“Perketat Disiplin Internal, Opsgaktiblin Polres Sikka Terus Digencarkan”

Pelaksanaan Opsgaktiblin oleh Propam Polres Sikka berjalan tertib dan lancar, dengan hasil ditemukan ada personel melanggar kelengkapan diri yang langsung diberikan teguran dan sanksi disiplin. Secara umum, tingkat kedisiplinan dan sikap tampang personel sudah baik, sebagai wujud komitmen menjaga profesionalisme dan citra Polri.

“Perketat Disiplin Internal, Opsgaktiblin Polres Sikka Terus Digencarkan”
“Citra Polri Dijaga Ketat, Opsgaktiblin Polres Sikka Terus Digencarkan”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 30 Maumere 2026 – Komitmen menjaga marwah institusi dan meningkatkan disiplin anggota kembali ditegaskan oleh jajaran Polres Sikka. Melalui Unit Profesi dan Pengamanan (Propam), kegiatan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Opsgaktiblin) digelar secara rutin, dengan sasaran utama memastikan setiap personel tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

Pada Kamis pagi (30/4/2026), tepat pukul 07.45 WITA, lapangan apel Polres Sikka menjadi titik pelaksanaan operasi tersebut. Dalam suasana apel pagi yang berlangsung tertib, kegiatan Opsgaktiblin dipimpin langsung oleh Kasie Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus S. Say, dengan melibatkan para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polres Sikka dan Polsek jajaran.

 

Operasi ini tidak sekadar formalitas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan detail, mulai dari kelengkapan identitas diri seperti KTA, SIM, KTP, hingga surat kendaraan bermotor (STNK). Selain itu, Propam juga menaruh perhatian pada kedisiplinan penggunaan seragam dinas (gampol) serta sikap tampang personel, yang menjadi cerminan langsung profesionalitas anggota Polri di mata publik.

 

Tak hanya itu, dalam perkembangan tantangan internal Polri yang semakin kompleks, pemeriksaan juga menyasar perangkat telepon genggam (HP) guna mengantisipasi keterlibatan anggota dalam praktik judi online, yang saat ini menjadi perhatian serius institusi.

 

Hasilnya, dari pemeriksaan yang dilakukan, Propam menemukan ada personel yang kedapatan tidak memenuhi ketentuan terkait kelengkapan diri. 

 

Meski tergolong pelanggaran ringan, tindakan tegas tetap diberikan. Personel langsung menerima teguran lisan di tempat, disertai sanksi disiplin berupa push up Langkah ini menjadi penegasan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, sekecil apa pun bentuknya.

 

Sementara itu, untuk aspek sikap tampang, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Tidak ditemukan personel yang berambut panjang maupun berjenggot, menandakan adanya peningkatan kesadaran anggota terhadap standar penampilan yang telah ditetapkan.

 

Pelaksanaan Opsgaktiblin ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Polri, termasuk instruksi dari Kabid Propam Polda NTT yang menekankan pentingnya kegiatan serupa dilaksanakan secara konsisten setiap hari. 

 

Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan dalam membangun disiplin internal sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

 

Lebih dari sekadar penegakan aturan, kegiatan ini juga mengandung pesan moral yang kuat: bahwa profesionalisme aparat penegak hukum dimulai dari hal-hal mendasar—ketaatan terhadap aturan, penampilan yang rapi, serta integritas dalam kehidupan sehari-hari.

 

Seluruh rangkaian kegiatan Opsgaktiblin tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta berakhir pada pukul 08.00 WITA. Dengan konsistensi pelaksanaan operasi seperti ini, Polres Sikka menunjukkan bahwa pembenahan internal bukan hanya slogan, melainkan langkah nyata yang terus dijaga demi menghadirkan sosok Polri yang presisi, berwibawa, dan dipercaya masyarakat. [Cm24]