Kawal Prosesi Religius Ratusan Umat, Polsek Alok Polres Sikka Pastikan Perayaan Familia Carmelitana Berjalan Aman

Perayaan Familia Carmelitana dalam rangka Hari Raya Ordo Karmel di wilayah Keuskupan Maumere berlangsung meriah, khidmat, aman, dan kondusif. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan, kebersamaan, serta semangat pelayanan melalui prosesi Patung Bunda Maria dari Gunung Karmel dan Perayaan Ekaristi.

Kawal Prosesi Religius Ratusan Umat, Polsek Alok Polres Sikka Pastikan Perayaan Familia Carmelitana Berjalan Aman
Ratusan Umat Ikuti Prosesi Bunda Maria dari Gunung Karmel, Familia Carmelitana Hidupkan Semangat Persaudaraan dan Misi di Wolomarang

Maumere, 16 July 2026. Tribratanewssikka.com — Nuansa religius dan semangat persaudaraan umat Katolik menyelimuti wilayah Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (15/7/2026). Sekitar 500 umat dari berbagai komunitas Karmelit dan umat Paroki Kristus Raja Wolonmaget mengikuti rangkaian Perayaan Familia Carmelitana dalam rangka memeriahkan Hari Raya Ordo Karmel di wilayah Keuskupan Maumere.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 Wita tersebut diawali dengan prosesi religius Patung St. Perawan Maria dari Gunung Karmel. Prosesi ini menjadi salah satu rangkaian utama perayaan sekaligus momentum iman yang mempertemukan komunitas Karmelit Awam Ordo Karmel, para biarawan dan biarawati Ordo Karmel, serta umat Paroki Kristus Raja Wolonmaget dalam satu semangat persaudaraan.

 

Mengambil tema “Berjalan Bersama sebagai Komunitas Persaudaraan Kontemplatif dan Misioner,” kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang perjalanan iman yang dibangun melalui kebersamaan, doa, persaudaraan, dan semangat pelayanan kepada sesama.

 

Prosesi Patung St. Perawan Maria dari Gunung Karmel dimulai dari halaman Gereja Stasi St. Paulus Wolomarang. Ratusan peserta kemudian berjalan bersama menyusuri Jl. Raya Trans Maumere–Magepanda menuju pertigaan Kantor Gadaiku. Dari lokasi tersebut, rombongan berbelok menuju Gua Maria Paroki Kristus Raja Wolonmaget sebagai lokasi pentahtaan Patung Bunda Maria dari Gunung Karmel.

 

Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Di sepanjang jalur yang dilalui, umat mengikuti perjalanan dengan penuh penghormatan dan penghayatan iman. Kehadiran Patung Bunda Maria dari Gunung Karmel menjadi simbol yang mengikat umat dalam devosi, sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya perjalanan iman yang dijalani secara bersama-sama.

 

Sekitar pukul 10.00 Wita, rombongan tiba di Gua Maria Paroki Kristus Raja Wolonmaget. Setelah prosesi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan Perayaan Ekaristi/Misa.

 

Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10.40 Wita dan dipimpin oleh RP. Theleforus Jenty, O.Carm. Dalam suasana penuh kekhusyukan, umat mengikuti seluruh rangkaian perayaan sebagai ungkapan syukur sekaligus penghormatan terhadap Hari Raya Ordo Karmel.

 

Perayaan tersebut menjadi puncak spiritual dari seluruh rangkaian kegiatan Familia Carmelitana. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus bergerak, perayaan ini menghadirkan ruang bagi umat untuk kembali meneguhkan iman, memperkuat persaudaraan, serta merefleksikan panggilan untuk hadir sebagai komunitas yang kontemplatif sekaligus misioner.

 

Semangat berjalan bersama yang menjadi tema utama kegiatan tampak nyata dalam keterlibatan berbagai unsur umat. Komunitas Karmelit Awam Ordo Karmel, para biarawan dan biarawati Ordo Karmel, serta umat Paroki Kristus Raja Wolonmaget melebur dalam satu perayaan iman tanpa sekat.

 

Setelah Perayaan Ekaristi berakhir pada pukul 12.20 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap siang bersama. Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara seluruh peserta.

 

Di balik khidmatnya perayaan, aspek keamanan dan kelancaran kegiatan juga menjadi perhatian. Personel Polsek Alok–Polres Sikka melaksanakan pengamanan berdasarkan Surat Perintah Kapolsek Alok Nomor: Sprin/61/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026.

 

Selain pengamanan kepolisian, pengamanan swakarsa juga turut dilakukan oleh anggota THS–THM. Mereka berperan dalam pengamanan terbuka serta membantu mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi Patung Bunda Maria dari Gunung Karmel.

 

Kolaborasi antara aparat kepolisian dan pengamanan swakarsa tersebut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar. Arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dapat dikendalikan, sementara umat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman.

 

Perayaan Familia Carmelitana akhirnya berakhir pada pukul 12.20 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, tertib, dan kondusif.

 

Lebih dari sekadar sebuah perayaan tahunan, kegiatan tersebut menjadi potret hidupnya semangat iman dan persaudaraan umat Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Prosesi Patung Bunda Maria dari Gunung Karmel juga menjadi simbol perjalanan bersama—sebuah perjalanan iman yang tidak hanya mengajak umat untuk berjalan dalam doa, tetapi juga untuk terus hadir, melayani, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

 

Di Wolomarang, langkah kaki ratusan umat dalam prosesi tersebut seakan menegaskan satu pesan penting: iman tidak berhenti di dalam ruang ibadah. Iman berjalan bersama umat, hadir di tengah masyarakat, dan menemukan kekuatannya ketika diwujudkan dalam persaudaraan, kebersamaan, serta pelayanan nyata.[ Cm24]