“Operasi Ketupat Turangga 2026 Resmi Ditutup, Polres Sikka Fokus Evaluasi dan Pembenahan Administrasi”
Rapat Anev Operasi Ketupat Turangga 2026 Polres Sikka menegaskan pentingnya kelengkapan dan akurasi data, peningkatan disiplin kinerja setiap Satgas, serta percepatan penyelesaian administrasi sebagai bagian dari pertanggungjawaban operasi. Kegiatan juga menandai tahapan akhir operasi dengan pembongkaran pos dan atribut, serta berlangsung aman dan lancar.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 Maret 2026 – Dalam upaya memastikan optimalisasi pelaksanaan operasi pengamanan hari raya, Polres Sikka menggelar Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat Turangga 2026 tingkat Polres, yang berlangsung pada Rabu (26/3/2026) pukul 13.00 WITA di Posko Operasi Polres Sikka.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Sikka selaku Karendalops, AKP I Wayan Oka Deswanata, S.E, dan dihadiri oleh Ka SPKT Polres Sikka Ipda Fery Hebdriyanto, Ka Posko Ops Aiptu Jufri Abdul Hamid, para operator Satgas Operasi, serta anggota Posko Operasi.

Dalam arahannya, AKP I Wayan Oka Deswanata menegaskan pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam pengelolaan data sebagai bagian vital dari keberhasilan operasi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para operator dan personel posko yang telah bekerja maksimal dalam melakukan penginputan data pada aplikasi Early Warning System (EWS) serta memenuhi permintaan data dari Polda NTT.
Namun demikian, evaluasi juga menyoroti masih adanya beberapa satuan tugas yang belum melengkapi rencana kegiatan (Rengiat) maupun hasil pelaksanaan kegiatan. Hal ini dinilai dapat menghambat proses analisa menyeluruh terhadap capaian operasi.
“Setiap Satgas yang belum melengkapi data agar segera melakukan penginputan. Seluruh data harus dikompilasi secara rapi, ditandatangani oleh masing-masing Kasatgas, dan dikumpulkan di Posko Operasi sebagai bahan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Lebih lanjut, perhatian khusus juga diberikan kepada admin EWS untuk melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh data yang telah masuk. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan tidak adanya kekeliruan maupun kekurangan data yang dapat mempengaruhi akurasi pelaporan di tingkat Polda.
Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, rapat Anev juga membahas tahapan akhir pelaksanaan operasi. Seluruh anggota Posko Ops diarahkan untuk segera melakukan pembongkaran pos serta penertiban spanduk-spanduk pendukung operasi sebagai tanda berakhirnya rangkaian kegiatan Operasi Ketupat Turangga 2025 di wilayah hukum Polres Sikka.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Rapat Anev ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali disiplin kerja, akuntabilitas, serta profesionalisme personel dalam setiap tahapan operasi kepolisian.
Dengan dilaksanakannya evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran Polres Sikka dapat terus meningkatkan kualitas kinerja, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi kepolisian yang presisi, responsif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat. [Cm24]


