Panen Jagung BISI 18 di Pruda Sikka Sukses, Bukti Nyata Ketahanan Pangan di Tengah Cuaca Tak Menentu

Panen jagung hibrida BISI 18 oleh Kelompok Tani Bersaudara di Desa Pruda berjalan sukses dengan hasil sekitar 2,5 ton, menunjukkan peningkatan produktivitas dan keberhasilan program ketahanan pangan, meski masih dihadapkan pada kendala cuaca tidak menentu dan serangan hama.

Panen Jagung BISI 18 di Pruda Sikka Sukses, Bukti Nyata Ketahanan Pangan di Tengah Cuaca Tak Menentu
Ketahanan Pangan Teruji! Petani Pruda Sikka Panen Melimpah Meski Dihantam Cuaca Tak Menentu

Tribratanewssikka.com - Maumere, 30 April 2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sikka kembali menunjukkan hasil positif. 

Kelompok Tani Bersaudara di Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka sukses melaksanakan panen jagung hibrida BISI 18 pada Rabu (29/4/2026) pagi, di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu serta ancaman hama tanaman.

Kegiatan panen yang berlangsung di lahan seluas kurang lebih 2 hektare di Dusun Pruda tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. 

 

Jagung yang dipanen merupakan hasil masa tanam Januari 2026 dan dikelola secara swadaya oleh Kelompok Tani Usaha Tani Bersaudara di bawah tanggung jawab Ketua Kelompok, Nikolaus Bela.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala PPL bersama staf Kecamatan Waiblama, Bhabinkamtibmas Desa Pruda AIPTU Abilio De Jesus, serta ketua dan anggota kelompok tani. 

 

Kehadiran unsur pendamping dan aparat keamanan ini tidak hanya memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergitas dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat desa.

 

Berdasarkan estimasi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hasil panen jagung tongkol basah diperkirakan mencapai sekitar 2,5 ton. Capaian ini menjadi indikator menggembirakan, mengingat kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil selama masa tanam hingga panen.

 

Ketua kelompok tani bersama anggota menyampaikan rasa puas dan syukur atas hasil yang diperoleh. Mereka menilai produktivitas tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan musim sebelumnya, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala teknis di lapangan.

 

Namun demikian, keberhasilan tersebut tidak diraih tanpa tantangan. Curah hujan yang tidak menentu menjadi hambatan utama, khususnya dalam proses pengeringan jagung pasca panen. 

 

Selain itu, serangan hama tikus masih menjadi ancaman serius yang berpotensi menurunkan hasil produksi apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.

 

Terlepas dari kendala tersebut, pelaksanaan panen berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif Polri dalam mendukung program-program pemerintah di sektor ketahanan pangan, sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaan.

 

Keberhasilan panen jagung di Desa Pruda ini menjadi potret optimisme petani lokal dalam menjaga produktivitas di tengah dinamika alam. Lebih dari sekadar hasil panen, kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka. [Cm24]