Pencarian Intensif SAR Gabungan, Korban Hilang di Laut Wuring Ditemukan Tak Bernyawa
Operasi SAR Gabungan hari kedua terhadap korban hilang saat memanah ikan di Perairan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, berhasil menemukan korban, M. R (41), dalam kondisi meninggal dunia sekitar 0,5 NM dari lokasi awal kejadian. Proses pencarian berjalan lancar dengan dukungan penuh unsur SAR gabungan dan kondisi cuaca yang mendukung. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak dilakukan autopsi, serta menyampaikan apresiasi atas upaya maksimal tim SAR selama dua hari pencarian.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 18 Februari 2026. Operasi SAR Gabungan hari kedua terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat memanah ikan di perairan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama M. R alias (41), warga Kota Uneng, Kecamatan Alok, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi, 18 Februari 2026.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta itu belum kembali ke rumah setelah melakukan aktivitas menyelam dan memanah ikan di perairan Wuring. Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut, sehingga operasi pencarian segera digelar oleh unsur SAR gabungan.
Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Maumere, Lanal Maumere, Dit Polairud Polda NTT, Sat Polairud Polres Sikka, serta dukungan keluarga dan masyarakat setempat, menggelar briefing pada pukul 06.30 WITA. Dalam briefing tersebut, disusun strategi pencarian yang lebih terfokus dan sistematis di sekitar lokasi kejadian perkara (LKK) yang berada di koordinat 08°35'48.69"S – 122°12'16.63"E.
Tim dibagi menjadi tiga unsur utama. Tim pertama melakukan penyisiran dengan berenang menggunakan peralatan snorkling di sekitar titik awal hilangnya korban. Tim kedua melakukan pencarian menggunakan peralatan selam guna menyisir perairan yang lebih dalam. Sementara tim ketiga melakukan penyisiran permukaan menggunakan RIB 500 PK milik Kantor SAR Maumere dan Ship Tender Marnit Sikka Dit Polairud Polda NTT.
Pada pukul 06.40 WITA, seluruh unsur bergerak menuju lokasi. Cuaca pagi itu terpantau cerah berawan, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,2 meter serta kecepatan angin 14–21 knot dari arah utara ke barat laut. Kondisi laut yang relatif bersahabat turut mendukung optimalisasi pencarian.
Sekitar pukul 06.52 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pencarian sesuai pembagian tugas. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 07.10 WITA, ketika korban ditemukan dalam keadaan terapung di permukaan laut pada jarak kurang lebih 0,5 nautical mile dari titik awal kejadian, tepatnya di koordinat 08°35'4.97"S – 122°12'0.23"E.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Tim SAR gabungan dengan sigap dan penuh kehati-hatian mengevakuasi jenazah menuju Pelabuhan Wuring. Pada pukul 07.48 WITA, jenazah tiba di pelabuhan dan selanjutnya dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke RSUD Maumere, dengan pengawalan personel Sat Polairud Polres Sikka dan didampingi pihak keluarga.
Pada pukul 08.00 WITA, dilaksanakan debriefing dan evaluasi akhir. Operasi SAR terhadap satu orang korban hilang secara resmi ditutup dengan hasil korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Di tengah duka mendalam, keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR gabungan atas kerja keras dan dedikasi selama dua hari pencarian. Upaya maksimal yang dilakukan dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan yang patut diapresiasi.
Pihak keluarga juga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat serta menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi yang ditandatangani oleh istri korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas menyelam dan memanah ikan di laut memiliki risiko tinggi, terutama apabila dilakukan seorang diri tanpa pengawasan maupun peralatan keselamatan yang memadai. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di wilayah perairan.
Meski operasi berakhir dengan duka, sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam pelaksanaan Operasi SAR Gabungan menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kondisi membahayakan manusia di wilayah perairan Kabupaten Sikka. [CM24]


