Sentuhan Humanis Polres Sikka, Sengketa Pagar di Beru Berhasil Diredam Tanpa Gejolak

Kehadiran cepat Bhabinkamtibmas Polres Sikka berhasil meredam potensi konflik warga akibat sengketa pagar melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan, sehingga situasi kamtibmas tetap aman, kondusif, dan masyarakat menunjukkan sikap kooperatif.

Sentuhan Humanis Polres Sikka, Sengketa Pagar di Beru Berhasil Diredam Tanpa Gejolak
Langkah Cepat Bhabinkamtibmas Polres Sikka, Sengketa Pagar Tak Berujung Konflik

Tribratanewssikka.com - Maumere, 1 Mei 2026 – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Sikka dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, AIPTU Nuryadin Djafar, turun langsung ke tengah masyarakat untuk meredam potensi konflik yang dipicu oleh persoalan pembangunan pagar oleh salah satu warga.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/04/2026) sekitar pukul 09.00 WITA tersebut difokuskan di RT 001/RW 005, Kelurahan Beru. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi bukan tanpa alasan. 

 

Pembangunan pagar yang dilakukan oleh seorang warga diketahui telah mengganggu akses keluar-masuk masyarakat lain yang menggunakan lorong sebagai jalur utama menuju tempat tinggal mereka.

 

Situasi yang sempat memicu keresahan ini berpotensi berkembang menjadi konflik horizontal apabila tidak segera ditangani. Menyadari hal tersebut, AIPTU Nuryadin Djafar mengambil langkah persuasif dengan mengedepankan pendekatan humanis khas Bhabinkamtibmas.

 

Di hadapan warga, ia secara tegas namun santun mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan sepihak. Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan lingkungan dengan mengedepankan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

 

“Permasalahan seperti ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan sampai hal kecil berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

 

Tidak hanya itu, kepada warga yang membangun pagar, petugas juga memberikan imbauan agar menunjukkan sikap bijaksana dan mempertimbangkan kepentingan bersama. Ia mendorong adanya kesadaran untuk secara sukarela membuka akses yang selama ini menjadi jalur vital bagi warga lainnya.

 

Langkah mediasi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang sebelumnya merasa terganggu mulai menunjukkan sikap kooperatif dan menerima solusi yang ditawarkan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat pun dinilai mampu menenangkan situasi serta mencegah munculnya tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Warga diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian, termasuk melalui layanan darurat Polri di nomor 110.

 

Hasilnya, kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif. Tidak hanya meredam potensi konflik, kehadiran aparat juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

 

Dengan pendekatan yang humanis dan responsif, Polres Sikka kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. 

 

Langkah cepat di Kelurahan Beru ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penengah yang menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan warga. [Cm24]