Saat Kecemasan Menggerus Semangat Seorang Anggota, Terapi USEFT Polres Sikka Hadir Mengembalikan Harapan

Pelayanan konseling dan Terapi USEFT yang diberikan Bag SDM Polres Sikka kepada Personel merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan mental personel. Melalui pendampingan tersebut, anggota merasakan perubahan positif berupa berkurangnya kecemasan, munculnya ketenangan batin, serta tumbuhnya kembali semangat dan harapan dalam menjalani kehidupan maupun melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

Saat Kecemasan Menggerus Semangat Seorang Anggota, Terapi USEFT Polres Sikka Hadir Mengembalikan Harapan
Polres Sikka Berikan Terapi USEFT, Bantu Anggota Bangkit dari Tekanan Psikologis Akibat GERD"

Maumere, 3 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Kepedulian terhadap kesehatan mental personel kembali dibuktikan oleh Polres Sikka. Tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, institusi kepolisian juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis anggotanya yang tengah menghadapi persoalan kesehatan dan tekanan emosional.

 

Kamis (2/7/2026) pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, bertempat di Ruang Konseling Polres Sikka, Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Sikka melaksanakan pelayanan bantuan Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) kepada anggota Ba Sipropam Polres Sikka yang selama beberapa bulan terakhir mengalami tekanan psikologis akibat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang dideritanya sejak Januari 2026.

 

Pelayanan tersebut dipandu langsung oleh IPDA Rusyudi Mangge, S.Psi., bersama AIPDA Herry Aryawan. Keduanya terlebih dahulu melakukan konseling secara mendalam untuk menggali kondisi emosional yang dialami anggota, sebelum melanjutkan dengan terapi USEFT sebagai bagian dari pendekatan pemulihan psikologis.

 

Dalam sesi konseling terungkap bahwa penyakit asam lambung kronis yang dialami Personel tidak hanya memengaruhi kondisi fisiknya, tetapi juga telah berkembang menjadi beban psikologis yang cukup berat. Rasa cemas dan takut yang terus menghantui membuat kondisi emosionalnya semakin tidak stabil. Bahkan, pada titik tertentu, tekanan batin yang dialaminya sempat memunculkan pikiran yang tak menentu.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kesehatan mental merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kesiapan seorang anggota Polri dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. 

 

Atas dasar itulah Bag SDM Polres Sikka memberikan pendampingan secara profesional melalui layanan konseling dan terapi USEFT sebagai bentuk kepedulian institusi terhadap kesejahteraan personelnya.

 

Terapi USEFT merupakan metode yang menggabungkan pendekatan spiritual, emosional, dan psikologis untuk membantu seseorang melepaskan beban pikiran, mengendalikan kecemasan, serta membangun kembali ketenangan dan kekuatan dari dalam diri. 

 

Melalui proses terapi yang berlangsung secara komunikatif dan penuh empati, anggota diarahkan untuk menerima kondisi yang dihadapi, mengelola emosi secara positif, serta menumbuhkan kembali semangat menjalani kehidupan.

 

Hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Setelah mengikuti rangkaian konseling dan terapi, Personel mengaku merasakan perubahan yang sangat berarti. 

 

Beban yang selama ini menghimpit pikirannya mulai berkurang, hatinya terasa lebih lega, pikirannya menjadi lebih tenang, serta muncul kembali rasa nyaman dan optimisme untuk menghadapi proses penyembuhan penyakit yang dideritanya.

 

Ungkapan syukur dan terima kasih pun disampaikan Personel kepada jajaran Polres Sikka, khususnya Bag SDM, yang telah memberikan perhatian dan pendampingan melalui pelayanan Terapi USEFT. 

 

Menurutnya, pelayanan tersebut bukan hanya membantu mengurangi kecemasan, tetapi juga membangkitkan kembali harapan serta semangat untuk menjalani kehidupan dan melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

 

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Lebih dari sekadar kegiatan konseling, pelayanan ini menjadi wujud nyata implementasi pembinaan sumber daya manusia yang humanis, di mana setiap personel dipandang sebagai aset institusi yang harus dijaga, tidak hanya kesehatan fisiknya, tetapi juga kesehatan mental dan emosionalnya.

 

Melalui pelayanan seperti ini, Polres Sikka menunjukkan bahwa membangun organisasi yang kuat tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan teknis personel, tetapi juga dengan memastikan setiap anggota memperoleh ruang untuk didengar, didampingi, dan dipulihkan ketika menghadapi tekanan hidup. 

 

Kepedulian tersebut menjadi cerminan hadirnya Polri yang Presisi, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan anggotanya, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan kondisi mental yang sehat, tangguh, dan penuh integritas. [Cm24]