66 Personel Polres Sikka Ikuti Ujian Bela Diri Polri, Uji Kesiapan Fisik dan Profesionalitas Jelang UKP Juli 2026
Pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri bagi 66 personel Polres Sikka dalam rangka UKP periode 1 Juli 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi indikator penting dalam mengukur kesiapan fisik, keterampilan, dan profesionalitas anggota sebagai syarat kenaikan pangkat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri yang siap menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 28 April 2026 — Komitmen dalam membentuk personel Polri yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri bagi personel Polres Sikka.

Kegiatan tersebut digelar pada Selasa pagi, 28 April 2026, bertempat di Gedung Shoto-Kay Karate Do, Jalan Kolombeke, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Sejak pukul 08.00 WITA, suasana gedung telah dipenuhi semangat para peserta yang mengikuti ujian sebagai bagian dari persyaratan Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1 Juli 2026.
Tidak hanya dari jajaran Polres Sikka, kegiatan ini juga diikuti oleh personel dari Kompi I Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, menambah bobot dan nuansa profesional dalam pelaksanaan ujian. Sebanyak 66 personel Polres Sikka tercatat hadir penuh tanpa kekurangan, menunjukkan tingkat disiplin dan kesiapan yang tinggi.
Mereka terdiri dari berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari BRIPDA hingga IPTU yang akan naik ke jenjang berikutnya. Sementara itu, dua personel dari Brimob turut ambil bagian, memperkuat sinergitas antar satuan dalam peningkatan kemampuan bela diri Polri.
Pelaksanaan ujian dipimpin oleh tim penguji yang terdiri dari personel berpengalaman, yakni AKBP Tri Joko Biyantoro, S.Sos, IPTU Mather Klau, S.H, BRIPKA Yosafat Arkilaus Baksuni, serta BRIPDA Daniel Eliza Grassa. Di bawah pengawasan tim ini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh kedisiplinan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemanasan yang dipimpin langsung oleh tim pelatih. Gerakan demi gerakan dilakukan secara serentak oleh peserta, mencerminkan kekompakan dan kesiapan fisik sebelum memasuki inti ujian.
Memasuki tahap utama, para peserta diuji kemampuan teknik dasar bela diri Polri, mulai dari teknik jatuh, pukulan, tangkisan, hingga tendangan. Selain itu, kemampuan teknis dalam membawa tahanan juga menjadi bagian penting dalam penilaian, mengingat tugas kepolisian yang kerap bersentuhan langsung dengan situasi penegakan hukum di lapangan.
Tidak berhenti pada teknik dasar, ujian berlanjut pada penguasaan bela diri tanpa alat. Para peserta dituntut mampu melepaskan diri dari berbagai bentuk serangan, seperti cekikan, pegangan tangan, hingga ancaman senjata tajam. Kecepatan, ketepatan, dan ketenangan menjadi kunci dalam setiap gerakan yang diperagakan.
Lebih jauh, kemampuan bela diri menggunakan alat juga diuji secara komprehensif. Penggunaan tongkat, borgol, hingga kopelrim sebagai alat pertahanan diri menjadi bagian dari skenario latihan menghadapi ancaman nyata di lapangan, termasuk serangan menggunakan senjata tajam seperti pisau dan cerurit.
Seluruh rangkaian ujian berlangsung dinamis, penuh konsentrasi, dan sesekali diselingi evaluasi langsung dari tim penguji. Hal ini bertujuan agar setiap personel tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga memahami esensi penggunaan bela diri secara proporsional dan sesuai standar operasional kepolisian.
Di sisi lain, saat dihubungi oleh Tribratanewssikka di ruang kerjanya, Ps. Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian bela diri ini merupakan bagian penting dalam pembinaan karier personel Polri, khususnya sebagai salah satu syarat mutlak dalam proses kenaikan pangkat.
“Ujian bela diri Polri ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi tolok ukur kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap anggota Polri. Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang naik pangkat benar-benar memiliki kesiapan fisik, mental, dan keterampilan teknis dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguasaan bela diri menjadi bekal utama bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan terukur, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan diri maupun masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kualitas sumber daya manusia Polres Sikka semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sikka,” tambahnya.
Setelah seluruh materi ujian dilaksanakan, kegiatan ditutup dengan sesi konsolidasi, doa penutup, serta foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi. Tepat pukul 10.00 WITA, kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Pelaksanaan ujian bela diri ini tidak hanya menjadi bagian dari tahapan kenaikan pangkat, tetapi juga mencerminkan komitmen Polres Sikka dalam membangun institusi Polri yang presisi, responsif, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.
Sebuah langkah nyata dalam memastikan setiap personel siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah tantangan yang semakin kompleks. [Cm24]


