Peduli Kasih Satlantas Polres Sikka, Sentuhan Kemanusiaan untuk Warga yang Membutuhkan
Kegiatan “Peduli Kasih” Satlantas Polres Sikka menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya, Satlantas Polres Sikka tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kedekatan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Maumere, 17 September 2026. Tribratanewssikka.com — Kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang, ia justru tumbuh dari langkah sederhana: menyambangi warga, mengetuk pintu rumah mereka, lalu menyerahkan bantuan dengan ketulusan.

Semangat itulah yang ditunjukkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sikka melalui kegiatan sosial “Peduli Kasih”, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu serta para pekerja kebersihan penyapu jalan di wilayah Kabupaten Sikka.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sikka IPTU Luthfi Satria Nugraha, S.Tr.K., didampingi Kaurmintu Satlantas Polres Sikka AIPDA Rudi H. Damanik, Kanit Kamsel AIPDA Aris Marsudi, serta tiga personel Satlantas Polres Sikka.

Bukan sekadar menyerahkan bantuan, kehadiran personel Satlantas di tengah masyarakat menjadi pesan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Di balik seragam dan kewenangan yang melekat, terdapat tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Sejumlah warga menjadi penerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Mama Karo (62), warga Kelurahan Kota Uneng; Bapak Faris (71), warga Kilo 2, Kecamatan Alok; Bapak Wilibordus (74), warga Desa Lepolima, Dusun Kuwuwire, Kecamatan Alok Timur; Mama Maria Dua S. (58), warga Kota Uneng; serta Nong Agustinus (32), warga Kelurahan Nangalimang.
Selain menyasar masyarakat kurang mampu, kepedulian juga diarahkan kepada Pondok Quran Daarul Amin di Kecamatan Magepanda. Bantuan yang disalurkan pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya beras, minyak goreng, biskuit, mi instan, sarung, selimut, sepatu sekolah, hingga kasur lipat.
Barang-barang tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan semacam itu memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia bukan hanya tentang isi paket bantuan, tetapi tentang pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Di tengah rutinitas kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka, para pekerja kebersihan penyapu jalan juga menjadi bagian penting yang mendapatkan perhatian. Mereka bekerja sejak pagi menjaga kebersihan ruang publik, sementara keberadaan mereka sering kali luput dari perhatian.
Melalui “Peduli Kasih”, Satlantas Polres Sikka berupaya menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat—bukan hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir dalam suasana kemanusiaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara polisi dan masyarakat. Sentuhan sosial seperti ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, serta hubungan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi Polri, membangun keamanan dan ketertiban bukan semata-mata persoalan penegakan aturan. Keamanan juga membutuhkan kepercayaan, komunikasi, kepedulian, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Karena itu, kegiatan sosial seperti “Peduli Kasih” menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketika polisi hadir dengan kepedulian, sekat antara aparat dan masyarakat menjadi lebih tipis, sementara ruang untuk membangun kepercayaan menjadi semakin terbuka. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Sikka menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat memiliki banyak wajah. Tidak hanya mengatur arus kendaraan di jalan raya, tetapi juga menyempatkan diri melihat mereka yang berada di pinggir kehidupan—mereka yang mungkin tidak banyak bersuara, tetapi membutuhkan perhatian.
Sebab pada akhirnya, makna pengabdian bukan hanya seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan seberapa nyata kehadiran itu mampu memberi manfaat bagi sesama. [Cm24]
"POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGUATKAN INDONESIA"


