“Jangan Jadi Pelaku, Jangan Diam Jadi Korban! Kapolres Sikka Tegaskan Perang terhadap Bullying di Sekolah”

Kegiatan upacara bendera yang dipimpin Kapolres Sikka di MTs At-Taqwa menjadi momentum edukasi bagi para pelajar untuk mencegah perundungan (bullying), meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun karakter yang disiplin dan saling menghormati. Melalui sinergi Polri dan pihak sekolah, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

“Jangan Jadi Pelaku, Jangan Diam Jadi Korban! Kapolres Sikka Tegaskan Perang terhadap Bullying di Sekolah”
Lawan Bullying, Bangun Generasi Berkarakter: Kapolres Sikka Beri Pesan Keras kepada Pelajar

Maumere, 29 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com – Perundungan atau bullying bukan sekadar candaan, bukan pula tanda keberanian. Di balik tindakan merendahkan, menghina, dan menyakiti sesama, ada luka yang bisa membekas lama, masa depan yang terancam, bahkan konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan.

Pesan tegas itulah yang disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K., saat memimpin upacara bendera bersama di MTs At-Taqwa, Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (26/10/2026), pukul 07.00 WITA.

 

Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pengibaran bendera. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan pembentukan karakter generasi muda, sekaligus memperkuat kehadiran Polri di lingkungan pendidikan untuk mendorong terciptanya sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari perundungan.

 

Di hadapan para guru dan pelajar, Kapolres Sikka menekankan bahwa keberanian sejati bukanlah kemampuan menindas orang lain, melainkan kesanggupan menghormati sesama, menolak ajakan berbuat salah, serta berani bersuara ketika melihat ketidakadilan.

 

Kapolres Sikka memberikan sejumlah penekanan penting kepada para pelajar. Mereka diminta mengenali berbagai bentuk perundungan, tidak terlibat dalam tindakan tersebut, dan tidak mudah terseret tekanan teman sebaya yang mengarah pada perilaku menyimpang.

 

Para pelajar juga diingatkan agar tidak berlindung di balik alasan bercanda ketika perbuatan mereka telah merendahkan martabat, menyakiti perasaan, atau menimbulkan penderitaan bagi orang lain.

 

Sebab, sesuatu yang dianggap lucu oleh pelaku belum tentu menjadi hiburan bagi korban. Kata-kata yang dilontarkan dengan mudah dapat meninggalkan luka psikologis, merusak rasa percaya diri, dan mengganggu proses belajar seorang anak.

 

Kapolres turut mengingatkan bahwa tindakan perundungan dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai bentuk perbuatan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, setiap pelajar harus memahami batas antara pergaulan yang sehat dan perilaku yang melanggar hak orang lain.

 

Tidak kalah penting, para pelajar didorong untuk berani menolak ajakan teman melakukan bullying dan tidak takut meminta pertolongan apabila menjadi korban atau menyaksikan tindakan serupa.

 

Guru, orang tua, pihak sekolah, maupun Kepolisian dapat menjadi tempat untuk menyampaikan pengaduan dan mencari perlindungan. Sikap diam tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya menghentikan perundungan, sementara keberanian melapor merupakan langkah penting untuk mencegah tindakan tersebut terus berulang.

 

Pesan ini menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman bukan hanya tanggung jawab guru atau pihak Kepolisian. Seluruh warga sekolah memiliki peran untuk saling menghormati, melindungi, dan membangun budaya pergaulan yang sehat.

 

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Satbinmas Polres Sikka membangun komunikasi yang lebih dekat dengan tenaga pendidik dan pelajar. Melalui pendekatan langsung, Kepolisian berupaya menumbuhkan kepercayaan, menyerap aspirasi, serta memberikan edukasi mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran hukum sejak dini.

 

Kapolres Sikka mengajak para pelajar mengisi masa muda dengan kegiatan positif, mengejar prestasi, menghormati orang tua dan guru, serta memilih pertemanan yang mendorong perkembangan diri.

 

Pesannya jelas: masa muda harus menjadi waktu untuk membangun masa depan, bukan merusak kehidupan orang lain. Sekolah harus menjadi tempat bertumbuhnya pengetahuan, karakter, dan cita-cita, bukan ruang bagi intimidasi dan ketakutan.

 

Upacara bendera tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Bintibmas Aiptu Gabrielis I. Making, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, Kanit Binkamsa Aipda Julius Langga, Kaurmintu Aipda Ridwan, serta Bamin Bripda Emanuel Rikardo. Kegiatan berakhir pada pukul 07.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan pentingnya sinergi antara Kepolisian, sekolah, guru, orang tua, dan pelajar untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman serta menumbuhkan generasi yang disiplin, berintegritas, dan menghargai sesama.

 

Karena sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang membuat siswanya takut, melainkan sekolah yang membuat setiap anak merasa aman untuk belajar, berani untuk berkembang, dan percaya diri untuk meraih masa depan. [Cm24]

"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"