Polres Sikka dan Jajaran Polsek Bergerak Serentak, Patroli Minggu Kasih Jamin Keamanan dan Kindusivitas Ibadah

Melalui program Minggu Kasih pada Minggu, 18 Oktober 2026, jajaran Polres Sikka memperkuat pelayanan humanis melalui patroli, pengamanan gereja, pengaturan lalu lintas, serta penyampaian imbauan kamtibmas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman, membangun kepercayaan masyarakat, dan mempererat sinergi dengan tokoh agama serta umat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Sikka.

Polres Sikka dan Jajaran Polsek Bergerak Serentak, Patroli Minggu Kasih Jamin Keamanan dan Kindusivitas Ibadah
Polres Sikka dan Jajaran Polsek Bergerak Serentak, Kawal Ibadah dan Jaga Kondusivitas Wilayah dalam Patroli Minggu Kasih

Maumere, 18 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com— Bukan sekadar hadir mengawal ibadah, jajaran Polres Sikka menjadikan program Minggu Kasih sebagai ruang membangun kedekatan, menyerap aspirasi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Melalui patroli, pengamanan gereja, pengaturan lalu lintas, hingga dialog langsung bersama umat, kepolisian menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dirawat secara berkelanjutan.

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh sejumlah jajaran, di antaranya Polsek Paga, Polsek Kewapante, Polsek Nita, Polsek Nelle, Polsek Waigete, serta Satuan Lalu Lintas Polres Sikka di wilayah Kota Maumere.

Kehadiran personel kepolisian di rumah-rumah ibadah menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan misa Minggu dengan aman, nyaman, dan khusyuk, tanpa terganggu potensi gangguan keamanan maupun hambatan lalu lintas.

 

Di Kecamatan Paga, personel piket SPKT Regu I Polsek Paga yang dipimpin AIPDA Patrisius Rudy Kurniawan bersama BRIPKA Paskalis T. Talu melaksanakan patroli menuju Kapela Stasi Santo Yohanes Pemandi Paga. Patroli yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut diarahkan untuk menjaga ketertiban di lingkungan tempat ibadah sekaligus mengajak masyarakat membangun komunikasi aktif dengan kepolisian.

 

Langkah serupa dilakukan personel Polsek Kewapante di Gereja Paroki Santo Yosef Freinademetz Bolawolon, Kecamatan Kangae. Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 Wita itu, Waka Polsek Kewapante AIPTU Vitalis W. Odjan, S.H., bersama AIPDA Damianus Daty menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada sekitar 300 umat yang mengikuti misa yang dipimpin RP. Andreas Yobe, MI.

 

Mengusung tema khotbah “Dengan Semangat Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas.

 

Apresiasi disampaikan RP. Andreas Yobe atas kehadiran Polri di tengah umat. Menurut laporan kegiatan, program Minggu Kasih menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi antara kepolisian dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan di lingkungan warga.

 

Di Kecamatan Nita, personel piket SPKT I Polsek Nita menyambangi Gereja Santo Mikael Nita. Personel yang terdiri atas AIPTU Ardy De Jesus W. Ghawa, S.H., AIPDA Fransiskus H., AIPDA Petrus Sutrisno, S.H., dan BRIGPOL Yoseph Sumardi membacakan imbauan Kapolres Sikka terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengajak umat berperan aktif menjaga suasana damai di lingkungan sekitar.

 

Sementara itu, Polsek Nelle menggelar kegiatan Minggu Kasih di Paroki Roh Kudus Nelle, Desa Nelle Lorang. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 Wita tersebut dipimpin Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata, bersama personel dan dihadiri sekitar 300 umat. Misa dipimpin RD. Wilfrid Aliance dengan tema khotbah “Segala yang Mutlak Milik Allah.”

 

Dalam kesempatan itu, IPTU Sang Nyoman Parwata menekankan pentingnya mempererat silaturahmi, membangun komunikasi dua arah, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Warga juga diimbau menggunakan layanan 110 untuk melaporkan persoalan maupun gangguan keamanan yang membutuhkan penanganan kepolisian.

 

RD. Wilfrid Aliance menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran polisi di tengah kehidupan umat dinilai membuka ruang komunikasi yang penting untuk menyampaikan persoalan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban.

 

Jangkauan kegiatan semakin luas melalui Polsek Waigete yang melaksanakan program Polisi Bersama Masyarakat (PBM) di tiga lokasi, yakni Gereja Stasi Santo Fransiskus Asisi Waigete di Desa Egon, Paroki Maria Bintang Laut Nebe di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, serta Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita di Desa Hoder, Kecamatan Waigete.

 

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Waigete IPTU Muhammadong bersama sejumlah personel tersebut tidak berhenti pada pengamanan ibadah. Seusai misa, polisi menyapa jemaat, menyampaikan pesan kamtibmas, serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan keluhan terkait pelayanan kepolisian.

 

Respons positif dari pastor, pengurus gereja, dan jemaat menjadi catatan penting bahwa pendekatan persuasif melalui rumah ibadah dapat menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat.

 

Di wilayah Kota Maumere, Satuan Lalu Lintas Polres Sikka turut melaksanakan patroli, pengamanan, dan pengaturan arus lalu lintas sejak pukul 06.30 Wita. Enam personel yang dipimpin IPTU Efrem Emanuel bertugas di Gereja Katedral, Gereja Kalvari Maumere, Gereja Santo Thomas Morus, dan Gereja Santo Gabriel Waioti.

 

Personel membantu umat menyeberang jalan, mengatur kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar gereja, serta memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar mematuhi aturan lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemacetan, mengurangi risiko kecelakaan, dan menjaga keamanan kendaraan jemaat selama ibadah berlangsung.

 

Rangkaian kegiatan Minggu Kasih di berbagai wilayah tersebut memperlihatkan bahwa pemeliharaan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan kehadiran aparat. Komunikasi, kepedulian, serta kesediaan mendengarkan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

 

Melalui pendekatan langsung di lingkungan gereja, jajaran Polres Sikka berupaya menghadirkan polisi yang tidak hanya bertindak ketika gangguan terjadi, tetapi juga hadir untuk mencegah persoalan, memberikan edukasi, dan membangun kemitraan dengan masyarakat.

 

Seluruh kegiatan yang dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Program Minggu Kasih diharapkan terus menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat sinergi antara Polri, tokoh agama, gereja, dan masyarakat dalam menjaga kedamaian di Kabupaten Sikka.

 

Sebab, keamanan yang kokoh bukan hanya lahir dari penjagaan aparat, melainkan juga dari kepercayaan masyarakat dan kesadaran bersama untuk merawat kedamaian. [Cm24]

"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"