Polres Sikka Perkuat Pengamanan Distribusi Bantuan Gempa Flores, Personel Tetap Siaga di Posko Strategis

Polres Sikka memperkuat pengamanan distribusi bantuan logistik gempa Flores melalui pengecekan dan kesiapsiagaan personel di Posko Aju Lanud Frans Seda serta Posko BPBD Maumere. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen kepolisian dalam memastikan bantuan kemanusiaan berjalan aman, tertib, lancar, dan didukung sinergitas lintas instansi.

Polres Sikka Perkuat Pengamanan Distribusi Bantuan Gempa Flores, Personel Tetap Siaga di Posko Strategis
“Polres Sikka Kawal Ketat Distribusi Bantuan Gempa Flores, Personel Disiagakan di Posko Strategis

Maumere, 10 September 2026 — Kepolisian Resor Sikka terus memperkuat langkah pengamanan dan pengawalan terhadap pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengecekan kesiapan personel di sejumlah titik strategis, sebagai bagian dari komitmen kepolisian memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara aman, tertib, lancar, dan tepat sasaran.

Pada Kamis, 10 September 2026, jajaran Polres Sikka melaksanakan apel pagi dan pengecekan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai penyangga distribusi bantuan logistik bencana di Posko Aju Lanud Frans Seda Maumere.

 

Apel yang berlangsung pukul 08.00 Wita tersebut dipusatkan di lapangan Bandara Frans Seda Maumere dan dipimpin Perwira Pengendali, AKP I Nyoman Karwadi, SH. Dalam pengecekan tersebut, kekuatan personel yang tercantum dalam surat perintah berjumlah 46 personel. Dari jumlah tersebut, 36 personel hadir, sementara 10 personel belum hadir karena sejumlah alasan kedinasan.

 

Dari 10 personel yang tidak hadir, sebanyak 7 personel sedang melaksanakan tugas, yakni IPTU Reinhard D. Siga, S.Tr.K., IPTU Sang Nyoman Pawarta, AIPDA Hamka, AIPDA Carles Bin Etrus, BRIPKA Arif Kuniawan, BRIPDA Kompo, dan BRIPDA Donjuan Dasilfa.

 

Sementara itu, 3 personel melaksanakan izin, masing-masing AIPTU S. Supardi, AIPDA Peres Baitanu, dan AIPDA Viktor Kame. Tidak terdapat personel yang dilaporkan sakit maupun tanpa keterangan.

 

Apel tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin pengecekan kehadiran. Di tengah situasi kebencanaan, apel menjadi bagian penting untuk memastikan setiap personel memahami tugas, posisi, serta tanggung jawabnya dalam mendukung kelancaran arus bantuan kemanusiaan.

 

Kehadiran personel kepolisian di kawasan posko aju memiliki arti strategis. Distribusi logistik dalam situasi bencana membutuhkan pengaturan yang tertib, pengamanan yang konsisten, serta koordinasi lintas instansi agar bantuan yang datang dapat segera bergerak menuju masyarakat yang membutuhkan.

 

Langkah serupa juga dilakukan Polres Sikka di Posko BPBD Maumere. Pada pukul 09.30 Wita, bertempat di Kantor BPBD Sikka, Jalan Mawar Nomor 28, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, kembali dilaksanakan apel pengecekan personel dalam rangka pengamanan pendistribusian logistik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

 

Apel tersebut dipimpin oleh PA Posko, IPTU M. Herson Liman. Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/539/IX/Ops.1.3./2026 tanggal 7 September 2026, jumlah personel yang tercantum dalam surat perintah sebanyak 18 orang.

 

Dalam pengecekan tersebut, sebanyak 10 personel hadir, sedangkan 8 personel belum hadir. Satu personel, IPTU I Nyoman Suwasta, diketahui sedang melaksanakan tugas lain berupa kegiatan analisis dan evaluasi (anev) mingguan.

 

Sementara tujuh personel lainnya tercatat dalam status TK, yakni AIPDA Azia Nau, AIPDA Luis Pora Djoka, AIPDA Edu Rera, BRIPKA Heri Kriswanto, BRIPDA Humaedi Faqih, BRIPDA Rikardo, dan BRIPDA Rivaldo Kolit.

 

Rangkaian pengecekan personel di dua lokasi tersebut menunjukkan bahwa Polres Sikka menempatkan aspek pengamanan distribusi bantuan sebagai bagian penting dalam penanganan situasi pascabencana.

 

Bantuan logistik bukan sekadar barang yang berpindah dari gudang menuju tangan penerima. Di balik setiap paket sembako dan kebutuhan dasar yang didistribusikan, terdapat harapan masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Karena itu, keamanan jalur distribusi, ketertiban di lokasi penyaluran, serta kesiapan personel menjadi faktor penting agar bantuan tidak terhambat oleh persoalan teknis maupun gangguan keamanan.

 

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan proses kemanusiaan berlangsung dalam koridor ketertiban dan koordinasi yang baik.

 

Pengamanan di Posko Aju Lanud Frans Seda dan Posko BPBD Maumere sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergitas antara kepolisian dengan unsur pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menghadapi situasi kebencanaan.

 

Dengan kesiapan personel di lapangan, setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak awal. Pengaturan arus distribusi, pengamanan lokasi, koordinasi dengan petugas posko, hingga pengawalan bantuan menuju wilayah yang membutuhkan menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional.

 

Di tengah kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan pascagempa Flores, keberadaan aparat keamanan di titik-titik distribusi menjadi pesan bahwa negara tidak boleh absen ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.

 

Polres Sikka melalui kegiatan KRYD dan pengamanan distribusi bantuan terus menunjukkan komitmen untuk menjaga agar proses penanganan bencana berjalan aman, tertib, dan kondusif.

 

Seluruh rangkaian apel pengecekan personel di Posko Aju Lanud Frans Seda Maumere maupun Posko BPBD Sikka berlangsung aman, lancar, dan situasi tetap kondusif serta terkendali.

 

Kesiapsiagaan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan dapat bergerak tanpa hambatan menuju mereka yang terdampak bencana.

 

Polri Presisi hadir di tengah masyarakat, mengawal bantuan, menjaga keamanan, dan memastikan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. [Cm24]