Sejak Jumat Petang Putus Kontak, Pria Asal Lela Dilaporkan Hilang ke Polres Sikka

Polres Sikka terus melakukan penelusuran terkait laporan hilangnya Kristian Yosefus Arianto sejak Jumat, 14 Agustus 2026. Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui sekecil apa pun informasi mengenai keberadaan korban agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau menghubungi Call Center 110 Polres Sikka, karena setiap informasi dapat menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian.

Sejak Jumat Petang Putus Kontak, Pria Asal Lela Dilaporkan Hilang ke Polres Sikka
Pria Asal Lela Dilaporkan Hilang, Polisi Telusuri Keberadaan Kristian Yosefus Arianto

Maumere, 16 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Misteri hilangnya seorang pria asal Kampung Du, Desa Du, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, mulai ditangani aparat Kepolisian Resor Sikka setelah yang bersangkutan dilaporkan tidak diketahui keberadaannya dan sulit dihubungi sejak Jumat, 14 Agustus 2026.

 

Pria tersebut diketahui bernama Kristian Yosefus Arianto, 39 tahun, seorang wiraswasta yang berdomisili di Kampung Du, Desa Du, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Laporan orang hilang itu diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 15.24 WITA.

 

Laporan dibuat oleh Skolastika Meryana, seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru dan berdomisili di wilayah Lela. Dalam laporan tersebut, Skolastika menyampaikan bahwa Kristian belum diketahui keberadaannya setelah komunikasi antara keduanya terputus.

 

Peristiwa itu bermula pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sekitar pukul 08.26 WITA, Skolastika yang berada di Kota Maumere berkomunikasi dengan Kristian melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, Skolastika meminta Kristian turun ke Maumere untuk bertemu dengannya.

 

Pertemuan tersebut direncanakan untuk makan bersama dan kemudian pergi ke Taman Doa Kristus Raja. Saat itu Kristian diketahui berada di Kampung Du, Kecamatan Lela. Namun, komunikasi yang semula berjalan normal berubah menjadi tanda tanya ketika sekitar pukul 17.38 WITA, Skolastika kehilangan kontak dengan Kristian.

 

Pesan WhatsApp yang kembali dikirim kepada Kristian hanya menunjukkan satu tanda centang dan tidak mendapat balasan. Upaya untuk menghubungi Kristian juga tidak membuahkan hasil.

 

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran. Skolastika bersama seorang saksi bernama Epifanius Yolandus berusaha mencari keberadaan Kristian. Keduanya melakukan pencarian awal di sejumlah tempat, namun hingga laporan dibuat, Kristian belum berhasil ditemukan.

 

Lokasi yang tercatat dalam laporan berkaitan dengan kejadian tersebut berada di Jalan Kampung Du, RT 001/RW 001, Desa Du, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.

 

Belum diketahui secara pasti ke mana Kristian pergi setelah komunikasi terakhir dengan pelapor. Hingga laporan diterima kepolisian, keberadaan pria tersebut masih dalam penelusuran.

 

Laporan tersebut kemudian dituangkan dalam Laporan Gangguan Nomor: L/GANGGUAN/B/8/VIII/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR. Dalam laporan tersebut, pihak terlapor masih berstatus dalam penyelidikan, sementara Kristian tercatat sebagai korban orang hilang.

 

Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan langkah penanganan awal berupa menerima laporan, membuat laporan kepolisian, serta memberikan tanda terima laporan kepada pelapor.

 

Polres Sikka mengimbau masyarakat apabila memiliki informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keberadaan Kristian Yosefus Arianto. Informasi sekecil apa pun, termasuk apabila masyarakat pernah melihat, bertemu, berkomunikasi, atau mengetahui keberadaan Kristian setelah Jumat, 14 Agustus 2026, dapat menjadi petunjuk penting bagi kepolisian dalam proses pencarian.

 

Masyarakat yang memiliki informasi diharapkan segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian terdekat atau menghubungi Call Center 110 Polres Sikka. Setiap informasi yang disampaikan akan menjadi bahan bagi kepolisian untuk membantu mengungkap keberadaan korban.

 

Hilangnya Kristian hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Komunikasi yang terputus sejak Jumat petang menjadi salah satu bagian penting yang tengah ditelusuri untuk mengetahui rangkaian kejadian serta keberadaan korban.

 

Polres Sikka memastikan laporan tersebut menjadi bagian dari penanganan kepolisian dan penyelidikan terus dilakukan guna memperoleh titik terang. Setiap informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempersempit pencarian dan mempercepat ditemukannya Kristian dalam kondisi selamat.

 

Polres Sikka kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama membuka mata dan telinga. Jika mengetahui sekecil apa pun informasi mengenai keberadaan Kristian Yosefus Arianto, segera laporkan kepada kepolisian atau hubungi Call Center 110. Satu informasi kecil bisa menjadi petunjuk penting untuk mengakhiri pencarian dan membawa korban kembali kepada keluarganya. [Cm24]