"Puting Beliung Tak Terbendung, Rumah Warga Desa Poma Tanawawo Sikka Ambruk"

Peristiwa angin puting beliung yang melanda Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka mengakibatkan satu unit rumah warga rubuh dan menimbulkan kerugian materil sekitar Rp4 juta, namun tidak menyebabkan korban jiwa. Pemerintah desa bersama masyarakat telah melakukan evakuasi dan penanganan awal, sementara koordinasi dengan pihak kecamatan, Dinas Sosial, BPBD, serta kepolisian terus dilakukan untuk memastikan penanggulangan dan bantuan lanjutan berjalan dengan baik.

Angin Puting Beliung Terjang Desa Poma, Satu Rumah Warga Tanawawo Rubuh Rata dengan Tanah

Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Januari 2026 – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Sikka. Angin puting beliung yang melanda Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, pada Kamis (22/1/2026) sore, mengakibatkan satu unit rumah warga rubuh, memaksa penghuninya mengungsi demi keselamatan jiwa.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan disertai angin kencang tiba-tiba menerjang wilayah Desa Poma dan sekitarnya. Terjangan angin yang berputar dengan kekuatan cukup besar tidak hanya merusak lingkungan sekitar, tetapi juga merobohkan rumah sederhana milik seorang warga bernama Geradus Kabu.

 

Informasi kejadian ini diperoleh setelah Kanit Intelkam Polsek Paga, Aipda Jainudin Kasim, melakukan koordinasi melalui sambungan telepon dengan Kasi Kesejahteraan Sosial Desa Poma, Nong Sebi, serta salah seorang warga setempat, Alex, pada pukul 18.45 WITA di hari yang sama.

 

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa rumah yang roboh berukuran 4 x 5 meter, berdinding halar dan beratapkan seng. Bangunan tersebut tidak mampu menahan kuatnya terpaan angin puting beliung sehingga runtuh secara keseluruhan. Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp4 juta.

 

Pemilik rumah diketahui bernama Geradus Kabu (53), seorang petani yang berdomisili di Dusun Persiapan Rategili, Desa Poma, Kecamatan Tanawawo. Ia tinggal bersama istrinya, Yasinta Mbari, di rumah tersebut. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa, karena saat kejadian keduanya berhasil menyelamatkan diri.

 

Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Desa Poma bergerak cepat. Kepala Desa Poma bersama masyarakat setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan darurat. Pemilik rumah kemudian dievakuasi dan sementara diungsikan ke rumah tetangga yang dinilai lebih aman.

 

Pemerintah Desa Poma juga berencana untuk melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Pemerintah Kecamatan Tanawawo, serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sikka pada Jumat (23/1/2026) guna memperoleh perhatian dan bantuan lanjutan bagi korban terdampak.

 

Selain itu, aparat kepolisian diharapkan turut melakukan pemantauan langsung di lokasi kejadian. Kapolsek Paga diminta untuk mengoordinasikan Ka Pos Pam Tanawawo bersama Ba Pos Pam Tanawawo agar turun ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan monitoring serta memastikan proses penanggulangan berjalan dengan baik.

 

Musibah ini menjadi pengingat serius akan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi situasi darurat.

 

Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif, sementara pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut terhadap korban musibah angin puting beliung tersebut. [Cm24]