Polres Sikka Gembleng 93 Calon Satpam, Gada Pratama Gelombang VIII Resmi Dibuka: Disiplin, Etika, dan Profesionalisme Jadi Harga Mati
Upacara pembukaan Pelatihan Satpam Gada Pratama Gelombang VIII Tahun 2026 di Polres Sikka berlangsung aman, tertib, dan lancar, diikuti 93 peserta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk Satpam yang disiplin, profesional, serta mampu menjalankan fungsi pengamanan secara humanis dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 28 April 2026. Langit pagi di Lapangan Apel Polres Sikka, Selasa (28/04/2026), menjadi saksi dimulainya langkah awal pembentukan garda terdepan pengamanan swakarsa. Tepat pukul 08.00 WITA, Upacara Pembukaan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama Gelombang VIII Tahun 2026 resmi digelar dengan penuh khidmat, menandai komitmen serius Polres Sikka dalam mencetak tenaga pengamanan yang tangguh, disiplin, dan profesional.

Bertempat di Jalan Jenderal A. Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sikka, AKP Donatus Paru, selaku Inspektur Upacara.

Dengan barisan peserta yang berdiri tegap dan penuh semangat, kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan titik awal transformasi mental dan karakter bagi para calon satuan pengamanan.

Sebanyak 93 peserta pelatihan hadir sebagai representasi harapan baru dunia pengamanan swakarsa di wilayah hukum Polres Sikka. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Propam Polres Sikka AKP Fransiskus Somba Zay, Kasikum Polres Sikka IPTU Ali Murjali, serta seluruh personel Sat Binmas Polres Sikka yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Rangkaian upacara berlangsung tertib dan sarat makna. Dimulai dari penghormatan kepada Inspektur Upacara, pengibaran semangat kebangsaan melalui lagu Indonesia Raya, hingga momen simbolis penyematan tanda peserta pelatihan yang menjadi penanda resmi dimulainya proses pendidikan.
Suasana semakin khidmat saat para peserta secara serentak mengucapkan janji siswa Satpam—sebuah ikrar moral untuk mengemban tugas dengan integritas dan tanggung jawab. Dalam amanatnya, AKP Donatus Paru menyampaikan pesan yang tegas dan menggugah.
Ia menekankan bahwa seorang Satpam bukan sekadar penjaga, tetapi representasi kehadiran negara dalam menjaga ketertiban di lingkungan kerja. Oleh karena itu, sikap melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat harus menjadi nafas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika profesi sebagai fondasi utama dalam menjalankan peran sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas. Tanpa etika, profesionalisme akan kehilangan arah. Tanpa disiplin, tanggung jawab akan mudah runtuh.
“Pegang teguh etika profesi, utamakan keselamatan, dan terus asah kemampuan diri. Dunia pengamanan terus berkembang, dan kalian dituntut untuk adaptif, proaktif, serta mampu membaca setiap potensi gangguan yang ada di lingkungan kerja,” tegasnya dengan nada penuh penekanan.
Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi strategis dalam menciptakan sistem keamanan berbasis kemitraan antara Polri dan masyarakat. Para peserta akan menjalani pendidikan intensif selama delapan hari, mulai 28 April hingga 5 Mei 2026, dengan berbagai materi yang dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan keterampilan teknis, serta menanamkan pola pikir profesional.
Lebih dari itu, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan Satpam yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Dalam dinamika masyarakat yang terus berkembang, peran Satpam menjadi semakin vital sebagai detektor dini dan penangkal awal terhadap potensi gangguan keamanan.
Seluruh rangkaian kegiatan upacara pembukaan berakhir pada pukul 08.30 WITA dalam situasi aman, tertib, dan lancar. Namun sesungguhnya, apa yang dimulai pagi itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari proses panjang pembentukan karakter penjaga keamanan yang berintegritas.
Polres Sikka kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina dan penggerak potensi keamanan swakarsa.
Dari lapangan apel itu, harapan besar ditanamkan—bahwa 93 peserta ini kelak akan menjadi garda terdepan yang mampu menjaga stabilitas, memberikan rasa aman, dan menjadi wajah humanis dalam sistem keamanan di tengah masyarakat. [Cm24]


