Produktivitas Meningkat, Jagung Kelompok Tati Nahing Sikka Tumbangkan Tantangan Iklim
Kegiatan panen jagung hibrida JFR 71 oleh Kelompok Tani Tati Nahing di Kelurahan Wolomarang berjalan lancar dengan hasil yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas pendampingan Bhabinkamtibmas dalam mendukung program ketahanan pangan, meskipun masih terdapat kendala cuaca yang mempengaruhi proses pascapanen.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 1 Mei 2026 — Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali menunjukkan hasil nyata di wilayah Kabupaten Sikka.

Kelompok Tani Tati Nahing di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, sukses melaksanakan panen jagung hibrida jenis JFR 71 dengan hasil yang menggembirakan, Kamis (30/04/2026).
Panen yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA di lahan kedua milik kelompok tani tersebut, tepatnya di Napunglangir RT 001/RW 001, menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian mampu mendorong produktivitas sektor pertanian, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, Aipda Hironimus Taji Werang, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk pendampingan dan dukungan terhadap para petani.
Kehadirannya sekaligus mempertegas peran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Jagung hibrida JFR 71 yang ditanam pada Januari 2026 di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi ini berhasil dipanen dengan estimasi produksi mencapai 1.300 kilogram jagung tongkol basah.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya, sekaligus menjadi indikator keberhasilan penerapan pola tanam dan pengelolaan lahan yang semakin baik oleh Kelompok Tani Tati Nahing.
Ketua kelompok tani, Fredi Ardianus, mengungkapkan rasa syukur dan kepuasannya atas hasil panen yang diperoleh. Ia menilai peningkatan produksi ini tidak lepas dari kerja keras para anggota kelompok serta dukungan berkelanjutan dari pihak kepolisian dan pemerintah.
“Puji Tuhan, hasil panen tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Kami sangat terbantu dengan pendampingan yang ada, sehingga semangat anggota kelompok tani tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, para petani masih menghadapi kendala klasik yang belum sepenuhnya teratasi, yakni curah hujan yang tidak menentu. Kondisi ini berdampak pada proses pascapanen, khususnya dalam pengeringan jagung, yang berpotensi mempengaruhi kualitas hasil produksi.
Namun demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan optimisme para petani. Semangat untuk terus meningkatkan produksi tetap terjaga, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah.
Secara keseluruhan, kegiatan panen berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi simbol kuat bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan, termasuk di sektor pertanian.
Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Sikka untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas, demi mewujudkan kemandirian pangan yang tangguh di tengah dinamika perubahan iklim dan tantangan global. [Cm24]


