekarangan rumah, semangat kemandirian pangan ditumbuhkan. Dari pendampingan yang berkelanjutan, ketahanan pangan diharapkan semakin kuat. Inilah wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. [Cm24]
POLRES SIKKA – POLDA NTT
"Polisi Bersama Masyarakat"


