Tugas Telah Usai, Polres Sikka Lepas Aiptu I Nengah Martayasa dengan Penghormatan Terakhir

Upacara pemberangkatan jenazah Aiptu I Nengah Martayasa menjadi bentuk penghormatan terakhir keluarga besar Polres Sikka atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Dengan penuh khidmat, jenazah diantar dari Mako Polsek Lela menuju Bandara Frans Seda Maumere untuk diberangkatkan ke Bali. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, namun jejak pengabdian dan dedikasinya akan tetap dikenang oleh keluarga besar Polres Sikka.

Tugas Telah Usai, Polres Sikka Lepas Aiptu I Nengah Martayasa dengan Penghormatan Terakhir
Dalam Khidmat Penghormatan Terakhir, Polres Sikka Antar Jenazah Aiptu I Nengah Martayasa ke Bali

Maumere, 23 September 2026. Tribratanewssikka.com — Keheningan dan suasana duka menyelimuti halaman Markas Komando Polsek Lela, Polres Sikka, Rabu (23/9/2026). 

Di tempat itu, keluarga besar Kepolisian Resor Sikka menggelar upacara pemberangkatan jenazah Almarhum Aiptu I Nengah Martayasa, Ps Kanit Samapta Polsek Lela Polres Sikka, sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Bali.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial kedinasan. Di balik barisan personel yang berdiri tegak dan penghormatan yang diberikan, tersimpan suasana kehilangan yang mendalam atas kepergian seorang anggota Polri yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian institusi di Kabupaten Sikka.

Bagi keluarga besar Polres Sikka, kepergian Aiptu I Nengah Martayasa bukan hanya meninggalkan ruang kosong dalam keluarga, tetapi juga meninggalkan duka di tengah rekan-rekan seprofesi yang selama ini menjalani tugas, tanggung jawab, dan pengabdian bersama.

Prosesi berlangsung khidmat. Seluruh rangkaian upacara disiapkan secara penuh sebagai penghormatan institusi kepada almarhum yang semasa hidupnya mengemban tugas sebagai Ps Kanit Samapta Polsek Lela.

 

Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K. bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara Ka SPKT Polres Sikka Ipda Ferry Hendryanto dipercaya sebagai Komandan Upacara dan Kapolsek Lela AKP I Nyoman Simion bertindak sebagai Perwira Upacara.

 

Sejumlah pejabat dan personel Polres Sikka turut mengambil bagian dalam prosesi tersebut. Penghormatan terakhir dilaksanakan dengan penuh ketertiban, mulai dari pengambilan tempat oleh petugas pengusung dan pengapit jenazah hingga penyerahan jenazah oleh pihak keluarga kepada jajaran kepolisian.

 

Dalam suasana yang sarat duka, jenazah almarhum kemudian diserahkan untuk diberangkatkan. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara menjadi bagian penting dari prosesi, sebelum dilanjutkan dengan pernyataan belasungkawa oleh Inspektur Upacara.

 

Pernyataan belasungkawa tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan duka keluarga besar Polri atas berpulangnya salah satu personel yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Sikka.

 

Tidak lama kemudian, petugas pengusung membawa jenazah almarhum menuju mobil jenazah. Langkah para pengusung diiringi penghormatan seluruh pasukan yang berdiri dalam barisan.

 

Di tengah suasana tersebut, penghormatan terakhir seakan menjadi penanda bahwa perjalanan tugas seorang anggota Polri telah sampai pada penghujungnya. Seragam, pangkat, jabatan dan rutinitas kedinasan boleh berhenti, tetapi pengabdian yang telah diberikan kepada institusi dan masyarakat meninggalkan catatan tersendiri bagi mereka yang pernah berjalan bersama.

 

Prosesi itu diikuti para Pejabat Utama Polres Sikka, para perwira, para Kapolsek jajaran, personel Polres Sikka, personel Polsek jajaran, serta Ketua Ranting Bhayangkari Cabang Lela bersama anggota.

 

Barisan upacara terdiri dari satu ton barisan perwira, satu ton barisan Dalmas, satu ton barisan staf gabungan, satu ton barisan Intelkam/Reskrim/Tahti, serta barisan Bhayangkari.

 

Kehadiran jajaran kepolisian dalam jumlah tersebut menunjukkan bahwa almarhum tidak diberangkatkan seorang diri. Di penghujung pengabdiannya, ia diantar oleh keluarga besar institusi yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan tugasnya.

 

Setelah prosesi upacara pemberangkatan selesai sekitar pukul 10.45 WITA, perjalanan terakhir almarhum dilanjutkan menuju Bandara Frans Seda Maumere.

 

Jenazah dikawal Mobil Satuan Lalu Lintas Polres Sikka. Pengawalan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penghormatan dan pengamanan perjalanan jenazah hingga tiba di bandara.

 

Dari Bandara Frans Seda Maumere, jenazah Aiptu I Nengah Martayasa kemudian diberangkatkan menuju Bali menggunakan pesawat Nam Air. Perjalanan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian pengantaran almarhum sebelum kembali ke Bali untuk selanjutnya disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

 

Bagi jajaran Polres Sikka, momentum itu menjadi sebuah perpisahan yang tidak mudah. Seorang rekan telah pergi, meninggalkan keluarga, sahabat, serta rekan kerja yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas kepolisian. Namun, dalam setiap kepergian seorang anggota, selalu ada jejak pengabdian yang tertinggal.

 

Pengabdian seorang anggota Polri tidak semata-mata diukur dari panjangnya masa dinas atau jabatan yang pernah diemban. Ia juga tercermin dari kesetiaan menjalankan tugas, keberadaan di tengah masyarakat, serta kontribusi yang diberikan selama menjadi bagian dari institusi.

 

Aiptu I Nengah Martayasa telah menuntaskan perjalanan tugasnya. Kini, tongkat estafet pengabdian terus berjalan bersama personel lainnya yang masih mengemban amanah untuk memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.

 

Upacara pemberangkatan jenazah tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprint/572/IX/Huk6.6./2026 tanggal 22 September 2026.

 

Seluruh rangkaian kegiatan di Mako Polsek Lela berlangsung dengan tertib dan khidmat. Setelah itu, proses pengantaran menuju Bandara Frans Seda Maumere terus dikawal hingga sekitar pukul 14.30 WITA.

 

Tidak ada yang lebih pasti dari sebuah akhir perjalanan. Namun, bagi seorang anggota kepolisian, akhir perjalanan kedinasan bukan berarti berakhirnya seluruh makna pengabdian. Nama dan dedikasi seorang anggota akan tetap menjadi bagian dari sejarah kecil institusi tempat ia pernah berdiri, bekerja, dan mengabdi.

 

Hari itu, barisan personel Polres Sikka berdiri memberikan penghormatan terakhir. Bukan sekadar penghormatan kepada seorang anggota yang telah berpulang, tetapi juga penghormatan kepada sebuah perjalanan pengabdian yang telah dijalani.

 

Selamat jalan, Aiptu I Nengah Martayasa. Tugasmu telah selesai. Perjalananmu telah sampai di penghujung. Namun, jejak pengabdianmu akan tetap menjadi bagian dari kenangan keluarga, rekan-rekan, dan keluarga besar Polres Sikka. Pengabdian boleh berakhir, tetapi penghormatan dan kenangan tidak akan pernah selesai. [ Cm24]